Bertahan Sakit, Berpisah Sulit

Bertahan Sakit, Berpisah Sulit
Datang bertubi-tubi


__ADS_3

"Sudahlah, mari kita tidur ini sudah malam." Ajak Kellan yang tak menghiraukan tantangan yang sengaja dibuat oleh Zea.


Kellan justru nampak menghindar dari tantangan tersebut, ntah karena sebab apa Kellan melakukan itu. Ntah takut berpisah dengan kekasihnya atau ada hal lain.


Zea pun ikut membaringkan dirinya diatas kasur dengan posisi membelakangi Kellan.


Untuk berdebat lebih panjang pun Zea sudah terlalu lelah, karena semua tak akan mendapat solusi hanya pertengkaran yang sia-sia.


Keesokan harinya Zea bangun pagi dan menyiapkan segala sesuatunya seperti biasa, ya begitulah Zea seberat apapun bebannya sebesar apapun rasa marahnya ia tetap tak lalai sedikit pun dengan tugasnya.


Hanya saja pagi ini masih sama seperti pagi kemarin, Zea masih enggan menatap atau membuka suara pada sang suami. Zea sedang ingin puasa bicara pada suaminya itu.


Sampai kapan? ntahlah sampai kapan Zea akan berhenti puasa bicara pada suaminya.


Pagi ini Kellan bangun tanpa dibangunkan oleh sang Istri seperti biasanya dia juga tak mendapat ucapan selamat pagi dengan senyuman manis sang Istri.


Hanya wajah jutek dan tak ada suara sedikit pun yang ia dapatkan pagi ini dari sang Istri.


"Masak apa Yank?" Tanya Kellan basa-basi pada Istrinya berharap bisa mencair kan suasana.


Bukannya menjawab Zea malah pergi begitu saja meninggalkan Kellan lalu melangkah menuju kamar.


Merasa tak ada respon Kellan pun tak ambil pusing dia justru mendudukkan dirinya lalu sarapan sebelum berangkat kekantor.


Setelah siap sarapan Kellan pun masuk kedalam kamar menyusul Istrinya untuk berpamitan.


"Sayang aku berangkat ya." Ucap Kellan yang sudah berada tepat dihadapan Zea.


Zea yang tengah duduk ditepi ranjang dengan membaca majalah pun hanya berdehem memberi jawaban suaminya.


"Heemmm." Hanya kata itu, Zea tak ada niatan untuk membuka mulutnya. Sebenarnya bukan karena asyik baca majalah hanya saja dia memang sedang tak ingin bicara pada suaminya.


Kellan pun mengulurkan tangannya agar dicium oleh Istrinya. Zea pun mau tak mau harus menerima uluran tangan dari Kellan lalu mencium tangan tersebut.


Kellan pun lalu membungkuk dan mencium kening Zea sekilas lalu berlalu pergi berangkat kekantor.


Mau semanis apapun perlakuan Kellan saat ini hati Zea tetap saja masih membeku dan tak tau kapan akan mencair.


Sepeninggalan Kellan, tiba-tiba saja pintu rumah kontrakan Zea ada yang mengetuk.


Tok.......

__ADS_1


Tok.......


Tok.......


Zea yang mendengar suara ketukan pintu pun mengernyitkan dahi nya pasalnya memang selama Zea tinggal dikontrakkan tersebut dia belum pernah kedatangan seorang tamu.


Zea pun turun dari atas ranjang melangkah keluar lalu membuka pintu tersebut.


Zea sedikit kaget melihat siapa yang datang.


"I--ibu." Ucap Zea dengan terbata-bata.


"Kau tidak mempersilahkan Ibu mertuamu masuk." Ucap Ibunya Kellan sinis saat melihat menantunya itu justru malah melongo menatap nya.


"Ehh..... silahkan masuk Bu." Zea yang tersadar langsung menyuruh Ibu mertua nya itu masuk.


Ibunya Kellan pun lalu masuk dan mendudukkan dirinya disofa ruang tamu.


"Sebentar ya Bu, Zea bikinkan minum dulu." Ucap Zea dengan langsung pergi ke dapur tanpa menunggu jawaban dari Ibu mertuanya.


Setelah selesai membuatkan minum untuk Ibu mertua nya Zea pun membawa minuman tersebut dan meletakkan diatas meja.


"Minuman nya Bu, diminum." Tawar Zea dengan sopan, bagaimana pun perlakuan Ibu mertuanya pada Zea, dia tetaplah orang tua yang harus dihormati.


"Bagaimana, setelah kau pisah rumah denganku apakah kau sudah ada tanda-tanda hamil Nak?" Tanya Ibu Kellan pada Zea langsung keintinya tanpa ada basa-basi.


"Be--belum Bu." Jawab Zea dengan terbata-bata karena gugup, sesungguhnya dia tau Ibu mertua nya itu datang hanya ingin melukai hatinya.


"Hemmm, sudah ku duga. Beri tahu Ibu selain kata mandul, kata apa yang pantas Ibu ucapkan padamu ketika dua tahun lebih pernikahan kalian tapi kau belum juga hamil." Ucap Ibunya Kellan yang dengan sengajanya menekan kan kata Mandul pada Zea.


JEDAAARRRRRR.......


Bagaikan tersambar petir disiang bolong rasa hatinya Zea saat ini ketika mendengar ucapan yang keluar dari mulut sang Ibu mertua apa lagi dengan menekan kata mandul.


Zea hanya diam dan menunduk kan kepalanya tak berani menjawab perkataan sang Ibu mertua.


Zea berusaha mencoba untuk tetap tenang tanpa menjatuhkan air matanya dihadapan sang Ibu mertua.


"Kalau kau tidak bisa memberi Kellan keturunan tinggalkan saja dia, apa kamu pikir Kellan menikah dengan mu hanya cukup dengan hidup bersama mu saja. Tidak Nak, Kellan dan aku butuh keturunan, Kellan menginginkan anak dan Ibu menginginkan cucu." Ucap Ibunya Kellan kembali dengan lagi-lagi mematahkan hati Zea.


"Ma--maaf Bu," Hanya kata itu yang sanggup Zea keluar kan dari mulutnya.

__ADS_1


"Apa dengan kamu meminta maaf lalu kamu bisa hamil, jika iya maka lakukan lah tapi jika tidak diam! Ibu tak butuh kata maafmu itu." Ucap Ibunya Kellan dengan menaikan nada bicara nya.


Lagi-lagi hati Zea serasa diporak-porandakan oleh kata-kata dari Sang Ibu mertua.


"Sesakit ini kah rasanya dibentak oleh seorang yang bergelar Ibu. Ibu yang melahirkan dan membesar ku saja tak pernah melakukan ini padaku, kenapa beliau Setega ini padaku, apa salahku." Monolog Zea dalam hati, dengan menahan sesak di dadanya.


"Dengarkan ini baik-baik, jangan semakin membuat beban untuk anak saya, selain kau tidak bisa hamil kau itu miskin sudah begitu kau tidak bekerja, lalu untungnya apa anak saya menikah dengan kamu kalau tidak hanya menambah bebannya saja. Jadi pastikan jika kau tidak bisa hamil maka pergilah dari kehidupan Kellan selamanya." Ucap Ibunya Kellan dengan menekan kan kata selamanya dan menunjuk wajah Zea.


Zea masih setia pada bungkamnya bukan dia tak tau harus menjawab apa, hanya saja ia tau kalau menjawab bukannya menyelesaikan masalah justru yang ada akan memperpanjang masalah sebab Ibu mertuanya itu tak akan mau mengalah meskipun beliau salah.


Setelah puas meremukkan hati menantunya itu, Ibunya Kellan itu pun pamit pulang.


"Ibu mau pulang, berikan Ibu uang untuk ongkos pulang." Dengan tak tau malunya setelah menghina ia masih punya muka untuk meminta uang pada Zea.


Zea yang tak mau membuat sang mertua marah pun tak menunggu waktu lama ia segera berdiri lalu melangkah masuk kedalam kamar mengambil dompet lalu membuka dan mengambil beberapa lembar uang.


Zea pun kini keluar dari dalam kamar dengan membawa beberapa lembar uang lalu menyodorkan kepada Ibu mertuanya.


"Ini Bu." Ucap Zea dengan menyodorkan uang tersebut kepada Ibu mertua nya.


Ibunya Kellan pun langsung mengambil uang tersebut lalu melangkah pergi tanpa sepatah katapun lagi.


Zea lalu menutup pintunya dan menguncinya, setelah itu Zea langsung berlari kekamar lalu menjatuhkan dirinya diatas kasur dengan posisi tengkurap dan menangis sejadi-jadinya.


Menumpahkan semua sesak yang sudah ditahannya sedari tadi dihadapan Ibu mertua nya.


Zea menangis sejadi-jadinya untuk meluapkan semua yang membuat sesak didalam dadanya berharap semuanya akan tuntas dengan cara menangis.


"Ayah, Bunda." Setelah mengucapkan itu Zea pun kembali menangis.


"Zea harus apa Yah, Bun, Zea harus gimana?" Zea pun lagi-lagi kembali menangis histeris.


Ingin sekali rasanya ia bercerita diatas pangkuan sang Bunda dan menumpahkan segala uneg-uneg dalam hatinya namun, apa lah daya ia tak sampai hati melakukan itu.


Zea tak mau memperburuk suasana dan membuat kedua orang tua nya membenci suami dan Ibu mertua nya. Karena memang meskipun Zea mendapatkan perlakuan tak baik dari mertuanya ia tak pernah menjelek-jelekkan Ibu mertuanya dihadapan kedua orang tuanya.


Zea selalu memuji Ibu mertuanya dan juga suaminya itu dihadapan kedua orang tua nya sendiri, bukan tanpa alasan Zea melakukan itu tapi, Zea sengaja melakukan itu agar kedua orang tua nya tak mengkhawatirkan dia yang jauh disana.


Juga agar kedua orang tua nya tak tau apa yang sebenarnya terjadi padanya, sebab jika kedua orang tua nya tau ntah seperti apa nasib rumah tangga nya.


Zea tak ingin terjadi sesuatu pada rumah tangganya, sebab Zea tetap akan mencoba untuk mempertahankan rumah tangganya semampu nya.

__ADS_1


PRAANNGGGGG......


__ADS_2