
Setelah sampai di tempat acara, Rangga membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Mawar keluar dari dalam mobil, sambil mengulurkan tangannya, menyambut Mawar bak seorang putri. Acara sudah akan dimulai, tamu yang hadir pun sudah ramai.
Rangga dan Mawar mulai memasuki tempat acara, yang ternyata digelar di tempat terbuka, yakni di halaman rumah Lisa sendiri. Tepatnya di pinggir kolam renang.
Sudahlah pasti semua mata tertuju pada Mawar, dengan gaunnya yang berwarna hitam dan beberapa aksesoris yang dia pakai untuk melengkapi penampilannya, dia benar-benar terlihat cantik dan elegan. Ternyata Rena dan kedua temannya pun hadir dalam acara itu.
"Wah Ren, itu kan Rangga. Sama siapa dia? gila, cantik banget tu cewek," ucap sindy yang sudah tidak mengenali Mawar lagi.
"Iya, tapi kayaknya aku pernah lihat itu cewek, tapi dimana ya?" timbal Mira yang juga tidak mengenali Mawar lagi.
"Kalian tu punya mata gak sih, emang kalian gak lihat itu Mawar!"
"Mawar?" ucap sindy dan Mira berbarengan, saling menatap. Dengan wajah mereka yang bengong.
Rangga dan Mawar langsung menuju ke arah Lisa yang sedang ngobrol dengan teman-temannya, yang jelas mereka semua juga teman Rangga.
"Hai Lis, hai semua,"
"Hai Rangga, akhirnya kamu datang juga, Kirain gak datang. Terus, bidadari disebelah kamu ini siapa? tanya Lisa.
"Kenalin, ini Mawar,"
"Beneran cuma Mawar aja, gak ada title nya nih,"
"Iya deh, dia pacar aku,"
__ADS_1
"Gitu dong, kalau ngenalin harus lengkap. Hai Mawar, aku Lisa, teman kuliahnya Rangga,"
"Hai kak Lisa, aku Mawar,"
"Wah, emang kamu tu jago banget ya kalau urusan menaklukan hati wanita. Gila, cantik banget cewek Loe ngga," timbal Dion, yang juga teman kuliah rangga.
"Iya Rangga, padahal selama ini kamu hanya berdiam diri di rumah, tapi kok bisa ya kamu dapat cewek secantik ini. Aku aja yang udah keliling dunia, tetap saja tidak ada yang mau sama aku, kira-kira aku kurang apa ya?" ucap Toni.
"Kurang laki kali kamu Ton," jawab Lisa yang membuat semua tertawa. Mereka pun hanyut dalam obrolan masa lalu yang sangat sulit untuk dilupakan.
Bertemu dengan teman-teman lama adalah suatu momen yang sangat membahagiakan. Kita bisa mengingat dan bercerita tentang masa lalu yang begitu indah dan sangat sulit untuk dilupakan. Serta bisa meluapkan rasa rindu kita pada wajah-wajah lama yang sangat kita rindukan.
Sementara Rena hanya bisa melihat dari jauh keseruan mereka, dengan wajahnya yang terlihat masam dan cemberut. Dia benar-benar kesal dengan kehadiran Mawar, yang merusak suasana hatinya. Rena terdiam, sambil terus memperhatikan Mawar, sepertinya dia sedang berpikir, bagaimana caranya agar bisa mengerjai Mawar.
Acaranya pun dimulai, setelah acara inti selesai, dilanjutkan dengan acara hiburan. Ternyata yang mengisi acara musiknya, Marsel dan teman-temannya, yang bergabung dalam sebuah grup band.
Marsel pun mulai memberi sambutan. Mawar melihat ke arah Marsel, dia masih belum percaya, kalau ternyata Marsel seorang anak band. Marsel mulai membawakan lagunya, tapi sebelumnya dia mengatakan terang-terangan kalau lagu yang dia bawakan untuk seseorang yang telah singgah dihatinya.
"Sebelumnya, lagu ini aku persembahkan untuk seseorang yang sangat spesial, seorang gadis cantik yang sudah mampu membuatku jatuh cinta, gadis cantik itu tidak lain adalah Mawar,"
Mendengar nama Mawar disebut, hampir semua orang yang sudah mengenal Mawar, langsung melihat ke arah Mawar. Mereka langsung saling berpendapat masing-masing. Ada yang ikut senang, ada yang kecewa pada Marsel karena menyukainya dan macam-macam alasan.
Namun bagi Rangga, kata-kata Marsel bagai suara petir yang menyambar tubuhnya, yang tepat mengenai hatinya, membuatnya langsung merasakan sakit yang tidak terkira. Bagi Rangga ini suatu penghinaan, karena sepertinya Marsel tidak menganggap Rangga yang sudah jelas kekasih Mawar. Ingin rasanya Rangga maju ke depan dan melayangkan pukulan pada Rangga, tapi dia memikirkan perasaan sahabatnya, Lisa. Sehingga dia hanya bisa menahan emosinya yang sudah memuncak.
Rangga pun hanya bisa minta penjelasan pada Mawar.
__ADS_1
"Sayang, tolong kamu jelaskan siapa Marsel dan bagaimana dia bisa bicara seperti itu, tolong jelaskan sayang,"
"Entahlah mas, Mawar juga tidak tau. Mawar hanya berteman biasa sama dia di kampus,"
"Apa?! jadi dia satu kampus sama kamu," Rangga sangat terkejut ketika mendengar kalau Marsel satu kampus dengan Mawar. Ini membuat Rangga semakin takut kehilangan Mawar.
"Iya," jawab Mawar tanpa merasa bersalah, karena memang dia tidak bersalah.
Rangga pun terdiam, sebagai lelaki gentle, dia belum puas kalau belum bicara langsung dengan Marsel. Dia akan mencari waktu yang tepat untuk bisa bertemu dan bicara layaknya laki-laki sejati.
Sedangkan bagi Rena, ini benar-benar tontonan yang sangat menyenangkan. Dia sekarang merasa punya senjata untuk menyingkirkan Mawar dari kehidupan Rangga, sehingga dia bisa kembali lagi dalam pelukan Rangga.
Rena pun tidak menyia-nyiakan kesempatan malam ini, untuk sekedar menambah bumbu-bumbu kehancuran dalam hubungan Rangga dan Mawar. Rena pun berbisik kepada kedua temannya itu untuk membantunya menjalankan rencananya. Sindy dan Mira pun hanya bisa menuruti perintah Rena, meskipun mereka tau kalau itu salah.
Sesuai rencana, Sindy menghampiri Mawar dan mengajak Mawar pergi ke arah yang tidak jauh dari Marsel, dengan alasan ada yang ingin berkenalan dengan Mawar. Setelah Mawar pergi, Rena pun langsung menghampiri Rangga. Dia pura-pura terjatuh didekat Rangga dan mengeluh kesakitan. Sebagai orang yang posisinya paling dekat dengan Rena, tidak lah mungkin Rangga membiarkan Rena begitu saja di depan orang banyak. Dia pun menolong Rena dengan berusaha membantunya berdiri.
"Ternyata kamu masih perduli denganku Rangga,"
"Sebenarnya aku tidak perduli, aku hanya tidak enak dengan orang-orang kalau aku tidak membantumu,"
"Keterlaluan kamu Rangga,"
"Jadi mau dibantu tidak, kalau tidak aku tinggal,"
"Iya-iya mau," Rena pun menyambut uluran tangan Rangga yang akan membantunya berdiri.
__ADS_1
Belum sempat Rena berdiri, Mawar yang berjalan di pinggir kolam dengan sengaja ditabrak Mira yang berlari dari arah berlawanan, sehingga membuat Mawar terjatuh ke dalam kolam renang dan kebetulan Mawar tidak bisa berenang.
Rangga yang melihat dari kejauhan langsung akan berlari menolong Mawar, namun tangannya dipegang erat oleh Rena, sehingga dia harus berusaha dulu melepaskan tangan Rena, namun setelah terlepas dari Rena, dia sudah terlambat. Marsel yang posisinya lebih dekat dengan Mawar ketimbang dia, sudah lebih dulu menyelamatkan Mawar.