
Sampai di rumah, seperti biasa Fery dan Mawar langsung ganti pakaian. Tapi mereka tidak langsung makan, karena mereka baru saja makan di kantin. Keduanya pun bersantai di ruang tengah, istirahat sejenak untuk menghilangkan rasa lelah mereka sehabis pulang dari kuliah.
Mawar masih saja kepikiran kejadian yang baru saja dia alami di kampus, dia pun memutuskan menceritakan semuanya kepada Fery, supaya dia bisa merasa lebih tenang.
"Fery, kak Mawar mau cerita sesuatu, tapi janji ya jangan kasih tau mas Rangga. Dia kan baru mulai bekerja di kantor, kakak gak mau kalau sampai dia tau, itu akan mengganggu konsentrasinya bekerja. Bisa kan kamu janji sama kakak?"
"Iya, Fery janji gak kasih tau kak Rangga. Emang ada apa sih kak?" tanya Fery yang semakin merasa penasaran.
"Jadi tadi di kampus..." Mawar pun menceritakan semua yang dia alami hari ini di kampus, yang membuatnya benar-benar merasa trauma.
Fery yang mendengar cerita Mawar, sontak saja membuatnya sangat terkejut. Fery pun langsung panik, dia pun sibuk ingin melaporkan kejadian ini ke kantor polisi, namun Mawar melarangnya. Dia tidak mau membuat suasana menjadi semakin gaduh dan berkepanjangan.
"Tapi Fery gak terima dong kak, kak Mawar diperlakukan seperti itu. Ini tindakan kejahatan dan harus kita laporkan pada pihak berwajib,"
"Iya kak Mawar tau itu, tapi kakak gak mau memperpanjang masalah, kamu lihat sendiri kan, kak Mawar gak pa-pa, kak Mawar baik-baik saja, kak Mawar selamat. Jadi udah ya, jangan lapor polisi juga jangan bilang mas Rangga, juga jangan bilang Papa sama Mama, kak Mawar gak mau mereka kepikiran. Kamu ngerti kan Fer?"
"Iya, Fery ngerti. Tapi lain kali kalau ada apa-apa langsung bilang Fery ya kak,"
"Iya,"
"Untung juga ya ada si Marsel itu, kalau gak ada dia Fery gak bisa bayangin gimana jadinya kak Mawar. Maaf ya kak, aku bukan adik yang baik ya, yang gak bisa jagain kakaknya," ucap Fery dengan kesedihan di wajahnya.
"Ssst, kamu ngomong apa sih Fer, kamu adik yang baik, yang selalu menyayangiku meski aku bukan kakak kandungmu. Kak Mawar pun sangat menyayangimu, udah jangan sedih. Mau peluk kak Mawar gak nih?"
Fery tersenyum dan langsung memeluk Mawar. Pelukan Mawar benar-benar membuat Fery bahagia, dia merasa dia memiliki seorang kakak yang benar-benar sangat menyayanginya.
__ADS_1
"Fery nakal ya kak, peluk-peluk kak Mawar. Kalau kak Rangga tau, dia pasti sangat marah,"
"Kalau dia marah, suruh tuker posisi aja. Kamu jadi pacar kakak, dia suruh jadi adik kakak aja,"
"Kak Mawar bisa aja, mana mau dia cuma jadi adik kak Mawar aja," timbal Fery sambil tertawa lepas.
Mawar memang selalu bisa membuat Fery tertawa, itulah salah satu yang membuat Fery nyaman didekat Mawar.
Sementara itu, keesokan harinya. Rena menemui empat pemuda, tiga diantaranya yang sudah membawa Mawar ke gudang. Rupanya ini semua rencana Rena. Satu pemuda lagi yang disuruh Rena mengambil gambar saat Mawar dan Marsel berada berdua didalam gudang.
Fotografer itu sengaja dibayar Rena untuk mengambil gambar Mawar dan Marsel sehingga mereka berdua terlihat seperti melakukan hubungan yang sudah kelewat batas. Dengan keahliannya memotret, hasil gambar yang diperoleh benar-benar seperti seolah-olah mereka berdua melakukannya, ditambah dengan pakaian Mawar yang terbuka, juga mereka yang berpelukan mesra, benar-benar gambar yang sempurna, yang pasti yang melihatnya akan langsung menuduh mereka melakukan tindakan tidak senonoh.
Setelah menerima hasil kerja mereka, Rena pun membayar mereka sesuai dengan perjanjian mereka. Rena sangat puas dengan hasil kerja mereka, begitupun sebaliknya, mereka juga beruntung, kerja tidak seberapa tapi mendapat bayaran yang luar biasa.
"Lain kali, kalau ngasih tugas jangan nanggung dong Ren, masa kita cuma disuruh lihat tubuhnya doang, tapi gak boleh menikmati tubuhnya. Gak seru dong Ren," ucap salah satu dari mereka.
"Oke, gampang itu Ren. ya udah, kita cabut dulu ya,"
"Oke,"
Rena melihat-lihat lagi foto-foto itu, dia pun tersenyum puas. Dia tinggal melakukan rencana selanjutnya untuk membuat Rangga benar-benar bisa membenci Mawar.
Sorenya, selesai mandi Rangga duduk diruang tengah. Tiba-tiba terdengar suara bel rumah berbunyi. Dia pun bergegas menuju ke ruang tamu untuk membukakan pintu. Setelah membuka pintu ada seorang laki-laki yang memberikan kiriman paket untuknya.
"Maaf, apa benar ini rumah pak Rangga?"
__ADS_1
"Iya benar, saya sendiri yang bernama Rangga. Ada apa ya?"
"Ini pak, ada kiriman mohon diterima,"
"Oh iya, dari siapa ya?"
"Maaf pak, yang memberikan ini tidak mau memberitahu namanya. Ya sudah, kalau begitu saya permisi pak,"
"Iya, terimakasih pak,"
Rangga masuk ke dalam rumah, dia duduk di ruang tamu dan mulai membuka amplop itu. Setelah membuka dan melihat foto-foto yang ada didalam amplop itu, seketika tubuh Rangga menjadi gemetar. Dia langsung duduk di kursi ruang tamu. Dengan tangannya yang juga gemetar memegang foto-foto itu, dia lihat satu persatu foto yang berjumlah sepuluh lembar itu.
Rangga tidak bisa berkata-kata, kepalanya seketika terasa pusing. Seperti dia akan pingsan, dia langsung menyandarkan kepalanya di kursi. Setelah merasakan tubuhnya stabil, dia langsung bergegas menuju ke kamar Mawar, dengan emosinya yang memuncak, dia gedor pintu kamar Mawar.
Mawar yang baru saja selesai ganti pakaian, buru-buru membukakan pintu.
"Ada apa sih mas, ketuk pintu kok gak pelan-pelan,"
Rangga tidak menjawab, Rangga masuk lalu menutup pintu kamar Mawar. Kemudian dia mendorong tubuh Mawar hingga ke kasur lalu dia melempar foto-foto itu ke tubuh Mawar.
Mawar pun mengambil foto-foto itu dan melihatnya satu per satu. Melihat foto-foto itu jelas membuat Mawar langsung menangis, dia tidak menyangka ada orang yang tega berbuat semua ini padanya.
Sementara Rangga yang emosi melihat foto-foto itu, langsung mengucapkan kata-kata yang merendahkan Mawar, tanpa mempedulikan Mawar yang sedang menangis.
"Dasar cewek murahan, aku kira aku benar telah memilihmu menjadi kekasih hatiku, tapi ternyata aku salah. Aku kira kamu wanita baik-baik, tapi ternyata kamu tidak lebih dari wanita murahan yang haus akan sentuhan laki-laki. Aku mengira, Rena wanita paling jahat yang pernah aku kenal, tapi kamu ternyata lebih jahat dan lebih rendah darinya. Dia meninggalkan aku demi laki-laki lain, tapi kamu, kau bercinta dengan laki-laki lain saat kamu masih bersamaku, kamu benar-benar wanita menjijikkan, aku sangat membencimu Mawar, sangat-sangat membencimu,"
__ADS_1
"Cukup mas, aku sudah tidak tahan lagi mendengarnya, cukup. Ini tidak seperti yang kamu lihat difoto ini, aku tidak bercinta dengan Marsel, percaya padaku mas, ini fitnah mas. Aku bukan cewek murahan mas, tolong percayalah padaku mas, aku mohon," ucap Mawar dengan air matanya yang terus berlinang.
Tapi sepertinya Rangga tidak bisa percaya dengan penjelasan Mawar, karena foto-foto itu terlihat benar-benar seperti nyata, kalau mereka sedang bercinta, apalagi dengan baju Mawar yang terbuka di bagian depan, sangat sulit bagi Rangga menerima penjelasan Mawar.