
Rena terlihat sangat marah dan kecewa. Dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Rena yang tidak tahan melihat Rangga mencium Mawar didepan matanya pun langsung pergi,
"Gila kamu Rangga, keterlaluan!" ucap Rena yang langsung pergi meninggalkan Rangga dan Mawar.
Setelah Rena pergi, Mawar langsung melepaskan ciuman Rangga. Kemudian langsung memarahi Rangga.
"Mas Rangga apa-apaan sih, kok bisa-bisanya cium Mawar didepan Rena. Itu namanya gak sopan mas, emang bener kata Rena, mas Rangga emang udah gila,"
"Iya sayang, aku tau itu gak baik. Tapi mau gimana lagi, kamu tau sendiri kan sayang, gimana sikap Rena. Dia sudah gila, tidak bisa diajak bicara baik-baik lagi. Jadi memang harus dengan cara gila pula menghadapi dia, barulah dia akan mengerti. Buktinya dia langsung pulang, kalau gak digituin dia gak pulang-pulang dan hanya akan membuat kekacauan disini,"
"Ya sudahlah, lain kali jangan kayak gitu lagi ya, malu ah,"
"Iya sayang, ya udah, kita masuk yuk,"
Mereka pun kembali ke ruang tengah dan melanjutkan lagi obrolan mereka yang sempat tertunda.
__ADS_1
Sementara itu Rena yang masih mengendarai mobilnya, masih terus marah-marah dan uring-uringan sepanjang jalan.
"Keterlaluan kamu Rangga, tega kamu mencium cewek kampung itu didepan mataku. Hah...! awas aja kamu Mawar, aku akan buat Rangga membencimu dan meninggalkanmu, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah rela Rangga bersama wanita lain. Apalagi dengan kamu Mawar, tidak akan kubiarkan itu terjadi, awas aja kamu Mawar,"
Pikiran Rena benar-benar kacau, karena terlalu banyak yang dia pikirkan, sampai dia kehilangan konsentrasinya menyetir mobilnya. Sehingga dia hampir saja menabrak orang, untunglah dia bisa menghindarinya.
"Woi! yang benar dong nyetirnya, sembarangan saja," gerutu orang itu.
Rena tidak menjawab apa yang dikatakan orang itu, dia juga tidak terlalu peduli. Rena justru buru-buru mengencangkan laju mobilnya, meninggalkan orang itu.
"Huh! sial banget sih aku hari ini, benar-benar menyebalkan," gerutu Rena didalam mobi.
"Emang bener kak, Rena itu sekali-kali emang harus digituin, biar dia kapok. Karena sepertinya dia memang tidak bisa diajak bicara baik-baik lagi,"
"Huh, kalian itu sama aja. Gak ada yang kasihan ya sama Rena," ucap Mawar.
__ADS_1
"Orang model Rena emang gak bisa dikasihani lagi kak. Udah biarin aja,"
"Tau ah, aku mau tidur," cetus Mawar yang langsung pergi ke kamarnya.
Rangga tau, Mawar pasti masih kesal karena dia cerita soal kejadian tadi sama Fery, yang jelas itu juga membuatnya merasa malu dan marah. Rangga pun bisa memaklumi itu semua.
Malamnya, Rangga menemui Mawar. Dia ingin minta maaf lagi soal tadi siang dan menyampaikan soal pesta ulang tahun temannya, kalau Rangga akan mengajaknya ikut serta dalam acara itu. Rangga juga memberikan baju yang sudah dibelinya tadi siang untuk Mawar.
"Sayang, aku minta maaf ya soal tadi siang, karena aku dah cerita sama Fery,"
"Iya, mas Rangga kok tau sih kalau Mawar marah dan malu,"
"Tau dong, apa sih yang gak aku tau tentang kamu sayang. O iya, ini aku belikan baju buat kamu, dicoba nanti ya. Aku juga akan ajak kamu ke pesta ulang tahun teman aku besok malam,"
"Mas Rangga apaan sih, gak mau ah, Mawar malu,"
__ADS_1
"Eitz... gak boleh malu dan gak boleh nolak, titik," ucap Rangga.
Mawar pun tidak bisa menolak lagi, Rangga sudah mempersiapkan semuanya, dia tidak mau melihat Rangga sedih dan kecewa, kalau dia tetap menolaknya. Akhirnya Mawar pun bersedia ikut ke pesta besok malam.