BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 64


__ADS_3

Selesai makan, mereka masih tetap membahas soal hari pertama mereka kuliah. Seperti tidak ada habisnya, mungkin karena mereka baru merasakan betapa senangnya menjadi seorang mahasiswa.


"O iya mas, tadi kamu dapat salam loh, dari mantan kamu," ucap mawar.


"Mantan yang mana, mantanku banyak,"


"Iih...mas Rangga, kok gitu sih,"


"makanya, jangan ngejek,"


"Siapa yang ngejek, emang beneran kok. Ya gak Fer?" Fery pun mengangguk.


"Terus sayang mau apa? mau aku terima salam dari Rena, terus q titip salam balik, terus besok-besok aku ajakin dia balikan. Sayang pengen gitu?"


"Bodo amat," jawab Mawar cetus.

__ADS_1


Mawar tidak bicara lagi, dia hanya cemberut. Yang membuat Rangga tertawa-tawa, Niat Mawar ingin mengejek Rangga, tapi justru dia sendiri yang mendapat sasaran kejahilan Rangga.


"Udah, kalian gak usah saling ejek, mending kalian saling berhati-hati aja, karena hubungan kalian kayaknya akan ada banyak ujian deh, kalau kalian gak berhati-hati bisa bahaya tuh hubungan kalian kedepannya. Apalagi rawan banget tuh yang jatuh cinta sama kak Mawar,"


Rangga dan Mawar tidak menjawab ucapan Fery, mereka hanya terdiam, sepertinya yang dikatakan Fery itu ada benarnya, mereka memang harus berhati-hati dan harus saling percaya agar bisa melewati semua ujian cinta mereka.


"Kak Mawar, Fery mau ke kamar dulu ya, mau istirahat, capek nih,"


" Iya, istirahatlah,"


"Lebay..." jawab Fery dan Mawar berbarengan, lalu mereka pun pergi ke kamar mereka masing-masing untuk istirahat, Sementara Rangga, hanya tersenyum melihat kepergian mereka.


Malamnya, Pak Wiryo dan Bu Wiryo sedang bersantai di ruang tamu. Tiba-tiba Bu Wiryo ingin tau bagaimana cerita Fery dan Mawar dihari pertama mereka kuliah. Bu Wiryo pun memanggil Fery dan Mawar, untuk sekedar ngobrol dengan mereka.


"Ada apa ma?" tanya Fery.

__ADS_1


"Kalian berdua duduk sebentar disini, sekarang ceritain ke mama, bagaimana suasana hari pertama kalian kuliah. Mama pengen denger, pasti sangat menyenangkan bukan?"


Fery dan Mawar pun menceritakan semua keseruannya tadi di kampus. Pak Wiryo dan Bu Wiryo pun sangat senang mendengarnya.


"Baguslah kalau tidak ada masalah, semoga kedepannya akan terus seperti itu. Semangat terus ya kalian belajarnya, jangan pernah putus asa mengejar cita-cita," ucap pak Wiryo.


"Iya, kamu betul-betul kuliahnya Fer, awas saja kalau sampai kamu ikut-ikutan kegiatan yang tidak bermanfaat disekolah. Awas juga kalau kamu keluyuran gak jelas kayak pemuda-pemuda yang lainnya," tegas Bu Wiryo.


"Iya-iya ma, Fery aman kok. Gak pernah dan gak mau Fery seperti itu ma,"


"Iya, mama percaya sama kamu. Kamu juga hati-hati ya Mawar, apalagi kamu cewek, kamu harus bisa menjaga diri ya nak. Ibu juga titip Fery ya, selalu ingatkan dia kalau dia berbuat salah. Pokoknya intinya kalian harus saling menjaga satu sama lain. Agar jangan sampai terjadi apa-apa dengan kalian. Maafkan kami, yang tidak bisa selalu ada untuk kalian. Tapi kami sangat menyayangi kalian dan ingin yang terbaik untuk kalian," tegas bu wiryo.


"Iya Bu," jawab Mawar.


"Oke ma," jawab Fery.

__ADS_1


Mereka pun kembali melanjutkan obrolan tentang suasana di kampus mereka dan hal-hal lain yang membuat obrolan mereka menjadi sangat seru. Mawar pun sudah mulai terbiasa dengan keluarga Rangga, dia tidak lagi merasa canggung dan malu. Semua terlihat biasa saja, sama sekali tidak terlihat sedikitpun perbedaan antara Art dan majikannya.


__ADS_2