BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 80


__ADS_3

Di kampus, Mawar yang merasa kasihan dengan Fery yang beberapa hari ini dicuekin oleh Rahel, mencoba mencari tau dengan bertanya kepada Santi dan Lina. Namun mereka berdua sepertinya juga acuh tak acuh dengan Mawar, yang membuat Mawar semakin merasa heran dan penasaran, apa yang sebenarnya terjadi dengan teman-temannya sehingga mereka bisa berubah seperti ini.


Karena tidak mendapat jawaban dari Santi dan Lina, Mawar berniat menanyakan langsung kepada Rahel. Mawar menemui Rahel yang sedang duduk menyendiri, dia langsung duduk di dekat Rahel dan mulai berbicara.


"Rahel, tolong bilang sama kak Mawar. Kenapa kamu bersikap seperti ini?"


"Maksud kak Mawar apa? Rahel gak ngerti,"


"Jangan pernah menghindari masalah, karena itu hanya akan menyulitkan dirimu sendiri. Seberat apapun masalahmu, hadapi. Dengan penuh kesabaran dan kekuatan, karena kalau kamu terus menghindar seperti ini, masalahmu tidak akan pernah selesai,"


Rahel terdiam, dia menarik nafas panjang. Dia tatap wajah Mawar, dengan seluruh keberaniannya, dia bertanya kepada Mawar.


"Tolong kak Mawar jawab yang jujur, ada hubungan apa antara kak Mawar dan Fery? jawab yang jujur kak,"


" Maksud kamu apa Rahel, kak Mawar gak ngerti,"


"kak Mawar jangan pura-pura gak ngerti, Rahel tau kak Mawar punya hubungan spesial kan dengan Fery?"


Mendengar pertanyaan Rahel, barulah Mawar mengerti, ternyata masalahnya hanya kesalahpahaman. Pantas saja, bukan cuma Fery yang diabaikan melainkan dia pun dicueki oleh Rahel dan teman-temannya.


"Jadi ceritanya kamu cemburu sama kakak? Rahel sayang, dengerin kak Mawar ya. Kak Mawar dan Fery tidak ada hubungan apa-apa, kakak benar-benar sudah menganggap dia seperti adik kandung kakak. Mungkin kamu menilai dari sikapnya sama kakak kan, dia memang seperti itu, dia memang suka manja sama kakak. Tapi beneran, kita berdua tidak punya hubungan apa-apa. Kamu harus percaya sama kakak, hati kakak sudah untuk mas Rangga, kakaknya Fery,"


"Maksudnya kak Mawar pacarnya kak Rangga?"


"Iya, kakak sedikitpun tidak punya perasaan cinta sama Fery, kakak memang sangat menyayanginya, tapi itu hanya sebatas sayang seorang kakak kepada adiknya, gak lebih,"


"Tapi kalian mesra,"

__ADS_1


"Sudahlah Rahel, tidak ada kemesraan diantara kita. Fery adikku dan akan tetap seperti itu, sampai kapanpun,"


Rahel terdiam, dia sebenarnya masih sedikit ragu. Karena rasa cemburunya yang begitu besar, sehingga sulit menerima penjelasan dari Mawar.


"Terserah kalau kamu tetap tidak percaya, tapi jangan salahkan Fery, kalau dia meninggalkanmu, dengan sikapmu yang seperti ini. Fery itu manja orangnya, dia tidak akan mampu bertahan dengan hubungan yang seperti ini, dia tidak suka ribut-ribut, dia lebih suka hubungan yang tenang dan nyaman untuknya,"


Ucapan Mawar benar-benar membuat Rahel ketakutan, dia takut kehilangan Fery, dia tidak ingin berpisah dengan Fery, karena dia sangat mencintai Fery.


"Aku gak mau berpisah dengan Fery kak,"


"Kalau begitu, pertahankan hubungan kalian. Temui dia, kalau kamu masih tidak yakin dengan penjelasan ku, kamu bisa langsung minta penjelasan darinya. Kasian dia, mikirin kamu terus dirumah,"


Tidak pikir panjang lagi, Rahel langsung beranjak dari tempat duduknya. Dia langsung pergi mencari Fery, untuk menemuinya. Dia tidak mau menunda lagi sampai besok, sepertinya dia sudah percaya dengan semua ucapan Mawar.


Sementara Mawar tidak beranjak dari tempat duduknya, dia duduk sendiri sambil tersenyum melihat tingkah Rahel yang ternyata cemburu padanya.


" Ada-ada saja kamu Rahel," ucap Mawar lirih.


"Hai Mawar, gimana nih kabarnya? kamu gak kenapa-napa kan, kamu baik-baik saja kan?"


"Iya, aku baik-baik saja. Kenapa emang?"


"Gak pa-pa, aku hanya khawatir sama kamu. Syukurlah kalau kamu baik-baik saja,"


Keduanya terdiam sejenak, setelah melewati pesta semalam, Mawar jadi terlihat canggung pada Marsel. Dia selalu berusaha mengingat kata-kata Rangga, kalau dia harus menjaga mata dan hatinya untuk Rangga.


Sementara Marsel sendiri, sedang berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk mengungkapkan perasaannya pada Mawar. Dia benar-benar tidak perduli, meski dia tau kalau Mawar sudah mempunyai kekasih, yaitu Rangga. Setelah beberapa menit, akhirnya Marsel pun mulai berbicara.

__ADS_1


"Mawar, aku tau kamu sudah mempunyai kekasih, tapi aku tetap tidak bisa memendam perasaanku. Aku sangat mencintaimu Mawar, aku benar-benar mencintaimu. Aku tidak memaksamu untuk memberikan jawabannya, karena aku tau, kamu pasti akan menolaknya. Aku hanya ingin kau tau perasaanku. Andaikan kamu tidak bahagia dengannya, datanglah padaku. Pintu hatiku selalu terbuka untukmu,"


"Iya, maafkan aku kak Marsel. Aku memang tidak bisa menerimamu sebagai kekasihku, karena sudah ada mas Rangga di hatiku. Terimakasih kamu sudah mencintaiku. Aku yakin, kak Marsel bisa mendapatkan wanita lain yang lebih baik dari pada aku. Sekali lagi, maafkan aku kak,"


"Iya Mawar, aku bisa pahami keadaan mu. Tapi bagiku, mencari yang lebih darimu, saya rasa aku tidak akan pernah bisa menemukannya dalam hidupku, karena bagiku, tidak ada yang bisa melebihi mu. Kau begitu sempurna, tidak akan ada cewek lain yang bisa melebihi mu. Aku yakin itu,"


Mawar hanya tersenyum mendengar ucapan Marsel. Sebagai seorang cowok, Marsel memang tipe cowok yang romantis, selain itu ditambah dia yang seorang anak band, benar-benar cowok idaman. Namun meski Mawar mengaguminya, tetap saja cintanya hanya untuk Rangga dan tidak bisa lagi berpindah ke lain hati.


Sementara itu Rahel sudah menemukan Fery. Fery sedang duduk di kantin, dia benar-benar terlihat tidak bersemangat. Rahel langsung mendekatinya, lalu menyapanya.


"Hai, boleh aku duduk?"


"Rahel? boleh dong sayang, duduklah disini sayang," ucap Fery yang terlihat sangat senang dengan kedatangan Rahel.


Rahel pun langsung duduk didekat Fery, belum sempat dia berbicara, Fery sudah bicara lebih dulu.


"Sayang, aku benar-benar minta maaf kalau aku ada salah sama kamu, tapi aku minta kamu bilang, salah aku apa? supaya aku tau dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi. Kalau kamu tidak mau bicara dan terus saja diam seperti ini, bagaimana aku bisa tau kesalahanku. Aku mohon bicaralah, aku benar-benar tidak bisa kalau harus terus seperti ini, aku bingung sayang,"


"Iya sayang, maafkan aku. Aku sudah membuatmu gelisah dan bingung seperti ini, aku salah, aku tidak bisa bersikap dewasa. Tapi aku mau tanya satu hal sama kamu, tolong jawab dengan jujur. Kamu beneran tidak ada hubungan apa-apa kan sama kak Mawar?"


"Kak Mawar? tidak ada sayang, kamu tau kan dia kakakku. Walaupun bukan kakak kandung, tapi aku sudah menganggap dia seperti kakak kandungku sendiri. Dia sangat mencintai kakakku, aku juga sangat mencintaimu, jadi tidak mungkin diantara kita ada perasaan cinta, sama sekali tidak ada sayang, percaya sama aku. Jadi selama ini kamu cemburu, kamu mencurigai aku sama kak Mawar. Sayang, lain kali jangan seperti ini lagi ya, jika ada apa-apa katakan saja, jangan dipendam sendiri. Karena belum tentu yang kamu lihat itu benar, ya sayang ya. Kamu bisa kan?"


"Iya sayang, aku akan berusaha, maafkan aku. Aku memang bukan pacar yang baik. Lain kali aku akan berusaha belajar lebih dewasa menghadapi suatu masalah,"


"Jadi kita bisa kan seperti biasa lagi, aku tidak bisa sayang diam-diam seperti ini sama kamu. Aku kangen sama kamu,"


"Iya sayang, mulai sekarang aku tidak akan bersikap seperti kemaren- kemaren. Maafkan aku, aku sebenarnya juga kangen banget sama kamu. I love you sayangku," ucap Rahel.

__ADS_1


"I love you too sayang," jawab Fery,"


Mereka pun kembali baikan, Fery terlihat sangat bahagia karena dia sudah sangat merindukan saat-saat seperti ini, saat-saat berdua dengan Rahel, bercanda bersama dan saling menyayangi satu sama lain.


__ADS_2