
Fery baru saja pulang dari sekolah, sudah dua hari ini dia pulang dengan wajah yang berseri-seri, sudahlah pasti itu karena sekarang dia mempunyai tambatan hati yang selalu menyemangatinya, yang menjadikan hari-harinya selalu ceria dan bersemangat. Seperti biasa, setiap pulang sekolah selalu saja Mawar yang dia cari, rasanya belum tenang kalau belum melihat kakak kesayangannya itu.
Fery celingukan mencari-cari Mawar, sambil memanggil Mawar berulang kali. Namun tidak ada jawaban dari Mawar. Fery pun mulai merasa gelisah, dia pergi ke dapur menemui bi Odah dan menanyakan Mawar pada bi Odah.
"Kak Mawar kemana sih bi? kok Fery cari-cari gak ada,"
"Ada den, kak Mawar nya lagi nyapu tuh dihalaman belakang. Tadinya sudah bibi larang, karena ini sudah siang, besok lagi, dia juga baru sembuh. Tapi dia tetap memaksa, katanya dia bosan hanya berdiam diri dirumah,"
"Fery tau bi, pasti kak Mawar lagi kangen dan cemas tuh sama kak Rangga, makanya dia cari-cari kesibukan biar gak kepikiran terus sama kak Rangga,"
"Sepertinya yang dikatakan den Fery benar, karena seharian ini bibi lihat dia kurang ceria, seperti tidak bersemangat gitu lho den,"
"Ya udah, kalau gitu Fery samperin kak Mawar dulu ya bi,"
Fery pun langsung bergegas menuju halaman belakang. Sesampainya di sana, Fery melihat Mawar sedang menyapu halaman yang lumayan luas itu. Cuaca panas membuat Mawar sampai berkeringat. Fery langsung menghampiri Mawar, dan mengajaknya pulang ke rumah.
__ADS_1
"Kak Mawar, udah dong nyapu nya. Pulang yuk, panas nih kak, tar kak Mawar kecape'an, tar sakit lagi loh,"
"Iya, ni dikit lagi kok,"
Fery tidak bicara lagi, dia buru-buru bantuin Mawar membuang sampahnya biar cepat selesai.
"Fery... gak usah bantuin, kamu masih capek baru pulang sekolah. Biar kak Mawar saja,"
"Gak pa-pa kak, biar cepat selesai,"
"Kasian adikku yang ganteng ini, capek ya?"
"Huh, capek banget kak. Panas lagi,"
"Makanya nurut, udah kakak bilang gak usah bantuin,"
__ADS_1
"Tapi kan Fery juga gak tega lihat kak Mawar kecape'an. O iya kak, mama belum kasih kabar ya, gimana keadaan kak Rangga, dia masih bisa sembuh gak ya?"
"Belum Fer,"
"Ehm, pasti ini ni yang bikin kak Mawar gelisah dan gak tenang seharian ini. Ya udah, yuk kita masuk kak, kita telpon mama, kita tanya bagaimana keadaan kak Rangga,"
Mawar langsung tersenyum dan beranjak dari duduknya. Fery pun langsung paham kalau Mawar benar-benar sangat mengkhawatirkan keadaan Rangga. Mereka pun langsung bergegas masuk rumah.
Begitu sampai didalam rumah, Fery langsung menelpon mamanya. Dia langsung menanyakan bagaimana keadaan kakaknya Rangga, apakah Rangga bisa sembuh atau tidak. Sementara Mawar yang penasaran, tidak beranjak dari samping Fery, dia sudah tidak sabar mendengar kabar dari Bu Wiryo. Tidak lama kemudian, Fery menutup telponnya, dengan memasang wajah sedihnya, yang jelas itu hanya untuk mengerjai Mawar.
Mawar yang melihat kesedihan di wajah Fery, sudahlah pasti dia mengira kalau Rangga sudah tidak bisa disembuhkan lagi. Dengan wajah sedihnya pun dia bertanya pada Fery.
"Bagaimana keadaan mas Rangga Fer, jadi beneran dia tidak bisa disembuhkan lagi?"
"Tidak," jawab Fery yang membuat Mawar terperangah dan semakin bersedih.
__ADS_1
"hehe... tapi bo'ong. Kak Rangga masih bisa disembuhkan kak!" seru Fery yang membuat Mawar terlihat sangat senang namun dia juga kesal dengan Fery yang sudah mengerjainya. Mawar pun berusaha mencubit Fery, yang membuat Fery berlari-lari menghindarinya.