BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 44


__ADS_3

Mawar sangat senang melihat perubahan keadaan Rangga yang semakin hari semakin membaik. Rangga sendiri terlihat sangat bersemangat selama menjalani pengobatan di rumah sakit, Apalagi sekarang ada Mawar disampingnya, yang selalu menjaganya dan menemaninya. Membuatnya semakin semangat untuk bisa cepat sembuh. Dokter pun mengatakan, kalau Rangga semakin membaik, dia bisa pulang dalam beberapa hari ini. Selanjutnya dia bisa memeriksakan kakinya dua Minggu sekali di rumah sakit.


Seperti biasa, Mawar sedang duduk di kursi dekat Rangga. Karena Rangga melarangnya jauh-jauh dari nya. Mereka ngobrol, bercanda yang tidak pernah ada habisnya. Tidak lama kemudian datang dua orang laki-laki menjenguk Rangga, mereka tidak lain adalah Alex dan Rio, sahabat Rangga.


Mereka baru tau kalau Rangga di rawat di rumah sakit dari bi Odah barusan saat mereka akan menemui Rangga di rumah nya. Yang jelas itu membuat mereka kesal dengan Rangga, karena tidak memberitahu mereka kalau dia di rumah sakit.


Namun begitu masuk ke ruangan Rangga, bukannya langsung menyapa Rangga, mereka justru lebih dulu menyapa Mawar.


"Hai Mawar, gimana kabarnya? kamu baik-baik saja kan?" tanya Alex.


"Mawar baik-baik saja mas, kalian berdua baik juga kan?"


"Sama, kita berdua juga baik-baik saja. Baik-baik di hati kamu," goda Alex yang membuat Mawar hanya tersenyum.

__ADS_1


"Kamu gak bosan Mawar, disini sendirian, kalau butuh teman ngobrol aku bisa kok temani kamu, tiap hari juga aku mau temani kamu," timbal Rio.


Rangga yang sudah mulai kesal dengan ulah kedua sahabatnya itu pun langsung ikut bicara.


"Kalian kesini mau nengokin aku apa cuma mau buat aku kesal ha?"


"Wey...ada yang meradang nih, yang harusnya kesal itu kita. Kenapa kamu gak bilang-bilang sama kita kalau kamu disini. Parah loe ngga," gerutu Alex.


"Iya, sorry. Udah ah, gak usah lebay. Aku cuma gak mau ngrepotin kalian,"


"Alah...itu kan alasanmu saja, bilang saja kamu pengen berduaan sama Mawar, biar kita gak ganggu,"


"Nah itu tau," jawab Rangga yang membuat kedua sahabatnya hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Mereka pun mendekati Rangga, lalu bergantian memeluk Rangga. Mereka bertiga sahabat yang baik, meski terkadang candaan mereka sedikit berlebihan, namun memang begitulah gaya bahasa mereka dan mereka tidak pernah sekalipun ambil hati dengan ucapan mereka, yang terkadang terdengar menyebalkan.


Mereka pun langsung ngobrol seru, sementara Mawar memilih menunggu di luar. Karena tetap saja dia seorang gadis desa yang pemalu. Dia merasa kurang pantas berada di satu ruangan dan ngobrol dengan tiga orang laki-laki, sehingga dia memilih keluar ruangan.


Tiba-tiba saja Alex membahas soal Rena, karena beberapa hari yang lalu dia mendapat kabar tentang Rena, mantan pacar Rangga.


"Heh, kalian tau gak, aku denger-denger Rena sudah putus lho sama Rendy. Kabarnya sih gara-gara Rendy ketahuan selingkuh. Akhirnya mereka bertengkar dan yang bikin kaget, Rendy justru lebih memilih selingkuhannya itu ketimbang Rena, jadi bisa dibayangin, pasti sakit banget tuh si Rena,"


"Ya mungkin ini balasan, karena dulu dia pernah nyakitin kamu ngga," timbal Rio.


"Sudahlah, jangan bahas lagi soal itu. Meskipun dia sudah menyakitiku, tapi aku tidak pernah sekalipun berharap dia akan mendapatkan balasannya. Aku sudah ikhlaskan semuanya, Selama ini aku hanya berharap dia tetap bahagia meski tanpa aku lagi,"


Alex dan Rio hanya terdiam mendengar ucapan Rangga yang sepertinya terlihat sangat tulus, wajar kalau Rangga berpikir seperti itu, karena dia dulu memang sangat mencintai Rena.

__ADS_1


__ADS_2