BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 39


__ADS_3

Malamnya, sebelum makan malam Pak Wiryo dan Bu Wiryo menemui Rangga di kamarnya. Mereka membahas masalah pengobatan kakinya Rangga. Mereka berdua sengaja mengambil cuti untuk sementara waktu sekitar dua atau tiga hari untuk mengurus pengobatan Rangga.


"Jadi kamu benar-benar sudah yakin kan Rangga, kalau kamu sungguh-sungguh ingin sembuh dan mau berobat lagi?" tanya pak Wiryo.


"Iya pa, Rangga beneran ingin cepat sembuh, Rangga akan menuruti semua prosedur pengobatan, walaupun itu tidak mudah dan memakan waktu yang tidak sebentar, tapi Rangga akan berusaha menjalaninya sebaik mungkin, karena Rangga benar-benar ingi sembuh pa, ma,"


"Bagus Rangga inilah yang papa harapkan dari kamu selama ini, semangat dan keinginanmu untuk sembuh, dengan seperti ini, papa yakin kamu bisa sembuh secepatnya,"


"Benar apa kata papamu Rangga, semua itu tergantung kamu nya, kalau kamu terus semangat dan pantang menyerah, kamu pasti bisa sembuh. Karena dokter sendiri juga mengatakan kamu masih bisa disembuhkan asal kamu mau menjalani terapi di rumah sakit," timbal Bu Wiryo.


Rangga pun tersenyum bahagia, melihat kedua orang tuanya yang sangat perduli dengan nya dan memberikan semangat untuknya agar dia bisa cepat sembuh.


"Ya sudah, besok kita ke rumah sakit. Papa dan mama sudah ambil cuti beberapa hari untuk mengurus pengobatan kamu,"

__ADS_1


"Terimakasih pa, ma. Rangga janji akan menjalankan semua prosesnya dengan sebaik-baiknya,"


"Ya sudah, papa dan mama keluar dulu ya," ucap pak Wiryo.


"Iya pa," jawab Rangga.


Rangga merasa sangat senang, dia pun sudah tidak sabar menunggu sampai besok pagi. Tidak lama kemudian Mawar masuk ke kamarnya dengan membawa makan malamnya. Karena meski hubungannya sudah membaik dengan keluarganya, namun tetap saja Rangga memilih makan dikamar.


Mawar meletakkan makanan di atas meja, namun sebelum Mawar keluar, Rangga buru-buru memanggil Mawar lalu menyuruhnya duduk.


"Aku cuma mau kasih tau kamu, kalau mulai besok aku akan menjalani pengobatan di rumah sakit. Do'akan aku semoga usaha ku untuk sembuh membawakan hasil.


"Iya mas, aku pasti mendo'akan mu. Karena aku pun sudah tidak sabar ingin melihat mas rangga bisa berjalan lagi. Mas Rangga semangat terus ya, sampai mas Rangga sembuh dan kalau sudah sembuh, jangan lupakan Mawar ya,"

__ADS_1


"Ssst..." ucap Rangga sambil menyentuh bibir Mawar dengan jari telunjuknya.


"Jangan pernah bicara seperti itu lagi ya, karena aku tidak suka mendengarnya, karena aku tidak mungkin melupakanmu. Jangan berpikir yang aneh-aneh,"


Mawar hanya tersenyum dan mengangguk. Entah apa yang ada dipikiran Mawar, sampai dia punya pikiran kalau Rangga akan melupakannya. Ada rasa takut dihati Mawar, takut kalau Rangga akan meninggalkannya setelah dia bisa berjalan nanti. Namun dia berusaha menyembunyikan rasa takutnya itu, agar tidak diketahui oleh Rangga.


"Makanlah mas, keburu dingin. Aku akan menunggumu makan sampai selesai,"


"Tapi aku pengen disuapi,"


Mendengar Rangga ingin disuapi, membuat Mawar ngomel-ngomel gak jelas. Namun tetap saja dia menuruti permintaan Rangga untuk menyuapinya. Akhirnya dia pun mau menyuapi rangga. Karena dihatinya yang paling dalam, dia justru senang melakukan itu. Dia suka, kalau Rangga bermanja-manja padanya.


"Dasar manja, ini supaya kamu besok semangat menjalani pengobatan, makanya aku mau menyuapi mu, jadi biasa aja, gak usah baper dan gak usah lebay,"

__ADS_1


Rangga hanya tersenyum, Dia tidak perduli apa alasan Mawar mau melakukan itu semua. Yang penting dia sudah sangat senang, Mawar mau menyuapinya.


__ADS_2