
Jam menunjukkan pukul sepuluh pagi. Akhirnya Mawar pun bangun dari tidur nyenyak nya. Matanya langsung tertuju pada Rangga yang masih tetap berada di kamarnya, menemaninya meski dia hanya tidur menyandar di kursi rodanya. Mawar kemudian menghampiri Rangga, yang masih tertidur lelap. Dia mendekati wajah Rangga, dia tatap wajah Rangga dengan penuh perasaan. Meski diluar dia berusaha cuek, namun hatinya tidak bisa dibohongi, kalau dia sangat mendambakan sosok Rangga.
Mawar tidak mampu lagi menahan perasaannya, perasaan cinta, perasaan sayang dan rindu yang menggebu-gebu. Dia pun ingin mengungkapkan perasaannya itu dengan memberikan sebuah ciuman hangat dibibir Rangga.
Mawar mendekati wajah Rangga, meski dengan jantungnya yang berdebar-debar, dia berusaha memberanikan diri untuk mencium rangga. Namun tetap saja rasa sayangnya kalah dengan rasa malunya. Akhirnya dia pun mengurungkan niatnya mencium Rangga, dia pun mulai mundur perlahan menjauhi bibir Rangga yang sudah berjarak satu cm dari bibirnya.
Namun belum sempat Mawar menjauh, Rangga membuka matanya, yang membuat Mawar panik dan bingung mau bicara apa. Ditengah kepanikan Mawar, rangga menyentuh dagu Mawar dan mulai menciumi bibir Mawar. Mawar yang memang ingin mencium rangga pun tidak diam saja, dia membalas ciuman Rangga dengan mesra. Akhirnya mereka pun berciuman mesra, bahkan bibir mereka pun saling *******.
Setelah beberapa menit, Mawar menghentikan ciumannya, dia menatap wajah Rangga dengan penuh perasaan. Perasaan cinta yang juga diiringi dengan rasa keraguan dan kebimbangan. Semua itu terlihat jelas di wajah Mawar yang bisa dipahami oleh Rangga.
"Apakah kamu mencintaiku Mawar?"
__ADS_1
"Entahlah mas, ini terlalu cepat. Lalu bagaimana dengan mas Rangga sendiri,"
"Aku sudah jelas mencintaimu, dari pertama kita ketemu dulu. Tapi aku tidak akan memaksamu untuk menerimaku dalam waktu dekat, aku akan memberikan kesempatan untuk kita bisa mengenal satu sama lain, karena aku tidak mau, masa lalu ku terulang kembali. Dan aku juga tidak mau kamu terburu-buru dengan perasaan mu, karena aku tidak ingin kamu kecewa dan menyesal,"
Rangga memeluk erat tubuh Mawar, dia benar-benar takut kehilangan Mawar. Dia tidak mau masa lalunya yang suram terulang lagi. Yang membuatnya terpuruk selama berbulan-bulan. Dan kini, dia merasakan lagi perasaan cinta yang sudah lama hilang didalam hatinya. Wajar, kalau itu membuat trauma dan ketakutan kalau sampai dia harus mengulangi lagi masa lalu yang sangat pahit dia rasakan.
"Aku takut Mawar, aku benar-benar takut kamu meninggalkanku seperti Rena. Aku takut sekali Mawar, tolong peluk aku Mawar, aku takut,"
"Iya mas, aku memelukmu. Tenanglah, tidak terasa kah aku memelukmu?"
Mawar berusaha melepaskan pelukannya, namun sepertinya Rangga belum mau melepaskan Mawar. Dia masih tetap memeluk erat tubuh Mawar yang membuat Mawar tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya, Mawar pun mengalah dan membiarkan Rangga memeluknya sampai Rangga benar-benar tenang.
__ADS_1
"Sampai kapan kamu akan memelukku seperti ini mas?" tanya Mawar yang sudah mulai merasa kepanasan, karena terlalu lama berada di pelukan Rangga.
"Sampai tua," jawab Rangga yang membuat Mawar tertawa.
"Iih...mas Rangga, udah dong peluknya. Panas tau, Mawar juga kebelet nih,"
"Apa! kamu kebelet?, sabar dong Mawar. Kaki ku juga belum sembuh, nanti gimana malam pertama kita, masa iya aku terus yang harus pasrah, nanti kamu capek lho," goda Rangga pada Mawar.
"Iih...mas Rangga ngomong apa sih, maksud Mawar kebelet ke kamar mandi, bukan kebelet nikah,"
"O...kirain kamu udah gak sabar pengen cepet-cepet nikah sama aku,"
__ADS_1
"Tau ah gelap," jawab Mawar yang langsung pergi meninggalkan Rangga.
Rangga pun hanya tersenyum melihat kepergian Mawar, dia merasa puas kalau bisa menggoda Mawar sampai Mawar ngambek dan ngomel-ngomel, karena itu justru semakin membuat Mawar terlihat cantik dan menggemaskan.