
Sedang asyik ngobrol tiba-tiba Mawar ingin ke toilet, dia pun minta izin teman-temannya untuk pergi ke toilet.
"Bentar ya, aku ke toilet dulu," ucap Mawar.
"Aku ikut ya kak, aku juga kebelet nih" timbal Santi.
"Boleh, yuk,"
Mereka berdua pun pergi ke toilet. Setelah beberapa menit Mawar pun keluar lebih dulu. Entah apa yang dilakukan Santi sehingga Mawar harus menunggunya diluar toilet lumayan lama. Saat Mawar sedang mondar-mandir menunggu Santi, tiba-tiba datang seorang cowok yang berlari menuju toilet. Karena saking buru-buru cowok itu tidak bisa menghindar lagi, dia menabrak Mawar yang sedang mondar-mandir di depan toilet.
karena posisinya yang sedang berlari, sehingga membuat cowok itu menabrak Mawar dengan kuat, yang membuat Mawar sampai terjatuh ke lantai.
"Aw!" teriak Mawar menahan sakit di bagian sikunya yang terbentur lantai yang membuat sikunya sampai lecet.
"Duh, Maaf ya. Kamu gak pa-pa kan? tanya cowok itu sambil membantu Mawar berdiri.
"Hati-hati dong kak kalau jalan. Lecet nih siku aku," gerutu Mawar.
"Iya tuh, siku kamu beneran lecet. Kita ke ruang UKS yuk, aku obati luka kamu,"
__ADS_1
"Gak usah kak, gak pa-pa, cuma luka kecil,"
Mawar mengusap-usap lengannya yang kotor, sementara cowok itu malah memandang wajah Mawar sampai tidak berkedip. Mawar pun lama-lama jadi merasa tidak enak, diperhatikan seperti itu.
"Ya udah kak, aku gak pa-pa. Silahkan kalau mau ke toilet,"
Namun cowok itu tidak mendengar ucapan Mawar, sepertinya dia masih terpana dengan wajah cantik Mawar, yang membuatnya tidak berhenti menatap Mawar.
"Kak?" Mawar memanggil cowok itu agar dia tersadar dari lamunannya.
"Iya, kamu bilang apa tadi, sorry aku gak dengar," jawab cowok itu gugup. Mawar pun mengulang lagi ucapannya.
"O ya, beneran kan kamu gak pa-pa. Tapi aku akan tetap menembus kesalahanku, lain kali aku traktir kamu deh, oke? sorry, aku beneran gak tahan nih, bye," ucap cowok itu yang langsung berlari ke toilet.
Santi yang melihat cowok itu dari tadi hanya bisa bengong. Dia kepincut dengan wajah cowok tadi yang sangat tampan, yang membuat Santi tidak sadar kalau dia berjalan ke arah toilet.
"E...e...e, mau kemana kamu Santi?"
"Mau ke kantin lagi kak,"
__ADS_1
"Kantin ke sana, bukan kesini. Parah kamu San, gak bisa lihat cowok ganteng sedikit," gerutu Mawar.
"Gila kak, beneran ganteng banget itu cowok. Aku baru lihat cowok seganteng itu di kampus ini. Oh...bener-bener bikin klepek-klepek kak Mawar,"
Mawar tidak perduli dengan ucapan Santi, dia langsung menarik tangan Santi dan mengajaknya kembali ke kantin. Sesampainya di kantin, Santi duduk sambil terus menghayal.
"Gila, ganteng banget itu cowok,"
"Santi kenapa kak Mawar?" tanya Rahel.
"Dia barusan kesambet di toilet. Gara-gara lihat cowok ganteng di toilet barusan,"
"Huh, dasar kamu San, beneran gak bisa liat cowok ganteng dikit, langsung aja kepincut. Parah loe," gerutu Rahel.
"Kalian belum lihat sih, kalau dah lihat. Ehm, kamu siap-siap aja ditinggalin Rahel Fer,"
"Beneran itu sayang?" tanya Fery, yang sepertinya mulai merasa cemburu.
"Ih...kamu apaan sih Santi, enggak dong sayang. Aku gak semudah itu kok berpindah ke lain hati," bujuk Rahel pada Fery.
__ADS_1
Sementara Mawar dan Lina pun hanya bisa tersenyum melihat kekacauan yang dibuat oleh Santi.