
Tidak terasa dua bulan berlalu, Rangga pun akhirnya sudah bisa berjalan dengan normal kembali, berkat keseriusannya menjalani pengobatan dan juga semangat serta dukungan orang-orang di sekitarnya yang sangat menyayanginya.
Mawar dan Fery pun akhirnya melanjutkan kuliah, mereka mulai mengikuti mata kuliah di perguruan tinggi. Kebetulan mereka berdua satu universitas dengan Rahel, kekasih Fery. Karena Rahel dan Fery memang sudah berencana dari awal untuk melanjutkan kuliah di kampus yang sama, agar mereka bisa terus bersama-sama. Namun ternyata Rena pun ada di kampus itu, yang jelas sebagai senior mereka.
Hari ini adalah hari pertama mereka masuk kuliah, Mawar dan Fery sama-sama mengambil fakultas pendidikan, mereka mengambil jadwal kuliah setiap hari, agar mereka bisa mendapatkan proses belajar yang maksimal.
Sebelum berangkat, Rangga menemui Mawar di kamarnya. Mawar yang sedang bersiap-siap pun seketika terkejut dengan kedatangan Rangga di kamarnya.
"Mas Rangga, mau ngapain kesini? malu kan mas kalau dilihat mama, papamu. Sembarangan kamu mas. Udah ah, keluar-keluar," usir Mawar sambil mendorong tubuh Rangga.
Rangga bukannya keluar, dia justru memeluk tubuh Mawar dengan erat.
"Sayang, aku takut,"
"Takut apa sih mas? udah ah, lepasin aku mas,"
"Aku takut kamu diambil orang,"
__ADS_1
"Diambil siapa sih mas, maksud kamu apa?"
"Aku takut kamu jatuh cinta sama cowok di kampusmu. Aku takut kamu tinggalin aku,"
Mawar melepaskan pelukan Rangga, dia sentuh wajah Rangga dengan kedua telapak tangannya. Sambil tersenyum dia berkata:
"Sayang, lihat aku. Apa menurutmu aku bisa semudah itu berpaling darimu, apa kamu tidak bisa merasakan betapa besar dan tulusnya cintaku. Aku sangat mencintaimu mas dan aku bukan tipe cewek yang mudah berpindah ke lain hati. Mas Rangga percaya kan sama Mawar?"
"Janji ya, untuk selalu menjaga hatimu untuk ku,"
"Iya mas, Mawar janji,"
Sementara Fery yang sudah siap sarapan, gelisah menunggu Mawar yang belum juga keluar dari kamar. Sedangkan pak Wiryo dan Bu Wiryo sudah berangkat lebih dulu.
"Mana sih kak Mawar, aku sudah gak sabar nih pengen cepet-cepet berangkat ke kampus,"
Sementara di kamar Mawar, Mawar baru tersadar kalau dia akan berangkat ke kampus. Dia pun menghentikan ciumannya dan melepaskan pelukan Rangga.
__ADS_1
"Ih...ini gara-gara mas Rangga, Mawar jadi lupa kalau Mawar mau berangkat ke kampus," gerutu Mawar sambil mengambil tas yang lalu buru-buru memakai sepatu.
Rangga pun hanya tersenyum melihat Mawar yang terlihat panik. Dia menunggu Mawar sampai selesai memakai sepatunya. Setelah selesai, mereka pun keluar kamar bersama, yang membuat Fery kesal melihatnya.
"O...pantas saja kak Mawar lama, ternyata ada yang gangguin kak Mawar. Tau gitu aku gedor tadi pintunya,"
"Sayang, kayaknya ada yang iri nih. Kasian, pacarnya jauh," ejek Rangga pada Fery.
"Gak pa-pa jauh, yang penting jauh di mata, dekat di hati. Dari pada dekat di mata jauh di hati, kayak kak Rangga sama Rena dulu. Ehm,"
"Bisa kamu Fer, bikin kakak kesal karena denger nama Rena,"
"Ih...udah ah, gak usah ribut. Buruan makan Fer, nanti kita terlambat,"
"Iya kak, maaf," jawab Fery.
"Tapi tetap saja, kakak minta tolong sama kamu Fer, jagain kak Mawar. Karena cuma kamu yang bisa kakak andalkan, karena kakak gak bisa jagain kak Mawar, selama dia di kampus.
__ADS_1
"Iya, Fery pasti jagain kak Mawar kok. kak Rangga tenang saja, aman kalau ada Fery,"
Mawar hanya tersenyum mendengar obrolan kakak beradik itu. Mereka pun kemudian mulai menyantap sarapan pagi mereka bersama.