BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 76


__ADS_3

Malam pesta pun tiba, acara akan dimulai jam delapan malam. Sehabis Maghrib, Rangga mengajak Mawar pergi ke salon kecantikan. Dia ingin membuat Mawar terlihat spesial malam ini. Rangga berpikir, selama ini Mawar selalu disibukkan dengan pekerjaannya. Dari mulai merawatnya sampai sembuh, mengurusi keluarganya dan membantu bi Odah mengerjakan pekerjaan rumah, ditambah sekarang dia juga disibukkan dengan jadwal kuliah nya yang benar-benar membuat Mawar hampir tidak pernah ada waktu untuk bisa bersantai walau sejenak.


Namun malam ini, Rangga ingin menjadikan Mawar seorang putri, yang sangat cantik yang akan menemani sang pangeran dalam sebuah pesta.


"Sayang, kita mau kemana sih. Katanya kita mau ke pesta, kok kita belum siap-siap dan malah keluyuran gak jelas gini to mas,"


"Udah, kamu diam aja. Tenang saja, kita tidak akan telat kok,"


Sesampainya di tempat, Rangga langsung mengajak Mawar masuk ke dalam. Mawar pun baru sadar kalau ternyata Rangga mengajaknya ke salon kecantikan. Kedatangan mereka disambut hangat oleh para pekerja salon. Rangga menyuruh mereka membuat Mawar terlihat spesial dan mempesona, namun tetap terlihat cantik alami.


"Tenang saja mas, serahkan itu semua pada kami, kami yakin kami tidak akan mengecewakan anda. Apalagi mbaknya memang sudah sangat cantik, pasti nanti tambah cantik lagi,"

__ADS_1


Sebelum mulai, Mawar menghampiri Rangga.


"Jadi ternyata mas Rangga bawa Mawar ke salon. Tapi Mawar gak pernah make up mas, Mawar malu"


"Udah, santai aja sayang. Kamu cuma duduk manis dan biarkan mereka merias mu. Aku akan tunggu diluar ya, aku akan menunggu tuan putriku,"


"Mari mbak," ajak salah seorang pekerja salon.


Sudah hampir tiga puluh menit Rangga menunggu, dia juga sudah beberapa kali melihat jam tangannya, karena dia benar-benar sudah tidak sabar ingin melihat kekasihnya, Mawar. Setelah menunggu beberapa menit lagi, akhirnya Mawar pun selesai. Dia berjalan menuju ke arah Rangga, dengan memakai gaun pesta yang dibelikan Rangga dan dengan penampilannya sesudah di make up. Mawar terlihat sempurna, dia benar-benar terlihat bak seorang putri.


Rangga yang melihat penampilan Mawar, benar-benar terpesona. Matanya hampir tidak berkedip menatap Mawar. Perubahan Mawar benar-benar drastis, dia sama sekali tidak terlihat kalau dia hanya seorang Art atau seorang gadis kampung. Dia terlihat seperti putri bangsawan yang terlihat elegan dan menawan.

__ADS_1


"Sayang, ini beneran kamu kan sayang. Aku gak salah lihat kan sayang?"


"Enggak dong mas, ini beneran aku, Mawar,"


"Sayang, kamu cantik banget. Emm...apa kita gak jadi ke pesta aja ya?"


"Lho, kenapa mas? jangan bercanda kamu mas, aku dah betah-betahin duduk hampir satu jam dan membiarkan orang-orang itu mengacak-acak mukaku. Sekarang bilang gak usah pergi ke pesta. Itu sama aja kamu ngajak ribut aku mas," gerutu Mawar yang kesal dengan ucapan Rangga.


"Hehe... bercanda sayang, soalnya kamu cantik banget sayang. Aku takut nanti ada yang jatuh cinta sama kamu. Aku aja yang sudah jatuh cinta sama kamu, sekarang jatuh cinta lagi nih kayaknya. Udah dong sayang, jangan ngambek ya. Kita berangkat sekarang yuk,"


Setelah membayar semua biaya, Rangga pun menggandeng tangan Mawar, membawanya melangkah menuju ke mobil. Rangga membukakan pintu mobil dan mempersilahkan tuan putri Mawar masuk kedalam mobil, sambil membungkukkan badannya. Yang membuat Mawar hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2