
Sementara Rena dan teman-temannya sedang mengobrol. Rupanya mereka sedang membahas soal Mawar, yang membuat Rena tiba-tiba merasa kesal.
"Eh Ren, emang Mawar beneran Art nya Rangga?"
"Ya iya, emang siapa? aku lihat sendiri dengan mata kepalaku, waktu aku menemui Rangga ke rumahnya,"
" Wah, jangan-jangan dia pacar barunya Rangga. Bisa jadi kan, buktinya dia bisa kuliah di tempat ini, pasti itu keluarganya Rangga yang biayain. Gak mungkin kan secara seorang Art bisa kuliah di tempat seperti ini. Kayaknya kamu perlu berhati-hati tuh sama Mawar, mana dia cantik banget lagi," ucap sindy, salah satu temannya Rena.
"Iya Ren, bener yang dibilang sindy tu. Walaupun dia cuma Art, tapi sepertinya dia saingan berat buat Loe," timbal Mira.
"Udahlah, kalian tu apa-apaan sih. Bikin orang emosi aja. Lagian gak mungkin Rangga jatuh cinta sama Art itu, gak pantas dan ga level. Cuma aku yang pantas untuk Rangga, ngerti kalian!" bentak Rena yang kesal dengan kedua temannya itu.
"Iya, ngerti," jawab Sindy dan Mira berbarengan.
__ADS_1
Mereka berdua memang sahabat setia Rena, karena diantara mereka Rena yang paling kaya, yang sering membantu mereka. Jadi walaupun Rena jutek sama mereka, tetap aja mereka mendukung Rena, entah itu benar, entah itu salah. Karena kalau uang sudah bicara, pasti mereka berdua aman dan nurut.
Mawar, Fery, Rahel dan kedua teman Rahel kebetulan mereka satu ruangan. Sehingga itu membuat mereka semakin akrab. Hari pertama mereka terlihat sangat menyenangkan. Teman baru, suasana baru dan cerita baru dalam kehidupan mereka, yang pastinya akan membuat suasana hati mereka menjadi lebih semangat dan berwarna.
Saat jam istirahat pun mereka masih terus bersama-sama. Bercanda dan ngobrol seru di kantin. Mawar yang usianya lebih tua dari mereka, selalu berusaha menjadi contoh dan sekaligus menjadi seorang kakak yang baik untuk mereka. Sehingga mereka semua benar-benar merasa nyaman bersahabat dengan Mawar. Kebaikan dan keramahan Mawar, membuat mereka bisa menerima Mawar dengan baik meski dia hanya seorang Art.
"Kak Mawar, cerita dong. Fery kalau di rumah itu gimana sih kak? dia suka keluyuran ya?" tanya Rahel.
Belum sempat Mawar menjawab, Fery sudah memotong lebih dulu.
"Makanya, kamu jangan macam-macam sama aku. Karena sekarang aku udah punya cctv di rumah kamu," timbal Rahel yang membuat mereka tidak berhenti tertawa.
"Kamu tenang aja Rahel, Fery aman kok. Dia ini adik ku yang paling baik, dia gak pernah aneh-aneh kok orangnya. Keluyuran pun dia tidak pernah, tapi dia manja banget orangnya, maklumlah anak mama," ejek Mawar pada Fery.
__ADS_1
"Emang bener kak, ni orang memang manja banget. Aku sebagai pacarnya, benar-benar harus ekstra sabar menghadapi dia. Pokoknya lebay abis aku kalau sama dia,"
"Tapi kamu cinta berat kan sama Fery?" goda Santi.
"Iya, tiap hari yang diomongin Fery mulu, sampai bosan kita dengarnya. Mana kita jomblo lagi," timbal Lina.
Mereka semua pun tertawa lepas, yang membuat wajah Fery memerah menahan malu tapi tetap saja hatinya berbunga-bunga mendengar obrolan mereka yang membuatnya serasa melayang-layang di udara.
"Udah, jangan ngomongin Fery lagi. Liat tuh dia jadi salah tingkah, kasihan nanti malam dia gak bisa tidur," ejek Mawar.
"udah dong kak, Fery malu nih,"
"Gak pa-pa sayang, yang penting jangan malu-maluin," timbal Rahel.
__ADS_1
"Sayang, kamu sekarang kok nakal sih. Awas kamu ya, aku pencet hidungmu,"
Fery mendekati Rahel, berusaha mau memencet hidung Rahel. Yang membuat Rahel terus menghindar sambil menutup hidungnya dengan kedua tangannya. Sementara yang lain hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah keduanya.