BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 66


__ADS_3

Waktu istirahat tiba, Mawar sedang duduk menyendiri, karena Rahel dan Fery tidak keluar ruangan. Mereka berdua memilih mengobrol di dalam ruangan. Tiba-tiba dia dikagetkan oleh seorang pemuda yang tiba-tiba langsung duduk di dekatnya. Pemuda itu tidak lain adalah orang yang menabraknya kemarin di toilet.


"Hai, kenalin aku Marsel," ucap pemuda itu yang langsung mengulurkan tangannya, mengajak Mawar berkenalan. Mawar pun menyambut uluran tangan pemuda itu yang ternyata bernama Marsel.


"Mawar," jawab Mawar dengan santai.


"Mawar, nama yang indah, seindah orangnya. Tapi harus hati-hati nih, takut kena durinya," goda Marsel, namun Mawar hanya meresponnya dengan senyuman tipis.


"O iya, sekali lagi aku minta maaf ya soal kemaren. Aku benar-benar tidak sengaja membuatmu sampai terjatuh, bagaimana dengan luka di tanganmu? apa masih terasa sakit? aku benar-benar minta maaf ya, aku gak enak banget sama kamu,"


" Gak pa-pa, udah kering juga kok,"


"Untuk menebus kesalahanku, aku traktir kamu ya. Please... jangan nolak. Kita ke kantin sekarang yuk," ajak Marsel yang langsung menarik tangan Mawar, membawanya ke kantin. Yang membuat Mawar pun tidak bisa lagi menolaknya.


Sesampainya di kantin, Marsel memperlakukan Mawar bak seorang putri. Dia mengelap kursinya terlebih dulu lalu mempersilahkan Mawar duduk dengan menundukkan kepalanya, yang membuat Mawar sedikit malu karena mereka berdua diperhatikan orang-orang yang ada di kantin itu.


"Ih, kamu apa-apaan sih. Gak enak tau dilihat orang," bisik Mawar.

__ADS_1


"Biarin, biar mereka tau kalau kamu cewek yang spesial buat aku,"


Ucapan Marsel membuat Mawar seketika memelototinya.


"Sorry, maksud ku, aku beneran ingin meminta maaf padamu. Jadi aku akan buat kamu senyaman mungkin, agar itu seimbang dengan kesalahanku. Ya, itu maksudku," jawab Marsel yang terlihat gugup.


"Kamu tenang aja, aku sudah maafin kamu kok. Harusnya kamu gak usah repot-repot seperti ini,"


"Gak pa-pa, aku gak merasa di repotin kok. Aku justru senang, kamu mau aku traktir,"


"Hehe...Sorry,"


Marsel kemudian memesan makanan, mereka pun menikmati makanan sambil ngobrol. Mawar bukan tipe cewek lebay atau baperan, jadi dia biasa saja menanggapi Marsel, tanpa ada perasaan apa-apa pada Marsel, meski Marsel cowok terganteng dan terkeren di kampus itu. Karena dihati Mawar sudah ada Rangga yang mengisi hatinya dan tidak ada tempat lagi untuk laki-laki lain.


Sementara Rena dan kedua temannya baru tiba di kantin, mereka duduk tidak jauh dari tempat Marsel dan Mawar. Mata Rena pun langsung tertuju pada Mawar yang sedang makan ditemani oleh Marsel, yang membuat Rena semakin membenci Mawar. Dulu dia pernah ada rasa dengan Marsel, tapi Marsel tidak pernah memperdulikannya, akhirnya dia pun mundur perlahan.


"Eh, Ren. Itu bukannya Mawar ya, kok bisa sih dia berdua sama Marsel," ucap sindy.

__ADS_1


"Iya, ya. Aku aja yang udah bertahun-tahun kuliah disini, jangankan pengen berdua sama Marsel, disapa Marsel aja belum tentu setahun sekali. Beruntung banget tuh Mawar, bisa berduaan sama Marsel. Kapan ya kira-kira aku kayak Mawar," timba Mira.


"Stop! bisa gak sih kalian itu kalau ngomong dipikir dulu, kalian sadar gak, kalian dah bikin aku muak sama ucapan kalian. Lagian itu emang dasar Mawar nya aja tuh yang kegatelan, semua cowok dia deketin. Emang gak tau diri tuh Mawar, Art aja belagu! udah ah, aku gak jadi makan, gak nafsu!" ucap Rena yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan langsung pergi.


"Yah, gimana nih. Gak jadi ditraktir dong kita. Kamu sih tadi bilang gitu sama Rena, jadinya dia marah kan," ucap Mira.


"Kok nyalahin aku sih, kamu juga tadi malah panas-panasin Rena, makanya dia langsung pergi,"timbal sindy.


"Jadi gimana nih, kita jadi makan gak?"


"Pake' nanya lagi, ya enggak lah. Emang kamu mau bayarin, kalau aku gak ada duit,"


"Sama, aku juga lagi boke',"


"Ya udah, mending kita susul Rena,"


Mereka berdua pun bergegas meninggalkan kantin.

__ADS_1


__ADS_2