Berbagi Cinta: Berbagi Suami

Berbagi Cinta: Berbagi Suami
Bab 53


__ADS_3

Karena semua sudah setuju akan kembalinya Zia dan Randy, mereka tak lagi menunggu lama untuk mengadakan acara ijab qobul serta menggelar resepsi pernikahan. Ini saatnya Randy membuktikan pada Zia, ia akan menebus semua kesalahannya di masa lalu. Pernikahan yang ia sembunyikan di depan publik, kini ia akan memberitahukan kepada semua orang bahwa Zia 'lah yang akan menjadi wanita satu-satunya pendamping di hidupnya.


Eva pun sudah tahu siapa Zia sebenarnya, dan itu tak jadi masalah baginya. Kebahagiaan anaknya lebih dari segalanya dari pada harus mengenang masa lalunya yang kelam. Sekarang, Randy tengah berada di hotel berbintang, ia sedang mengecek persiapan hari spesialnya yang kini tinggal menghitung hari.


Surat undangan sudah disebar, semua orang sudah tahu akan resepsi yang akan digelar besar-besaran itu. Randy tengah menatap ruangan yang sedang didekor dengan sedemikian rupa. Padahal baru kemarin surat undangan itu disebar, tapi pria itu sudah meminta dekoran dari sekarang. Karena ini hari spesialnya jadi tidak boleh ada yang kurang satu pun.


Pria itu tersenyum karena ruangan yang luas itu sudah mulai bagus akan dekorannya. Sudah 75% ruangan itu terselesaikan, mungkin hanya tinggal bunga-bunga yang mempercantik ruangan itu. Karena sudah merasa puas, ia pun segera kembali ke mansion. Ia harus menyiapkan diri untuk hari bahagianya, ia harus dalam keadaan vit. Ia tidak boleh lelah ia harus cukup istirahat.


***


Randy dalam perjalanan pulang, tak sengaja ia melihat Amar yang sedang dikeroyok para berandalan. Inginnya ia membantu, tapi bagaimana kalau ia ikut babak belur sedangkan hari pernikahan tinggal menghitung hari. Tak ada pilihan lain, Randy turun dari mobilnya. Dengan tangan kosong ia membantu Amar.


"Randy." Amar melihat kedatangan temannya itu, bukannya tak ingin dibantu, ia tak ingin terjadi sesuatu padanya. Amar sendiri hendak menolong seorang gadis yang sedang diganggu oleh preman yang sedang mabuk.


Bugh ...


Randy memukul pria plontos dari belakang yang sedang berkelahi dengan Amar.


Pria plontos itu membalikkan tubuhnya.


"Siapa, kau? Berani sekali ikut campur!" kata pria itu dengan kesal, ia hendak kembali menyerang balik. Namun seketika pria itu terjatuh ke tanah karena Amar lebih dulu menghantamnya dengan batu dari belakang. Hingga pria botak itu terjatuh seketika.


Randy dan Amar menatap ke arah gadis yang sedang disandra oleh salah satu teman dari preman itu, Amar mencoba mendekat karena ia tak tega pada gadis yang sudah ketakutan itu. Tak menunggu lama lagi, Amar dan Randy menatap satu sama lain. Setelah itu mereka menghampiri lelaki itu secara bersamaan.


"Jangan mendekat! Kalau kalian ingin wanita ini selamat, pergilah tinggal kami. Saya tidak ada urusan dengan kalian!" kata pria yang sedang menyandra gadis itu.

__ADS_1


Gadis itu tak tinggal diam, meski pun dalam ketakutan tapi ia sambil berpikir bagaimana caranya ia terlepas dari pria ini? Hingga akhirnya, ia ada ide. Tangan pria itu tengah membekap mulutnya, dengan sengaja ia menggigit tangan itu keras-keras. Sampai preman itu mengaduh dan gadis itu terlepas seketika.


Preman itu merasa terancam karena ia tinggal seorang diri, karena teman-temannya sudah lebih dulu tumbang oleh Amar. Gadis itu menghampiri Amar, ia sungguh ketakutan.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Amar.


Gadis itu menggelengkan kepala, namun karena shock tiba-tiba ia limbung dan akan terjatung pingsan. Untung Amar dengan sigap menangkap tubuh mungil itu.


"Bawa saja ke rumah sakit," kata Randy.


"Kamu tidak apa-apa 'kan?" Amar takut Randy terkena pukulan dari orang tadi.


"Tidak, aku baik-baik saja. Tadi 'kan kamu lebih dulu menyerang," terang Randy, "sebaiknya kamu bawa pergi gadis ini dari sini, sepertinya dia shock."


"Iya, sebaiknya kamu juga pulang. Hati-hati, di sini rawan begal," kata Amar. Setelah itu, mereka menuju mobil masing-masing.


***


Dada Randy bergemuruh hebat. Padahal ini pernikahan ke tiga yang akan dilakukannya, terlebih kedua kali untuknya bersama wanita yang sama. Zia belum menampakkan diri, wanita itu masih berada di ruang make up.


Tak lama dari situ, muncullah sosok wanita cantik berbalut kebaya putih yang terlihat seperti bidadari. Randy yang melihat sampai tak berkedip, selama ini ia dibutakan. Tak tahu bahwa istrinya adalah sosok bidadari tak bersayap.


Sedikit malu-malu, Zia mendudukkan diri di sebelah calon suaminya. Ijab akan segara dimulai. Tangan Arya sudah menyodor ke arah pengantin pria, Randy pun menjabat tangan papa mertuanya.


Dengan sekali tarikan napas, ia berhasil mengucapkan ikrar cintanya pada Zia. hingga terdengar ucapan 'sah' dari para saksi yang hadir. Kedua pengantin bernapas lega bahwa kini mereka sudah resmi menyandang suami istri. Setelah akad, Randy menyematkan cincin di jari manis Zia. Begitu pun sebaliknya.

__ADS_1


Setelah itu, Zia mencium punggung tangan suaminya. Mengecupnya hingga beberapa detik. Randy sendiri mencium kening Zia.


***


Setelah akad, mereka langsung menggelar pesta. Kini mereka tengah berbahagia berada di atas vodium pelaminan. Karena sudah resmi, tak segan-segan Randy mencekal lengan Zia. Menatapnya begitu dalam, penuh cinta dan kerinduan di dalam sana. Sampai mereka tak menyadari para tamu undangan sudah mengantri ingin memberikan ucapan selamat.


Si kecil Zia menarik baru papanya, menandadakan bahwa ia memberitahukan ada tamu yang tengah menghampirinya. Randy langsung terkesiap, pria itu tersenyum manis pada para tamu undangan yang hadir.


"Selamat menempuh hidup baru, Pak Randy," kata tamu relasi kerjanya.


"Terima kasih sudah menyempatkan waktunya." Kedua pria itu pun berpelukkan dan menepuk bahu masing-masing, setelah itu bergantian dengan tamu yang lain. Terus dan seterusnya begitu sampai selesai.


Pandangan Zia edarkan ke setiap sudut, sampai Randy menyadari bahwa istrinya tengah mencari seseorang, siapa yang dicari oleh istrinya itu? Pikir Randy.


Hingga muncullah sosok yang ditunggu-tunggu kedatangannya. Zia tersenyum pada orang itu, hingga dalam hati ia bertanya, siapa gadis cantik yang tengah bersamanya? Namun demikian, Zia bahagia melihatnya.


"Mas, apa kamu menepati janjimu?" tanya Zia dengan tatapan terus mengarah ke depan.


"Maksudmu?" tanya Randy yang memang kurang mengerti.


"Itu, coba kamu lihat siapa yang datang." Zia menunjuk orang itu dengan wajahnya.


Randy pun melihat ke mana mata Zia terarah, "diakan wanita itu?" kata Randy sendiri, "apa setelah pertemuan itu mereka menjalin hubungan?" tanyanya sendiri.


"Bukankah dia wanita yang kamu janjikan dulu untuknya?" tanya Zia.

__ADS_1


Randy menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Pada akhirnya, orang itu memberikan ucapan selamat pada pengantin.


__ADS_2