Bertahan Sakit, Berpisah Sulit

Bertahan Sakit, Berpisah Sulit
Takut kehilangan


__ADS_3

Kellan pun membuka ponselnya kembali lalu mencari-cari foto pernikahan dirinya dengan Zea. Setelah dapat Kellan pun menunjukkan foto tersebut pada Mbak-mbak penjaga itu.


"Saya suaminya Mbak ini bukti fotonya karna kalau mau bukti surat nikah saya nggc bawa Mbak." Jelas Kellan dengan menyodorkan ponsel nya pada Mbak-mbak penjaga penginapan itu. Mbak-mbak penjaga itu pun nampak sedikit berfikir jika mereka pasangan suami Istri kenapa Kellan masih banyak bertanya dan bukannya hanya melapor dan langsung masuk menemui sang Istri.


Kellan yang tau dari gelagat Mbak-mbak penjaga penginapan yang ragu padanya itu pun memutar otak lagi bagaimana caranya dia bisa masuk menemui sang Istri.


"Begini Mbak kami memang suami Istri tadi Istri saya berangkat duluan karena saya masih ada pekerjaan tujuan kami datang kesini itu karena merayakan Happy Anniversary pernikahan kita. Sengaja saya nggc bertanya pada Istri saya karna saya akan memberi nya kejutan." Jelas Kellan yang mencoba mengelabuhi Mbak-mbak penjaga itu agar dirinya bisa masuk kedalam kamar Zea.


Mbak-mbak penjaga tempat penginapan itu pun nampak berfikir, karna alasan yang Kellan berikan begitu masuk akal.


"Baiklah Mas, Istri anda penginap dikamar nomor 17 kamarnya paling ujung sendiri sesuai permintaan." Terang Mbak-mbak penjaga itu pada Kellan. Akhirnya Kellan mendapatkan informasi dimana kamar sang Istri berada.


"Terimakasih Mbak." Kellan pun bergegas melangkah menuju kamar dimana sang Istri penginap Ketika sudah sampai didepan kamar Zea, Kellan nampak berfikir bagaimana reaksi Zea ketika melihat nya. Namun, Kellan menyampingkan semua itu karena dia sudah tidak sabar ingin melihat keadaan Istrinya.


Tok.........


Tok..........


Tok..........


"Permisi Bu," Teriak Kellan dari luar, dia sengaja begitu agar sang Istri segera membuka pintunya. Karena tak kunjung mendapat jawaban Kellan pun melakukan sekali lagi dengan sedikit lebih kencang. Namun, tak sampai mengganggu pengunjung lain yang sedang menginap karena mengingat ini sudah hampir Subuh.


Tok...........

__ADS_1


Tok............


Tok............


"Permisi Bu," Zea pun bergeliat manja diatas kasur, dia pun turun dari ranjang dan berjalan mau melihat sebenarnya siapa yang mengetuk-ngetuk pintu kamar nya menjelang subuh begini.


Ceklek........


Pintu kamar penginapan itu pun dibuka oleh Zea. "Iya, ada apa?" Seketika tubuh Zea pun mematung ketika melihat siapa orang yang dibalik pintu itu. Kellan pun langsung menyambar tubuh sang Istri agar masuk dalam pelukan nya. Dipeluknya Zea dengan begitu erat lalu diciuminya pucuk kepala Zea.


"Jangan begini sayang, jangan pergi tinggalin Mas kayak gini." Kata Kellan yang tak mendapat respon apapun dari Zea. Zea masih saja membeku tak bersuara, tak juga menghindar dari pelukan Kellan namun, tak juga membalas.


Cukup lama mereka dalam posisi itu, sampai akhirnya Kellan menarik Zea masuk lalu menutup dan mengunci pintu kamar. Kellan pun mendudukkan dirinya disofa dan menarik Zea yang masih berdiri. Namun, kini mendapat penolakan dari Zea, Zea enggan duduk bersama Kellan. Kellan yang mendapat penolakan pun tak kehilangan akal, dia pun kini memeluk kembali sang Istri dengan posisi Kellan duduk dan Zea berdiri.



Cukup lama posisi itu terjadi, Kellan yang takut kehilangan Zea namun, dia tak pandai bagaimana cara menjaga pujaan hatinya. Sebesar apapun kesalahan Kellan dia tidak pernah mengeluarkan kata MAAF dari mulut nya, itu lah yang membuat Zea tak suka. Dia menunjukkan rasa takut kehilangan namun, bodohnya dia melupakan kata sederhana namun begitu berarti.


"Untuk apa kamu kesini Mas?" Akhirnya Zea membuka suara setelah lama mereka saling diam.


"Bukankah kamu sudah tidak percaya lagi padaku." Kata Zea kembali, Kellan pun mendongakkan kepala nya keatas agar dapat melihat wajah sang Istri.


"Aku mencari mu semalaman, Aku khawatir kamu kenapa-kenapa atau terluka, Aku takut kehilanganmu, aku sangat mencintaimu Sayang." Jawab Kellan lirih, dengan wajah sendu dan meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Heh, apa kamu bilang Mas Cinta, khawatir, takut aku terluka, hahaha." Zea pun tertawa setelah mengatakan itu lalu berkata kembali.


"Kenapa kamu takut aku terluka Mas? kamu tidak perlu takut aku terluka saat orang yang sering melukaiku saja tak ada bersama ku, dan apa Cinta, apa seperti itu Mas perlakuan yang pantas untuk orang yang kita cintai." Kata Zea yang sengaja menekan kata cinta dihadapan Kellan.


"Sayang tolong, sudah ya. Mas khilaf sayang, Mas terlalu emosi kamu meninggikan suaramu didepan ku." Jelas Kellan melakukan pembelaan, tapi dia melupakan menyelip kan kata MAAF.


"Tapi kamu bilang, kamu tidak percaya lagi denganku lalu untuk apa kamu masih mencari ku?"


"Sayang aku nggc mau kehilangan kamu tolong kamu mengerti itu."


"Benarkah itu, bibirmu bicara kamu takut kehilanganku Mas, tapi perlakuan mu menyuruh ku meninggalkan mu." Zea mengatakan itu dengan mencoba untuk tetap tegar dan tak ingin terlihat lemah didepan Kellan namun, sialnya air mata Zea lolos begitu saja tanpa permisi membasahi pipi mulusnya.


Kellan tak bergeming saat Zea mengatakan itu, dia bingung harus bagaimana. Disisi lain ada Ibu yang harus dia utamakan, disisi lain ada sang Istri yang begitu dia cintai.


"Sayang tolong kita hentikan perdebatan ini, kumohon." Mohon Kellan pada Zea, ia tau Zea sangat terluka olehnya tapi, dia juga tak tahan jika harus bertengkar terus dengannya.


Zea hanya diam tak merespon ucapan Kellan, dia juga sebenarnya sangat lelah harus berdebat terus begini. Kellan pun mencoba kembali menarik Zea agar duduk disampingnya, ternyata kali ini berhasil Zea tak menolak. Kini Zea duduk disampingnya Kellan, lalu Kellan pun menyandarkan kepala nya kepundak Zea.



"Biarkan tetap begini sayang, aku butuh pundakmu untuk bersandar." Kellan pun menyandarkan kepalanya dengan memejamkan matanya yang terasa perih akibat menangis dan ngantuk. Tentu saja Kellan mengantuk, Kellan baru saja pulang dari luar kota, lalu kini dia keluar kota lagi apa lagi jam menunjukan jam 5 pagi.


Zea pun hanya diam tak merespon ucapan suaminya juga tak menolaknya, lalu dipandanginya wajah lelah Kellan yang sudah sukses memejamkan matanya dipundaknya. Ada terbesit rasa kasian pada sang Suami namun, luka dihatinya masih mendominan cukup dalam. Zea pun terulur tangannya mengusap pipi mulus Kellan, lagi-lagi Zea mengeluarkan air mata nya. Dia pun jadi bingung harus bersikap seperti apa, dia sangat mencintai Kellan, tapi disisi lain dia juga kecewa pada Kellan. Sifat Kellan yang seolah menyuruhnya pergi namun, ketika dia pergi sifat Kellan pula lah yang menariknya kembali.

__ADS_1


"Aku bingung Mas, harus bersikap seperti apa, kamu sukses memberi ku luka yang sangat sempurna."


__ADS_2