BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 85


__ADS_3

Mawar terus memohon kepada Rangga, agar Rangga mau percaya dengan penjelasannya, kalau itu semua tidak benar, kalau ada orang yang sengaja memfitnahnya. Namun Rangga tetap dengan penilaiannya, kalau Mawar ternyata bukan wanita baik-baik. Baginya, foto itu sudah cukup jelas membuktikan seperti apa Mawar itu sebenarnya.


"Mas Rangga, aku mohon mas, percaya padaku. Aku tidak seperti yang kamu lihat difoto itu mas, aku bukan wanita murahan mas, aku mohon percayalah mas," ucap Mawar memohon sampai dia bersimpuh sambil memeluk kaki Rangga, tapi Rangga tetap saja tidak percaya.


"Aku sangat membencimu, aku tidak mau lagi melihat wajahmu," ucap Rangga sambil mendorong tubuh Mawar lalu bergegas keluar meninggalkan Mawar.


Mawar pun hanya bisa pasrah, dia tidak sanggup lagi mengejar Rangga, dia hanya bisa menangis sejadi-jadinya tanpa bisa berbuat apa-apa.


Tidak sengaja, Fery melihat Rangga keluar dari kamar Mawar dengan wajahnya yang terlihat seperti sedang emosi. Fery pun memilih pergi ke kamar Mawar dan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi. Betapa terkejutnya Fery melihat Mawar duduk di lantai sambil menangis. Fery pun langsung menghampiri Mawar dan langsung memeluk Mawar.


"Kak Mawar, ada apa ini. kenapa kak Mawar menangis, apa yang sudah dilakukan kak Rangga sampai membuat kak Mawar menangis?"


Mawar tidak menjawab, jarinya menunjuk ke arah foto-foto yang berserakan di atas kasur. Fery pun melepaskan pelukannya dan mengambil foto-foto itu, lalu melihatnya satu per satu.


"Astaghfirullahhal'zim...ini pas kejadian kemarin kan kak? tapi kok bisa..."


"Entahlah Fery, kak Mawar juga tidak tau, siapa yang sudah tega melakukan ini semua. Kak Mawar juga tidak tau siapa yang sudah mengambil foto kak Mawar saat keadaan kak Mawar seperti itu, kak Mawar tidak melakukan apa-apa Fer, baju kakak yang terbuka itu perbuatan tiga laki-laki itu, sepertinya ada yang sengaja merencanakan ini semua, sehingga intinya seolah-olah kakak sudah melakukan perbuatan tidak senonoh dengan Marsel. Terserah Fery mau percaya atau tidak, kak Mawar sudah pasrah, kak Mawar tidak bisa berbuat apa-apa lagi," ucap Mawar sambil terus menangis.


Fery meletakkan foto-foto itu kembali, dia menghampiri Mawar dan memeluk Mawar lagi. Dia membelai rambut Mawar dengan lembut.


"Kak Mawar jangan khawatir, Fery sepenuhnya percaya sama kak Mawar. Karena Fery tau, siapa kak Mawar, Fery percaya, kak Mawar tidak mungkin melakukan hal serendah itu. Sudahlah kak, jangan menangis lagi. Sudah terlalu sering kak Mawar menangis, Fery tidak tega melihatnya. Kak Mawar harus kuat, kak Mawar sendiri kan yang selalu mengajari Fery untuk menjadi orang yang selalu kuat menghadapi semua ujian. Jadi Fery juga minta kak Mawar sendiri harus kuat, ada Fery disini yang selalu mendukung kak Mawar,"


"Makasih ya Fer, kamu selalu ada untuk kakak, kamu memang adik yang baik. Kamu bisa mengerti dan memahami kakak. Tapi mas Rangga, kenapa dia seperti itu Fer, kenapa dia tidak bisa memahami kakak, kenapa?"

__ADS_1


"Kakak tenang ya, Fery akan bicara sama kak Rangga nanti, Fery yang akan menjelaskan semua sama kak Rangga. Udah, kak Mawar jangan nangis lagi ya,"


Fery masih tetap memeluk Mawar, dia belum beranjak dari tempatnya sampai Mawar benar-benar merasa tenang. Fery sangat menyayangi Mawar, dia tidak akan tega meninggalkan Mawar dalam keadaan seperti itu.


"Fery, kamu sayang banget ya sama kakak?"


"Iya kak, Fery sayang banget sama kak Mawar. Kenapa kak?"


"Gak pa-pa Fer, kakak hanya merasa beruntung aja, disini kakak bisa punya adik sebaik kamu. Dikampung kakak juga punya adik namanya Alfi, dia juga baik kayak kamu, tapi dia masih kecil. Bedanya sama kamu, kalau kamu selalu minta kasih sayang dari kakak tapi kalau Alfi selalu minta mainan sama kakak. Kalian sama-sama kakak sayang dan sama-sama ada dihati kakak,"


"Terimakasih kak Mawar, mau berbagi kasih sayang untuk Fery dan Alfi. Kapan ya Fery ketemu Alfi, Fery mau kasih dia mainan yang banyak, biar dia sibuk dengan mainannya, jadi kak Mawar bisa buat Fery aja," gurau Fery yang membuat Mawar tersenyum.


"Kamu nakal Fer, nanti kakak jewer kuping mu,"


"Iya-iya, Fery cuma bercanda kak,"


"Pergilah keluar Fer, kak Mawar sudah merasa lebih tenang. Kak Mawar ingin menyendiri dulu,"


"Beneran kak Mawar gak pa-pa Fery tinggal, Fery takut terjadi apa-apa sama kak Mawar,"


"Gak pa-pa Fer, kak Mawar baik-baik saja. Keluarlah, jangan lama-lama disini, nanti mas Rangga marah sama kamu,"


"Ya udah, Fery keluar ya. Tapi kalau kak Mawar butuh apa-apa panggil Fery ya kak,"

__ADS_1


"Iya,"


Fery pun keluar dari kamar Mawar, dia langsung menuju ke kamar Rangga. Dia membuka pintu, dilihatnya Rangga sedang berbaring di atas ranjang. Fery pun masuk ke kamar Rangga, perlahan dia mendekati Rangga.


"Kak Rangga, bisa kita bicara sebentar,"


"Bisa, tapi kalau masalah Mawar, mending kamu keluar. Karena kakak tidak mau mendengar apapun tentang dia,"


"Tapi kak Mawar tidak bersalah kak, dia hanya korban disini. Dia difitnah kak, mungkin ada orang yang ingin hubungan kalian berakhir, ayo dong kak, jangan seperti ini. Kita cari tau sama-sama kebenarannya. Kasian kan Mawar,"


"Sudah cukup Fer! kakak bilang keluar kamu dari kamar kakak,"


Fery tidak perduli meski Rangga memarahinya, membentaknya. Dia tetap berusaha menjelaskan kepada Rangga kalau Mawar tidak bersalah.


"Fery tau kak kejadian sebenarnya, karena kak Mawar sudah menceritakan semuanya pada Fery. Jadi ceritanya..."


Fery pun menceritakan semua yang dialami Mawar satu hari yang lalu, sampai akhirnya dia justru menjadi korban fitnah orang yang tidak bertanggung jawab. Namun Rangga yang sudah dibutakan mata dan hatinya oleh rasa benci dan amarah pada Rangga, tetap saja tidak mau percaya dengan penjelasan Fery, membuat Fery pun berbalik membenci Rangga.


"Jadi hanya sebatas ini cinta kakak sama kak Mawar, sungguh sangat memalukan. Setelah semua yang kak Mawar berikan untuk kak Rangga, inikah balasan mu kak, Fery sangat kecewa dengan sikap kak Rangga yang seperti ini, bahkan Fery sangat membenci kak Rangga,"


"Sadarlah dengan ucapan mu Fery, jangan percaya dengan kata-katanya, kamu pun mungkin menjadi korban rayuan wanita murahan itu,"


Ucapan Rangga, benar-benar terdengar sangat menyakitkan, jelas itu membuat Fery emosinya memuncak, dia tidak terima kakak kesayangannya disebut wanita murahan didepan matanya. Tanpa Rangga duga, Fery melayangkan pukulan tepat kearah wajah Rangga, yang membuat mulutnya sampai berdarah. Rangga ingin membalas, tapi lagi-lagi dia kalah cepat dengan Fery, sehingga Fery berhasil memberi satu pukulan lagi kearah wajah Rangga, yang membuat tubuh Rangga roboh di atas kasur.

__ADS_1


Fery yang emosi, masih terus menyerang Rangga, dia memegang baju Rangga bagian depan, dia memberi satu pukulan lagi, tapi bukan kearah Rangga, melainkan tepat dipinggir wajah Rangga sehingga hanya mengenai kasur.


"Sekali lagi Fery dengar kak Rangga merendahkan kak Mawar, Fery tidak akan memaafkan kak Rangga, Fery akan buat kakak menyesal seumur hidup. Ingat itu," ucap Fery yang langsung keluar meninggalkan Rangga.


__ADS_2