BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 38


__ADS_3

Pulang sekolah, Fery langsung menemui Mawar. Kebetulan, Mawar sedang makan siang dengan Rangga diruang makan. Tanpa memperdulikan kakaknya Rangga, Fery langsung memeluk Mawar, yang membuat Mawar menjadi bingung.


"Fery, ada apa? kamu kenapa?" tanya Mawar yang merasa heran.


"Terimakasih kak Mawar, semua karena kak Mawar. Akhirnya Fery punya pacar kak, ternyata benar yang dikatakan kak Mawar, ternyata dia juga mencintaiku kak. Fery seneng banget kak, terimakasih ya kak,"


"Iya-iya, tapi kak Mawar boleh tau dong siapa nama gadis yang beruntung itu, yang bisa mendapatkan cintanya Fery,"


"Namanya Rahel kak,"


"Nama yang bagus, pasti orangnya cantik. Selamat ya...akhirnya kalian jadian, semoga hubungan kalian bisa langgeng selamanya. Amin,"


"Amin, sekali lagi terimakasih ya kak Mawar,"


"Sama-sama, ya udah, sekarang ganti pakaianmu sudah itu makan bareng kita,"


Fery pun langsung bergegas ke kamarnya, untuk ganti pakaian. Sementara Rangga masih terdiam di kursi rodanya, dia masih belum percaya kalau Fery bisa sedekat itu dengan Mawar. Dia tidak menyangka kalau kehadiran Mawar dirumahnya, bukan hanya membahagiakan dirinya sendiri. Namun sepertinya semua orang dirumah itu sangat bahagia dengan kehadiran Mawar ditengah-tengah mereka.

__ADS_1


"Kenapa mas kok bengong?" tanya Mawar.


"Kok bisa ya Fery sedekat itu sama kamu. Sampai-sampai dia tidak memperdulikan aku lho,"


"Mas Rangga ada-ada aja," jawab Mawar sambil tersenyum.


Selesai ganti pakaian, Fery langsung menyusul Mawar di ruang makan. Dia baru sadar kalau disitu ada Rangga.


"Lho, ada kak Rangga,"


"Emang tadi kamu gak lihat?"


"Ya jelas cemburu lah, soalnya yang kamu peluk cuma Mawar, sedangkan kakak sendiri gak di perduliin," protes Rangga.


"Sorry kak, gak sengaja. Soalnya Fery udah terlalu seneng tadi, jadi lupa deh sama kak Rangga," ucap Fery sambil memeluk Rangga.


Mereka pun saling berpelukan. Rangga pun ikut bahagia mendengar berita kalau akhirnya Fery bisa punya pacar, karena dengan sikap fery selama ini yang pemalu dan kurang bergaul, membuat Rangga khawatir kalau adiknya tidak akan bisa mendapatkan gadis yang dia sukai. Namun ternyata semua tidak seperti yang dia duga, adiknya ternyata bisa mendapatkan gadis yang sangat dia cintai hanya dengan nasehat dan dukungan dari Mawar.

__ADS_1


"Selamat ya, jaga baik-baik pacar mu itu, jangan pernah sakiti dia kalau memang kamu mencintainya,"


"Iya kak, terimakasih nasehatnya,"


Akhirnya mereka pun melanjutkan makan siang mereka, yang kadang-kadang diselingi dengan obrolan dan candaan-candaan yang seru.


Setelah selesai makan, Mawar membawa piring kotor ke dapur dan langsung mencucinya. Sepertinya dia sudah baikan, mungkin karena dia sudah minum obat dan istirahat yang cukup.


Sementara Fery dan Rangga masih berada di meja makan, mereka makan buah-buahan sekedar untuk cuci mulut yang sudah pasti sambil mengobrol. Siapa lagi yang mereka bahas kalau bukan tentang Mawar.


"Kak Rangga beneran suka kan sama kak Mawar?"


"Kalau iya kenapa? kamu mendukungku kan?"


"Kalau masalah itu, jangan ditanya lagi kak, aku sudah pasti mendukungmu. Karena kak Mawar orangnya baik banget kak, dia selalu perduli dengan kesusahan orang lain, dia juga selalu ingin membahagiakan orang-orang disekitarnya. Bahkan terkadang dia tidak perduli dengan kebahagiaan dirinya sendiri hanya untuk membahagiakan orang yang dia sayang. Makanya kak Rangga harus cepat sembuh, agar bisa membahagiakan kak Mawar, kalau bukan kak Rangga siapa lagi," ucap Fery berusaha menyemangati kakaknya.


"Iya, kamu benar. Aku harus cepat sembuh supaya aku bisa menjaganya dan membahagiakannya,"

__ADS_1


Mungkin inilah gunanya seorang kakak atau adik, bukan hanya saling menyayangi, tapi juga bisa saling mendukung dan saling mengingatkan satu sama lain. Sehingga tercipta suatu hubungan keluarga yang bahagia dan damai, contohnya seperti Fery dan Rangga, yang bisa saling menguatkan satu sama lain.


__ADS_2