
Rangga pun bergegas pergi ke ruang tamu dan betapa terkejutnya dia, saat melihat kalau yang datang itu Rena. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Rena masih berani menemuinya lagi, setelah semua yang dia lakukan pada Rangga beberapa bulan yang lalu.
Rangga masih tetap berdiri, jangankan duduk, melihat Rena pun dia tidak mau.
"Mau apa kamu datang lagi ke sini?" tanya Rangga cetus.
Rena tidak langsung menjawab, dia pun ikut berdiri mendekati Rangga. Dengan wajahnya yang memelas, Rena berusaha menjelaskan kedatangannya.
"Yang pertama, aku ingin meminta maaf pada mu Rangga, karena aku sudah melakukan sebuah kesalahan besar dengan meninggalkanmu. Aku benar-benar menyesal Rangga, aku memang sangat bodoh. Aku mohon, tolong maafkan aku, aku tau aku salah. Kamu mau kan memaafkan ku, aku tidak tenang Rangga. Aku selalu dihantui rasa bersalah padamu, aku mohon maafkan aku," ucap Rena mengiba.
"Menyesal kamu bilang, setelah sekian lama, baru sekarang kamu menyesal. Kemana saja kamu selama ini, saat aku terpuruk dan sangat membutuhkanmu, kamu justru pergi meninggalkan aku dengan pacar barumu itu. Kamu bisa bayangkan, betapa sakitnya aku waktu itu, sakit Rena, sakit sekali,"
Rena tidak tahan lagi mendengar ucapan Rangga, dia pun mulai menangis tersedu-sedu. Dia pun menyadari kalau yang dilakukannya selama ini memang sangat keterlaluan.
__ADS_1
"Maafkan aku Rangga, aku mohon maafkan aku..." ucap Rena sambil menangis dan berlutut dihadapan Rangga, Rena memohon-mohon agar Rangga mau memaafkannya, yang membuat Rangga pun tidak tega melihatnya.
"Apa yang kamu lakukan Rena? aku minta kamu berdiri,"
"Tidak Rangga, aku tidak akan berdiri. Aku akan tetap seperti ini sampai kamu mau memaafkan aku,"
Rangga yang kasihan melihat Rena pun terbuka hatinya, dan langsung memaafkan Rena...
Rena berdiri kembali, dia pandangi keadaan Rangga yang masih memakai tongkat untuk berjalan. Dia yang memang berniat untuk Kembali lagi pada Rangga, merasa masih punya kesempatan dengan melihat keadaan Rangga yang sepertinya masih membutuhkan support dan kasih sayangnya. Rena pun mulai mengungkapkan niat hatinya.
"Rangga, aku ingin kita seperti dulu lagi. Bisakah kamu memberi kesempatan sekali lagi padaku. Aku janji, aku tidak akan mengulangi kesalahanku yang dulu. Aku janji Rangga,"
Belum sempat Rangga menjawab, datang bi Odah membawa minuman untuk Rena. Bi Odah meletakkan minuman itu di atas meja dan buru-buru kembali ke dalam.
__ADS_1
"Silahkan diminum non, permisi," ucap bi Odah.
"Iya, terimakasih bi," jawab Rena.
Rangga tidak merespon ucapan Rena, dia justru mau melangkah masuk ke dalam. Namun buru-buru Rena mencegahnya. Rena memegang tangan Rangga, berusaha menahan Rangga agar tidak sampai meninggalkannya dan mau menerimanya kembali menjadi kekasihnya.
"Lepaskan aku Rena, pulanglah. Jangan kau usik lagi kehidupanku. Aku sudah bahagia tanpa adanya kamu lagi di sampingku. Jadi aku minta pergilah, aku do'akan semoga kamu pun bahagia meski tanpa aku lagi di sisimu. Kita cari jalan kita masing-masing dan tidak usah saling mengganggu,"
"Tidak Rangga, aku tidak bahagia tanpamu. Bahagiaku hanya jika aku bersamamu, karena hanya kamu yang bisa memberikan ketulusan dan kesetiaan cinta padaku, yang tidak bisa ku dapat dari orang lain. Aku benar-benar menyesal Rangga, karena aku baru menyadari itu semua. Aku mohon, beri aku kesempatan sekali lagi, aku mohon Rangga,"
"Tapi sayangnya, kamu terlambat Rena. Aku sudah menemukan orang yang benar-benar tulus menyayangi dan mencintaiku sepenuh hati. Dia juga yang telah mengisi kekosongan didalam hatiku dan kini, tidak ada lagi tempat untukmu lagi di hatiku. Jadi sekarang lebih baik kamu pergi saja tinggalkan aku, dan jangan usik lagi kebahagiaanku," ucap Rangga yang langsung bergegas masuk kedalam.
Rena hanya bisa menangis melihat kepergian Rangga, tapi dia tidak menyerah begitu saja. Dia masih ingin tetap kembali dengan Rangga, karena dia merasa lebih pantas mendapatkan hati Rangga dibanding wanita manapun, karena dia yang dulu pernah dicintai Rangga sepenuh hati Rangga.
__ADS_1