BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 74


__ADS_3

Rangga sedang berada di dalam kamar, dia sedang memperhatikan gaun pesta yang baru saja dia beli untuk Mawar. Karena besok malam dia berencana mengajak Mawar pergi ke pesta ulang tahun temannya Lisa. Dia belum memberitahu Mawar, dia baru akan mengatakannya nanti malam.


Setelah merasa yakin kalau gaun yang dia beli benar-benar cocok untuk Mawar, Rangga pun keluar menemui Fery dan Mawar yang sedang menonton acara televisi di ruang tengah.


Mereka bertiga pun asyik ngobrol sambil menonton acara televisi. Tiba-tiba bel rumah berbunyi, Rangga akan bergegas membuka pintu, namun Mawar melarangnya.


"Gak usah mas, biar Mawar aja yang bukain pintu,"


Mawar pun bergegas pergi ke ruang tamu. Dia buru-buru membuka pintu rumah dan ternyata yang datang Rena. Keduanya pun sama-sama cemberut. Mawar yang sudah paham kalau Rena pasti mau bertemu Rangga, tanpa menyapa Rena terlebih dulu, langsung membalikkan badannya berniat memanggil Rangga. Namun Rena buru-buru menahannya.


"E...e, mau kemana kamu? gak sopan banget sih, ada tamu bukannya disuruh masuk malah main nyelonong aja. Kamu tu emang belagu banget ya, gak dirumah gak di kampus. Ngaca dong, kamu tu cuma Art, jadi gak usah sok-sokan gitu deh,"

__ADS_1


"Lho, kok mbak Rena malah marah-marah sih. Mbak Rena mau ketemu mas Rangga kan, ya ini mau saya panggilin. Kalau gak mau ya udah, aku tutup lagi pintunya, mbak Rena pulang aja. Mau bertamu kok marah-marah," gerutu Mawar yang jelas membuat Rena semakin emosi.


"Kamu, benar-benar Art tidak tau diri kamu ya!" bentak Rena sambil matanya yang melotot. Rena benar-benar tidak bisa menahan emosinya, dia mengangkat tangannya dan langsung melayangkan ke arah wajah Mawar, namun dengan cepat Mawar menahannya, dia memegang tangan Rena dengan kuat, sehingga Rena kesusahan melepaskannya.


"Kurang a**r kamu Mawar! lepasin tanganku, aku bilang lepasin!"


Mawar pun melepaskan tangan Rena. Rena memegangi tangannya yang kesakitan.


"Ada apa lagi sih Ren kamu kesini, kamu mau cari masalah ya kesini?"


"Kok kamu malah nyalahin aku sih Rangga. Jelas-jelas yang cari masalah itu Art kamu yang gak tau diri ini,"

__ADS_1


"Sayang, kamu gak pa-pa kan?" tanya Rangga pada Mawar sambil menyentuh kedua bahu Mawar, yang jelas membuat Rena terperangah.


"Apa kamu bilang tadi Rangga, sayang? apa maksud kamu panggil cewek gila ini sayang? enggak Rangga, jangan bilang kalau Art ini yang sudah menggantikan posisi aku dihati kamu, enggak. Itu gak mungkin kan Rangga, itu gak benar kan Rangga?"


"Itu benar, memang Mawar yang sudah mengisi hatiku saat ini dan tidak ada tempat untukmu lagi di hatiku,"


"Kamu bercanda Rangga, gak mungkin dia yang cuma Art, gadis kampung yang gak tau diri ini, menggantikan posisiku. Sadar dong Rangga, dia sama sekali tidak pantas untukmu. Aku yang jauh lebih pantas untukmu Rangga, aku gak percaya Rangga, kamu pasti bohongi aku kan, kamu masih cinta kan sama aku Rangga?"


"Kamu yang tidak tau diri Ren, pergilah. Aku sudah bahagia dengan Mawar, jangan pernah kamu ganggu hubungan kami,"


"Cukup Rangga! sudah kubilang, aku tidak percaya dengan ini semua. Aku tau kamu berbohong dan kamu Mawar, ngapain kamu masih disini, urus saja pekerjaan kamu di dapur, gak usah ikut campur urusan majikan kamu!"

__ADS_1


"Cukup Ren! kalau memang kamu tidak percaya, aku akan buat kamu percaya," ucap Rangga yang lalu meraih pipi Mawar dengan kedua tangannya, lalu mencium bibir Mawar dengan mesra di depan Rena. Yang membuat Rena seketika terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


__ADS_2