BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 71


__ADS_3

Mawar mengambil baju berwarna coklat yang dipegang Fery, sepertinya dia benar-benar menyukainya. Dia pun langsung melihat harganya, meski Rangga menyuruhnya mengambil barang tanpa melihat harganya, namun tetap saja dia penasaran. Mawar pun terperangah ketika melihat harga baju yang tertera di situ, benar-benar harga yang sangat mahal bagi seorang Mawar. Dia pun meletakkan kembali baju itu, yang membuat Fery menjadi bingung.


"Lho kak, kok ditaruh lagi. Katanya tadi bagus, kak Mawar suka kan? kenapa gak jadi diambil?"


"Gak ah Fer, terlalu mahal. Sayang duitnya cuma untuk beli baju semahal itu. Mending buat beli yang lain,"


Fery hanya tersenyum melihat sikap Mawar yang benar-benar sederhana itu. Fery pun mengambil lagi baju yang tadi sudah ditaruh Mawar.


"Fery, kok diambil lagi sih. Udah, gak usah, aku bilang gak usah. Kita cari yang lain aja ya," bujuk Mawar.


Rangga baru kembali dari toilet, melihat ribut-ribut Rangga pun bertanya pada Fery.


"Ada apa Fer, kok kayaknya kakak dengar ada ribut-ribut?"

__ADS_1


"Ini nih kak Mawar, bajunya suruh balikin lagi ketempat nya. Katanya gak jadi beli karena kemahalan,"


"Sayang...kan tadi aku udah bilang, gak usah dilihat harganya, kalau kamu suka ambil saja gak usah ragu-ragu. Ya udah, sekarang gini aja. Biar aku yang Carikan, yang pilihkan dan akan aku ambil mana saja yang aku suka. Jadi sayang diam saja. Aku yakin, walaupun bukan pilihanmu sendiri kamu pasti akan tetap cocok memakainya. Karena kamu sudah cantik sayang, jadi mau pakai baju model kayak gimanapun tetap saja kamu terlihat cantik,"


Selesai belanja, sudahlah pasti mereka mencari kuliner, karena perut mereka memang sudah keroncongan. Lagi-lagi Rangga dan Mawar harus menuruti keinginan Fery yang ingin makan ditempat yang mana dulu dia dan Rangga sering ke sana. Rangga pun menyetir mobilnya menuju ke tempat tersebut.


Sementara Mawar masih sibuk dengan baju yang dibelikan Rangga, yang jumlahnya tidak sedikit itu, dia benar-benar tidak percaya kalau Rangga akan membelikannya baju sebanyak itu. Mawar terus saja merasa malu dan gak enak hati.


"Lain kali aku gak mau ah kalau diajak belanja lagi, itu banyak banget lho mas. Mawar benar-benar merasa gak enak nih mas,"


Sesampainya di restoran yang mereka tuju, tidak menunggu lama, mereka pun langsung memesan makanan. Sambil menunggu pesanan datang, Fery dan Mawar pergi ke toilet, sementara Rangga masih duduk ditempatnya.


Tidak lama kemudian, datang seorang cewek menghampiri Rangga. Dia adalah Lisa, teman kuliah rangga dulu.

__ADS_1


"Hai Rangga, apa kabar?"


"Hai Lis, kabar aku baik. Kamu sendiri?"


"Sama, kabar aku juga baik. Kamu sendirian ngga?,"


"Enggak, bertiga. yang dua masih di toilet,"


"Kebetulan ngga, kita ketemu disini. Aku mau mengadakan pesta ulang tahunku Minggu depan, Kamu datang ya, awas aja kalau gak datang, Nanti undangan nya aku kirim tempat kamu. O iya, jangan lupa bawa pasangannya," goda Lisa,"


"Iya, kamu tenang aja kalau soal itu,"


"Ya udah, aku cabut dulu ya, bye, jangan lupa datang lho,"

__ADS_1


"Iya, bye juga," jawab Rangga.


Beberapa menit kemudian, Fery kembali dari toilet tidak lama kemudian, menyusul Mawar. Setelah semua pesanan datang, mereka pun langsung menikmati makan siang mereka di restoran favorit Fery dan Rangga.


__ADS_2