BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 90


__ADS_3

Beberapa hari berada di rumahnya, Mawar terlihat sangat bahagia. Dia melewati hari-hari dengan penuh suka cita bersama keluarga nya. Namun hati kecilnya tidak bisa dibohongi, kalau dia sangat merindukan Rangga. Rindu dengan pelukan hangat Rangga, belaiannya, kasih sayangnya, perhatiannya, candanya. Mawar merindukan semua yang ada pada Rangga, yang selalu dia rasakan setiap hari setiap waktu, saat dia berada di rumah Rangga.


"Mas Rangga, kamu lagi apa sayang. Aku kangen banget sama kamu mas, kangen banget," ucap Mawar lirih di suatu malam, saat dia susah tidur karena teringat terus pada Rangga. Tidak terasa, air matanya pun menetes di pipinya.


Meskipun dia sangat membenci sikap Rangga yang egois dan juga ucapannya yang telah melukai hatinya. Namun tetap saja, rasa cintanya tidak berkurang sedikitpun untuk Rangga. Mawar sangat mencintai Rangga dan akan tetap seperti itu.


Mawar belum juga bisa tidur, dia juga teringat Fery. Mawar membayangkan bagaimana Fery tanpa dia disana. Mawar tau, Fery pasti sangat kehilangan dia. Ingin sekali rasanya dia menelepon Fery, karena dia juga sangat merindukan Fery. Namun dia tetap bertahan untuk tidak menghubungi keluarga Rangga, semuanya. Karena dia sengaja ingin melupakan semua, semua kenangan tentang keluarga Wiryo.


Sementara itu di rumah Rangga, hari demi hari suasana semakin sunyi. Fery tidak pernah jauh dari handphonenya. Dia masih terus berusaha menelpon Mawar, berharap sewaktu-waktu Mawar mau mengangkat teleponnya.

__ADS_1


Tidak ada ceria, tidak ada canda tawa. Yang ada hanyalah kerinduan yang mendalam dihati Fery untuk Mawar. Tidak ada lagi tempat dia bercerita, bercanda, bermanja dan tertawa lepas. Semua tinggallah kenangan yang akan selalu tersimpan dihati Fery.


Sementara Rangga pun, belum juga bisa tidur. Dia juga sangat merindukan Mawar. Dia pun merindukan semua yang ada pada Mawar. Rangga melihat seluruh ruangan kamarnya, hampir di setiap sudut kamarnya ada bayangan Mawar. Bagaimana tidak, berbulan-bulan Mawar menemaninya di kamar itu, jelas saja kalau Rangga masih bisa mengingat dengan jelas semua kenangannya bersama Mawar di kamarnya. Bahkan semua benda yang ada di kamarnya itu pun pernah disentuh oleh Mawar. Sehingga apapun yang Rangga sentuh, pasti ada kenangannya bersama Mawar.


"Sayang, aku kangen banget sama kamu sayang. Maafkan aku sayang, andaikan ada cara untuk menebus kesalahanku apapun itu akan aku lakukan, agar kamu bisa memaafkan ku dan mau menerimaku kembali di hatimu. Sayang, aku benar-benar sangat merindukanmu sayang. Mungkinkah kita bisa bersama lagi sayang, melewati hari-hari bersama dengan penuh suka cita dan kebahagiaan. Tapi sepertinya itu hanya mimpi bagiku sayang. karena aku tau, kamu tidak akan pernah mau kembali lagi padaku. Karena aku sadar, kalau kesalahanku sudah sangat fatal,"


Sudah beberapa hari, Rangga tidak bisa tidur. Dia terlihat sangat pucat, mungkin karena dia yang selalu bergadang hampir setiap malam. Makan pun dia tidak selera. Dia benar-benar terlihat kurus dan tidak terawat. Dia merasa kehilangan gairah hidupnya.


Bu Wiryo pun memanggil bi Odah, untuk menanyakan bagaimana kabar Mawar di rumah nya. Bu Wiryo mengatakan pada bi Odah, kalau dia sangat mengharapkan Mawar kembali kerumahnya. karena semua keluarganya sangat membutuhkan Mawar ada di tengah-tengah mereka.

__ADS_1


"Tolonglah ya bi, kalau Mawar menelpon bi Odah, katakan semua yang sudah saya katakan barusan ya bi. Kami semua benar-benar sangat mengharapkan dia kembali lagi kesini. Bi Odah lihat sendiri keadaan Rangga saat ini, benar-benar sangat mengkhawatirkan,"


"Iya Bu, kasian ya den Rangga kalau harus seperti dulu lagi. Nanti bibi akan coba menghubungi Mawar ya Bu. Apa tidak sebaiknya den Rangga suruh susulin Mawar aja ke kampung, gak jauh kok Bu, sehari perjalanan pun sudah sampai. Mungkin kalau den Rangga yang nyusul Mawar nya mau kesini lagi. Mereka kan saling mencintai Bu, bibi yakin kalau sebenarnya mereka juga pasti saling merindukan Bu,"


"Bener juga ya bi. Kenapa gak suruh Rangga susulin Mawar aja ya. Sekalian Rangga minta maaf sama Mawar dan membuktikan kesungguhannya mencintai Mawar. Bagus sekali ide bi Odah. Aku akan langsung bicarakan ini dengan Rangga. Mudah-mudahan dia setuju ya Bu,"


"Iya Bu, semoga den Rangga setuju,"


Tanpa pikir panjang, Bu Wiryo langsung menuju ke kamar Rangga dan mengatakan semua pada Rangga. Sepertinya Rangga setuju, tapi dia ragu. Dia takut kehadirannya tidak diinginkan oleh Mawar dan justru membuat Mawar semakin membencinya.

__ADS_1


"Rangga, ayo dong sayang. Semangat, kamu sudah paham dengan Mawar kan Rangga, kalian benar saling mencintai kan. Kalau iya, apalagi yang kamu ragukan. Mama yakin Mawar juga pasti sangat merindukanmu, Mama yakin itu,"


Rangga merasa sangat senang mendengar ucapan Mamanya, membuat dia menjadi bersemangat lagi dan benar-benar yakin kalau dia akan menyusul Mawar ke kampungnya dan mengajaknya kembali kerumahnya. Bekerja lagi dan melanjutkan kuliahnya lagi dan yang paling utama kembali lagi padanya. Saling mencintai dan saling menyayangi selamanya.


__ADS_2