
"Masih ingat pulang Nak?"
Langkah Kellan dan Zea pun seketika terhenti karena mendengar perkataan Ibunya itu. Mereka sedikit kaget ternyata ada sang Ibu diruang tamu.
"Buk, sudahlah." Jawab Kellan pelan pada Ibunya.
Lain halnya dengan Zea, gadis itu justru hanya terdiam dan menunduk.
"Apa kamu bilang Nak, sudahlah."
"Bagaimana Ibu harus menyudahi setelah kejadian ini Istri mu pergi meninggalkan rumah saat ada masalah tanpa seizin suaminya itu salah Nak."
"Aku harus membuat drama baru mereka tidak boleh baikan, kalau rencana A ku tidak berhasil aku harus menggunakan rencana B." monolog Ibunya Kellan berbicara didalam hati.
Kellan yang tau arah pembicaraan Ibunya itu pun menarik tangan Zea agar mengikuti langkah nya yang akan meninggalkan Ibunya dan masuk kedalam kamar agar tak terjadi lagi perdebatan panjang.
"Tunggu Ibu belum selesai bicara Kellan!" Teriak Ibu nya Kellan cukup untuk membuat nyali Kellan menciut.
Kellan pun mau tidak mau harus berhenti dari langkahnya setelah berhenti Kellan lalu memutar badannya agar berhadapan dengan sang Ibu tak bicara Kellan hanya memberi tatapan memohon pada sang Ibu.
Ibu Kellan yang paham akan tatapan anaknya itu justru semakin merasa emosi karena tak terima kini Kellan mulai berani membela Istrinya dihadapan nya.
"Tidak Nak, Istri mu harus diberi paham bagaimana menjadi menantu yang baik dan Istri yang baik." Ucap Ibu Kellan yang masih dengan rencananya memojokkan Zea.
"Sudahlah Bu, Kellan mohon disini tak hanya Zea yang salah tapi Kellan juga bersalah Bu." Ucap Kellan yang mencoba membela Istrinya.
Ibu Kellan pun semakin mendidih darahnya mendengar ucapan anaknya yang mulai membela Istrinya secara terang-terangan.
"Apa ini kamu membela dia Nak, kamu tidak tau bagaimana Ibu tersiksa hidup berdampingan dengan Istri mu itu, tapi ibu masih tahankan itu semua demi kamu Nak." Lirih Ibu Kellan dengan dibuat sepilu mungkin untuk menarik simpati Kellan kembali.
Kellan pun menjadi dilema lalu berlanjut lah kini perdebatan antara ibu dan anak itu hingga membuat Zea muak dengan drama ini, Zea memang bersalah karena pergi meninggalkan rumah saat ada masalah tapi tak harus juga dibuat sedrama ini karena semua masih bisa dibicarakan baik-baik.
"STOPP!" Teriak Zea ditengah-tengah perdebatan Kellan dan Ibunya itu.
Kellan dan Ibu nya pun seketika diam dan menoleh kearah Zea dengan secara bersama'an.
__ADS_1
"Buk, Zea memang bersalah telah meninggal rumah saat ada Masalah untuk itu Zea mintak maaf pada Ibu." Zea pun menjeda sebentar kata-katanya sebelum meneruskan kembali.
Zea yang sudah muak dengan Ibu mertuanya yang selalu saja memfitnah nya kini Zea mulai mengutarakan uneg-uneg walaupun tak semua.
"Tapi tolong Bu, jangan selalu fitnah Zea, Zea Memang bukan menantu sempurna untuk Ibu tapi Zea juga tak seburuk yang Ibu katakan pada para tetangga terutama pada Mas Kellan Ibu tau itu." Zea menunduk setelah mengatakan itu dengan meremat ujung kaos yang ia kenakan guna mengurangi rasa takutnya.
Zea mencoba menetralkan detak jantung nya karena sesungguhnya dia tak cukup berani melawan ibu mertua nya itu tapi karena sudah tak tahan jadi ia pun memberanikan diri mengambil resiko.
Zea pun kini bersiap dan pasrah menerima kemarahan sang Ibu mertua nya itu, karena Ibu mertuanya itu pasti murka setelah mendengar ucapan Zea yang berani menentang nya.
Ibu Kellan pun tak terima dengan semua yang Zea katakan walaupun itu benar adanya.
Darah Ibu Kellan pun semakin mendidih dibuat Zea, dia tidak menyangka bahwa menantunya itu berani melawannya.
Ibu Kellan sengaja membuat suasana semakin runyam untuk menciptakan drama baru dan berharap Zea hanya akan diam seperti biasanya ketika dia ditindas namun, ternyata itu diluar expektasi.
Zea kini telah berani membuka suaranya dan menentang Ibu mertua nya secara tidak langsung.
"Beraninya kau, beraninya kau bicara seperti itu pada ku. Beraninya kau memutar balikkan fakta dan menjelek-jelekkan ku didepan anakku." Ibu Kellan itu kini tersulut emosi dan mengatakan hal itu dengan menunjuk-nunjuk wajah Zea.
"Kamu lihat Nak, kelakuan Istri mu pada Ibu. Cukup sudah Ibu muak dengan ini semua bawa pergi Istri mu dari rumahku Ibu sudah tidak tahan hidup dengan Istri mu lagi." Kellan hanya diam mematung mendengar perkataan sang Ibu.
Disatu sisi Kellan tak mau menjadi anak durhaka, disisi lain Kellan sangat mencintai Istrinya.
Ibu Kellan pun kembali menatap tajam kearah Zea dan menunjuk wajah Zea menggunakan jari telunjuk nya dan berkata.
"Kemasi semua barang-barang mu sekarang juga, pergi kau dari rumahku." Ucap Ibu Kellan kembali pada Zea.
DEG.......
Zea tidak menyangka selain tega memfitnah nya Ibu mertuanya itu pun tega pula mengusirnya.
Zea yang sudah muak dengan ini semua pun langsung berlari kedalam kamar dengan menahan tangisannya.
Setelah kepergian Zea masuk kedalam kamar Kellan pun langsung berlari menyusul Istrinya masuk kedalam kamar dan meninggal kan Ibunya itu tanpa sepatah kata.
__ADS_1
"Sial aku kelepasan tapi tak apa walaupun ini tak seperti rencana ku setidaknya aku bisa menyingkirkan dia dari rumahku, dan aku yakin Kellan akan lebih memilih ku dari pada perempuan miskin itu." Monolog Ibu Kellan lalu mendudukkan dirinya keatas sofa.
Ibunya Kellan itu pun kini memijit pelipisnya yang terasa berdenyut akibat terlalu tersulut emosi.
Ibu Kellan selalu menyebut bahwa Zea adalah gadis miskin padahal dirinya pun jika dibandingkan dengan keluarga Zea justru keluarga Zea lah yang lebih unggul dari soal harta tapi sepertinya tak hanya dari soal harta tapi dari akhlak juga.
Dulu Ibunya Kellan merestui hubungan Kellan dengan Zea karena beliau kira Zea adalah anak orang kaya dan pada saat itu juga Zea masih dalam posisi bekerja itu artinya Zea bisa membantu keuangan nya.
Begitulah kurang lebihnya fikiran Ibu nya Kellan tapi justru siapa sangka bahwa keluarga Zea tak sekaya dalam fikirannya dan justru Zea malah berhenti bekerja setelah menjadi Istri anaknya dan itu menurut nya hanya menambah beban.
Tiba-tiba terbesit dalam fikiran Ibunya Kellan bagaimana jika anaknya itu memilih ikut pergi dengan menantunya itu beliau pun kini tengah berfikir apa yang harus dilakukan andai itu benar.
Sungguh pusing kepala Ibu Kellan memikirkan langkah selanjutnya.
Sesampainya Zea didalam kamar dia langsung mengambil koper dan membereskan semua barang-barang nya tanpa terkecuali dengan berderaian air matanya yang sudah tak dapat dibendung lagi.
Kellan pun langsung masuk kedalam kamar dan menghampiri Istrinya lalu ditariknya kedalam pelukannya.
"Sssstttttt, sudahlah jangan diambil hati omongan Ibu ya, Ibu hanya sedang emosi beliau tak bersungguh-sungguh percayalah." Ucap Kellan dengan mengelus pucuk kepala Zea yang sedang berada dalam dekapan nya.
Zea yang mendengar ucapan Kellan itu pun melerai pelukannya.
"Tidak Mas, aku sudah tidak bisa jika harus seperti ini terus-menerus sekarang semuanya ada padamu Mas pilih Aku atau Ibu mu." Zea pun menjeda ucapan sebentar.
"Jika kamu memilih aku mari kita pergi dari rumah ini sekarang juga, tapi jika kamu memilih ibu kamu biarkan aku pergi dari sini." Setelah mengucapkan itu Zea pun menjatuhkan dirinya dilantai.
Kini tubuh Zea terasa lemas bagaikan tak bertulang karena mendengar ucapan nya sendiri yang terkesan seperti sedang mempertaruhkan cintanya.
Sebenarnya Zea juga sangat khawatir dengan ucapannya sendiri bagaimana jika Kellan memilih Ibunya siapkah dia kehilangan cintanya. Namun, Zea pun tak ada pilihan lain.
Kellan pun kini dilema oleh tantangan dari Istrinya sendiri.
Siapakah yang harus dipilih Ibunya atau Istrinya sungguh pilihan yang sangat sulit bagi Kellan.
Kellan pun nampak berfikir dan menimbang-nimbang keputusan nya tersebut.
__ADS_1
Jika dia memilih Ibunya tentu dia akan kehilangan sang Istri, tapi jika dia memilih sang Istri dia akan durhaka terhadap Ibunya begitulah kira-kira kurang lebihnya fikiran Kellan saat ini.
Hayoooo tebak kira-kira siapa yang akan Kellan pilih? ikutin terus ya kelanjutannya kisahnya🥰🥰