
Mengisahkan kisah seorang gadis bernama Ghazea Azhagar. Gadis tersebut adalah anak tunggal dari pasangan Bara Azhagar dan Yasmin shakina. Ghazea Azhagar berumur 25tahun.
Ayah dan Bunda nya mempunyai toko kelontong cukup besar dikampung nya. Setelah Zea lulus sekolah SMA, Zea enggan untuk melanjutkan kuliah.
Zea lebih memilih membantu kedua orang tua nya menjaga toko.
Sampai akhirnya Zea merasa bosan dan ingin bekerja, agar bisa mandiri. Lalu Zea memutuskan untuk bekerja keluar kota menyusul Sahabat nya.
"Bun, Zea bosan dech begini terus, Zea pingin bekerja seperti Jihan dan belajar mandiri. seandainya Zea menyusul Jihan gimana Bun..???" Tanya Zea kepada Bunda Yasmin sambil tiduran diatas pangkuan Bunda Yasmin.
"Emangnya anak Bunda yang manja ini akan betah jika pisah dari Ayah dan Bunda, heemmm...???" Jawab Bunda sambil mengelus-elus kepala Zea dan memainkan rambut panjang Zea yang indah nan wangi itu.
"Ini makanya Zea mau coba Bun, Zea udah gede loh, itung-itung belajar kalau Zea nanti dapet jodoh. hahaha..." Jawab Zea dengan tertawa terbahak-bahak. Mengingat dia saja selalu risih ketika ada lelaki yang mencoba mendekati nya dan dia malah berbicara soal jodoh, omongan macam apa ini.
"Ya udah, nanti coba Bunda ngobrol sama Ayah dulu ya, boleh atau enggak nya."
"Iya Bun."
Tak terasa lama-lama terdengar dengkuran halus dari Zea menandakan sang Empu sudah dalam alam bawah sadarnya. Tertidur dengan nyenyak dan nyamannya dipangkuan sang Bunda.
Bunda Yasmin pun yang melihat putrinya sudah terlelap mengangkat kepala Zea dengan perlahan lalu memindahkan kebantal. Bunda Yasmin pun menyelimuti putri semata wayangnya dan mengecup kening Zea penuh kasih, dan bergegas keluar dari kamar Zea.
Setelah keluar dari kamar Zea, Bunda Yasmin pun menyusul Ayah Bara yang tengah bersantai diruang keluarga sambil meminum kopi dan menonton TV.
"Ayah belum tidur, ini sudah malam Lo yah..??" tanya Bunda Yasmin kepada Bara suaminya.
"Belum Bun, Lagi tanggung ini acaranya sebentar lagi juga selesai." jawab Ayah Bara sambil menepuk sofa disebelahnya, agar Bunda Yasmin ikut duduk di samping nya menemani menonton tv. Bunda Yasmin pun akhirnya ikut duduk.
Lalu Bunda Yasmin membuka obrolan dan menyampaikan keinginan putrinya itu.
"Yah, tadi Zea meminta izin ke Bunda, dia ingin menyusul Jihan bekerja di pabrik. menurut Ayah gimana...???" Ayah Bara pun nampak berfikir dan tak langsung meng iya kan keinginan putrinya, mengingat Zea adalah anak semata wayangnya.
__ADS_1
Akhirnya dengan berat hati Ayah Bara pun memberikan ijin untuk Zea.
"Baik lah Bun, Ayah akan ijinkan Zea menyusul Jihan. kapan rencana Zea akan berangkat...??"
"Mungkin, lusa yah."
"Ya sudah, mari kita tidur ini sudah malam."
Bunda Yasmin pun hanya memberi anggukan kepala menandakan dia setuju. Mereka pun akhirnya masuk kedalam kamar untuk beristirahat akibat lelah menjaga toko seharian. Ya walaupun ada Zea yang membantu tapi tetap saja mereka lelah karena memang apa-apa dikerjakan sendiri tanpa mempekerjakan orang.
Kini hari yang di nanti-nanti Zea pun telah tiba. Jihan datang untuk menjemput nya atas permintaan Ayah Bara dan Bunda Yasmin. Ayah Bara dan Bunda Yasmin tidak tega jika harus membiarkan Zea berangkat sendiri kekota, mengingat Zea belum pernah keluar kota sendirian.
Sesampainya Jihan dirumah Zea, Jihan langsung mengetuk pintu kayu bercat putih itu dan memberikan salam.
Tok.....
Tok.....
"Assalamualaikum."
"Sepertinya itu Nak Jihan Bun, coba Bunda buka pintunya."
Bunda Yasmin pun langsung melangkah keluar kamar menuju ruang tamu dan membukakan pintu, dan benar saja yang datang adalah orang yang ditunggu-tunggu kedatangannya yaitu Jihan. Bunda Yasmin pun langsung menjawab salam Jihan dan tersenyum.
"Waalaikumssalam, eh.. Nak Jihan, masuk Nak. Ya ampun lama tidak bertemu makin cantik aja Nak." Puji Yasmin terhadap Jihan yang sudah lama tak bertemu. Karna setelah lulus Jihan sudah tidak pernah kerumah Zea karna dia langsung bekerja ke luar kota. Zea dan Jihan ini sudah bersahabat sejak kecil, dan bahkan sudah dianggap anak sendiri oleh Ayah Bara dan Bunda Yasmin.
Jihan pun langsung masuk kedalam rumah lalu mengulurkan tangannya menyalami Bunda Yasmin dan mencium tangan Bunda Yasmin.
" Bunda bisa aja dech, Bunda juga masih sangat cantik nambah cantik malahan, Gimana kabar Bunda?" Jawab Jihan sambil tersenyum.
"Alhamdulillah kabar Bunda baik Nak, kapan kamu sampai sayang...??"
__ADS_1
"Kemarin Bun, tapi Jihan nggak dapat cuti banyak makanya ini harus segera kembali ke kota." Terang Jihan kepada Bunda Yasmin.
Bunda Yasmin lalu mengajak Jihan duduk. Merekapun kini telah duduk di sofa ruang tamu sambil ngobrol-ngobrol hangat layaknya anak dan ibuk kandung. Membicarakan banyak hal tentang keadaan kota dan tempat bekerja yang akan ditempat'i anak sematang wayang nya itu.
Sampai akhirnya mereka kaget karena mendengar teriakan suara cempreng milik Zea . Bunda Yasmin dan Jihan pun sampai mengelu-elus dadanya karna kaget. Dengan wajah berseri-seri bak kucing menemukan ikan asin dan dengan wajah tanpa bersalahnya karena sudah mengagetkan Sahabat dan Bundanya itu, Zea langsung berlari dan memeluk Sahabatnya itu, Jihan pun oleng karna tidak siap menerima pelukan tiba-tiba dari Sahabatnya itu.
" Jihaaaaaan......." Bruk...
"Aaaa.... Kangen tau Gue." Ungkap Zea sambil memeluk sahabatnya itu dengan begitu erat. (Udah kek teletabis, berpelukan hahaha).
" Iya Zea sama Gue juga kangen banget sama Loe, tapi nggc gini juga donk, Gua enggap nggc bisa nafas Zea...!!!!" Sewot Jihan yang merasa enggap karna Zea memeluknya dengan begitu erat. Zea pun hanya cengengesan dan melerai pelukan itu.
"Hehehe maaf deh, abis Gue kangen banget sama Loe sampe nggc sadar deh Gue meluk nya kekencangan..." Jawab Zea sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Ayah Bara pun yang baru selesai mandi mendengar berisik2 dari luar ikut keluar dari kamar menuju ruang tamu.
"Jihan apa kabar Nak, sudah gede ya kamu sekarang... haha." Canda Ayah Bara pada Jihan, Ayah Bara memang suka sekali menggoda Jihan sedari dulu.
Jihan pun langsung berdiri menghampiri Ayah Bara dan mengulurkan tangannya menyalami Ayah Bara lalu mencium tangan Ayah Bara.
"Alhamdulillah kabar baik Yah. Ayah ini mulai deh, Aku kan tumbuh besar setiap hari jelas dong Aku udah gede." Jawab Jihan dengan mengerucut kan bibirnya karna sebal Ayah dari Sahabatnya ini masih saja suka menggodanya. Ayah Bara pun hanya menggeleng-geleng kan kepalanya mendengar jawaban Jihan.
"Jadi kapan kalian akan berangkat Nak...???"
"Abis zduhur Yah."
Merekapun berbincang-bincang hangat sampai waktu menunjukan pukul 12:00. Bunda Yasmin yang sudah mengetahui jika sudah waktunya makan siang pun bergegas menyiapkan makan siang. Setelah semua sudah siap dimeja makan, Bunda Yasmin pun memanggil mereka untuk segera makan siang. Mereka yang mendengar sudah dipanggil oleh Bunda Yasmin pun, mereka langsung melangkah menuju meja makan dan makan siang bersama.
Setelah makan siang selesai Zea pun langsung masuk kamar dan bersiap-siap untuk berangkat.
Haloooo... terimakasih banyak untuk kalian yang berkenan mampir dikarya aku. maaf kalau ada salah kata atau yang kurang tepat atau mungkin tanda baca yang belum sesuai mohon bimbingannya karna saya penulis baru terimakasih.....😊😊😊
__ADS_1
#Salam HALU 🤣🤣