BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 57


__ADS_3

Fery yang sedang emosi, kembali menemui Rangga. Dia ingin tau apa alasan Rangga tega menyakiti Mawar sampai membuat Mawar menangis. sesampainya di depan Rangga, Fery yang benar-benar marah dengan Rangga, dia memegang baju Rangga bagian depan, dengan kedua tangannya.


"Apa yang sudah kak Rangga lakukan pada kak Mawar, jawab kak!


"Fery, kamu apa-apaan. Lepaskan kakak!"


"Jawab saja aku kak! kenapa kak Rangga tega membuat kak Mawar menangis? apa ini yang kak Rangga bilang cinta?"


"Mawar menangis? kenapa? Fery, apa maksud kamu, bicara yang jelas,"

__ADS_1


"Udahlah, kak Rangga gak usah pura-pura bego, sekarang jawab saja, apa yang sudah kak Rangga lakukan pada kak Mawar dan apa alasannya. Aku gak terima kalau kak Rangga menyakiti kak Mawar. Fery gak akan pernah rela kak,"


Rangga terdiam, dia mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi, sampai Mawar menangis. Akhirnya Rangga pun mengerti, mungkinkah Mawar melihat saat Rena memeluknya.


"Oke, kak Rangga minta maaf kalau kak Rangga salah. Sekarang gini aja, mending kamu masuk kamar dan ganti pakaianmu, kak Rangga akan menemui kak Mawar. Kak Rangga tidak pernah bermaksud menyakiti kak Mawar, sepertinya ini salah paham, nanti aku ceritakan apa yang sebenarnya terjadi, sekarang kakak mau menemui kak Mawar dulu ya. Sudahlah, Fery jangan emosi. Kak Rangga sangat mencintai kak Mawar, jadi gak mungkin kakak tega menyakitinya, kamu harus percaya sama kakak," ucap Rangga sambil melepaskan pegangan tangan Fery perlahan.


Fery pun mulai merasa sedikit tenang mendengar ucapan Rangga yang sepertinya itu memang benar, dia juga percaya kalau Rangga sangat mencintai Mawar, jadi sepertinya memang sangat tidak mungkin kalau Rangga sampai hati menyakiti Mawar.


"Iya-iya, kak Rangga tau itu. Kamu tenang saja ya, kak Rangga tidak akan pernah menyakiti kakak kesayanganmu itu, kak Rangga janji,"

__ADS_1


Rangga pun tersenyum lalu pergi meninggalkan Fery, dia sama sekali tidak marah meski Fery sudah sedikit kasar padanya. Rangga pun buru-buru ke kamar Mawar.


Sesampainya di kamar Mawar, Rangga langsung membuka pintu dan masuk ke dalam. Dia melihat Mawar sedang duduk di tepi ranjang dengan matanya yang sembab, sepertinya Mawar baru saja berhenti menangis. Rangga pun langsung duduk didekat Mawar.


"Sayang, jangan menangis lagi ya. Sepertinya kamu salah paham sayang, harusnya kamu cari tau dulu apa yang terjadi, jangan langsung menyimpulkan suatu masalah hanya dengan melihatnya saja, karena bisa jadi yang kamu lihat itu tidak sama dengan kenyataannya,"


"Apa lagi mas yang harus aku cari tau, semua sudah jelas, kamu jelas-jelas memeluk Rena, kamu balikan lagi kan sama dia, kamu benar masih mencintainya kan?"


"Tidak sayang, itu semua tidak benar. Aku benar-benar sudah tidak mencintai Rena, aku juga tidak akan pernah kembali lagi padanya. Sudah berapa kali aku bilang, aku sangat mencintaimu, aku tidak akan pernah membagi cintaku dengan wanita manapun, karena aku sudah cukup bahagia denganmu, aku tidak butuh cinta yang lain lagi. Soal yang tadi, jadi gini ceritanya..."

__ADS_1


Rangga pun mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, sampai dia ada di posisi itu.


__ADS_2