Bertahan Sakit, Berpisah Sulit

Bertahan Sakit, Berpisah Sulit
Anugerah atau musibah


__ADS_3

Diana pun melancarkan aksinya dengan memberi Kellan minuman yang sudah ia campur dengan obat perangsang.


"Mas pasti kau haus, minum dulu ya." Ucap Diana dengan mengulurkan satu gelas minuman saat Kellan mulai mendekati Diana.


Kellan pun meneguk minuman itu hingga tandas tak tersisa.


Diana pun tersenyum melihat itu, sebab satu langkah lagi rencananya akan berhasil.


Kellan yang kini sudah mulai merasa aneh pada tubuhnya, tanda obat perangsang sudah berreaksi lalu ditambah dengan dipancing oleh Diana kini kellan pun mulai hilang kendali.


Kellan kini menarik Diana keatas pangkuan nya lalu ******* bibir Diana dengan penuh nafsu, Diana pun awalnya agak sulit mengimbangi sebab Kellan kali ini jauh lebih bringas dari biasanya.


Kellan yang sudah tidak tahan pun merobek lingerie yang digunakan oleh Diana lalu dilemparnya asal, begitu juga dengan pakaian yang menutup dua bukit kembar Diana, kini tinggal menyisakan segitiga biru yang menutupi hutan belantara Diana.


Kellan pun kini mulai turun menjamah keleher jenjang milik Diana dan meninggalkan stempel kepemilikan nya disana.


Diana pun semakin gila dibuat oleh Kellan padahal ini baru awal permainan, lalu Kellan pun turun menuju dua bukit kembar milik Diana yang sedari tadi sudah melambai-lambai minta dihampiri.


Kellan pun mere**s salah satu bukit kembar Diana lalu satunya dihis*ap oleh Kellan bak anak bayi yang tengah meminum asi.


Lalu Kellan pun memainkan krikil kecil dibukit kembar tersebut dengan lidahnya, Diana pun gelincangan bak penari ular.


Diana menarik-nari diatas pangkuan Kellan sambil menggesek-gesekkan goanya ke rudal milik Kellan.


"Aaaahhhhhhhhh." Des**an nikmat lolos begitu saja dari bibir Diana.


Diana sangat menikmati permainan Kellan, ini baru bagi Diana.


Diana yang memang belum pernah sama sekali melakukan hal sejauh ini, kini dibuat mabuk kepayang oleh Kellan.


Kellan yang sudah tidak kuat ingin melakukan puncak dari permainan pun kini menidurkan Diana diatas sofa lalu melepaskan semua pakaiannya hingga tak tersisa sehelai benang pun.


Kellan lalu menarik benda segitiga biru yang menutup goa milik Diana dan membuangnya asal.


"Di, aku menginginkan mu." Bisik Kellan ditelinga Diana setelah berhasil melepas semua pakaian nya.


Diana hanya mengangguk sebagai jawaban menyetujui permintaan Kellan. Kini didalam hati Diana tengah bersorak gembira atas keberhasilan nya itu.


Selanjutnya, terjadilah yang seharusnya terjadi. Hubungan terlarang Kellan dan Diana kini sudah melampaui batas.

__ADS_1


Pyaaaarrrrrrrrrr............


Gelas yang tengah digenggam oleh Zea tiba-tiba saja terjatuh begitu saja membuat Zea terkejut.


"Ya ampun, kok bisa jatuh sih." Monolog Zea saat sedang membersihkan pecahan kaca gelas tersebut.


Tak sengaja jari Zea terkena ujung beling tersebut.


"Awwww." Decak Zea yang merasakan perih pada ujung jari nya. Zea pun lalu menghisap ujung jari yang berdarah tersebut.


Kini Zea mendudukkan dirinya diatas sofa ruang tamu.


"Kok perasaan ku nggak enak ya, jadi kepikiran sama Mas Kellan jangan-jangan, nggak-nggak Mas Kellan pasti baik-baik saja." Monolog Zea yang menepis fikiran buruknya kepada Kellan, lalu berfikir positif bahwa Suaminya itu pasti baik-baik saja.


Suaminya memang sedang baik-baik saja justru malah kini tengah mengarungi samudra kenikmatan.


Kebahagiaan untuk Kellan dan terutama untuk Diana namun, duka besar bagi Zea saat Zea mengetahui semuanya nanti.


Zea mengambil ponselnya lalu menghubungi Suaminya namun, tak ada jawaban. Zea pun mencoba berulang kali dan lagi-lagi tak kunjung ada jawaban untuk kesekian kalinya membuat Zea semakin gelisah takut terjadi sesuatu pada suaminya itu.


Zea dirumah tengah gelisah namun, suaminya disana ternyata tengah mendesah.


"Hay, anak kucingku." Sapa Alvaro sembari melambaikan satu tangannya saat Zea sudah menerima panggilan videonya.


"Hay juga kak." Jawab Zea sembari membalas lambaikan tangan Alvaro dengan memaksakan tersenyum hingga memperlihatkan jarinya yang terluka dibalut hansaplas.


"Jari mu kenapa Ze?" Tanya Alvaro yang khawatir terjadi sesuatu pada pujaan hatinya.


"Tidak apa-apa kak, ini hanya luka kecil terkena ujung pecahan beling. Aku tadi tidak sengaja menjatuhkan gelas." Terang Zea dengan lembut kepada Alvaro agar ia tidak lagi mengkhawatirkan Zea.


"Apa ada Masalah, kenapa wajahmu tampak gelisah?" Selidik Alvaro, sebenarnya Alvaro hanya ingin mengetahui keadaan sang pujaan hati, Alvaro takut jika Ibu mertuanya Zea akan menganggu Zea kembali.


"Aku nggak apa-apa kok kak, hanya sedikit gelisah kepikiran Mas Kellan yang dari kemarin tak menghubungi ku, aku takut jika terjadi sesuatu padanya sebab, perasaan mendadak nggak enak." Terang Zea kembali kepada Alvaro mengutarakan kekhawatiran nya pada suaminya itu.


DEG...........


Seketika hati Alvaro berasa seperti disayat-sayat mendengar penjelasan dari Zea.


Bagaimana tidak, disini Zea tengah gelisah dan mengkhawatirkan keselamatan suaminya namun, disana yang sedang dikhawatirkan justru tengah memadu kasih menikmati surga dunia dengan kekasih haramnya.

__ADS_1


Sebenarnya Alvaro sudah mengetahui kejadian hari ini, dimana Kellan dan Dania telah melakukan penyatuan.


Alvaro tau semua itu dengan jelas dari rekaman kamera yang sengaja dipasang oleh anak buah Alvaro didalam apartemen milik Diana.


Bagaimana bisa? tentu saja bisa, apa sih yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Alvaro Prabezwara.


Alvaro pun kini menjadi semakin merasa dilema, geram, dan bercampur gemas sendiri mengahadapi situasi saat ini.


Ingin rasanya Alvaro mengauk semuanya saat ini juga dan membawa Zea keluar dari zona gila ini menurut Alvaro. Namun, ia urungkan karena menunggu waktu yang tepat versi Alvaro.


"Do'akan saja yang terbaik untuk suamimu, kakak yakin dia baik-baik saja." Kata Alvaro mencoba menenangkan Zea yang tengah gelisah itu.


"Ya sudah, sekarang kamu istirahat ya, ini sudah malam." Alvaro menyuruh Zea istirahat dengan lembut.


Zea pun hanya mengangguk sembari tersenyum, lalu Alvaro pun mematikan sambungan telefon video tersebut.


Zea kini sudah berada diatas ranjang namun, baru saja ingin memejamkan matanya tiba-tiba ponselnya kembali berdering.


Zea lalu mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelepon malam-malam begini.


"Halo Mas, kamu kemana aja sih nggak ada kabar sama sekali loh dari kemarin." Cerocos Zea saat sudah menerima panggilan tersebut.


"Maaf, aku baru bisa menghubungi mu." Jawab Kellan beralasan, sebenarnya dia lupa menghubungi Zea karena ia tengah asyik dengan Diana.


"Apa kamu sesibuk itu Mas?" Tanya Zea kembali dengan lesu.


"Ya sayang, aku sibuk." Dusta Kellan yang sama sekali tidak merasa bersalah pada Zea.


Tak lama berbincang mereka pun kini sudah berakhir, Zea yang merasa aneh tak ada basa-basi diantara mereka seperti biasanya dan Kellan pun malah buru-buru ingin mengakhiri panggilan tersebut.


Kellan menelfon Istrinya sendiri namun, justru malah kelihatan seperti sedang menelfon selingkuhan nya.


Padahal yang selingkuhannya asli kini sedang tidur nyenyak disampingnya.


Kellan pun kini dilema memikirkan bagaimana jika Zea mengetahui semua ini, Kellan frustasi sungguh sebab ia sangat mencintai Zea dan takut kehilangan Zea namun disisi lain ia juga mencintai Diana dan enggan meninggalkan nya apa lagi Kellan dan Diana kini telah melakukan penyatuan.


Sebenarnya Kellan tak ingin melakukan sejauh ini dengan Diana namun, nafsulah yang mengantarkan Kellan dalam titik ini.


Entahlah ini anugerah atau musibah, ketika Kellan dicintai oleh dua wanita sekaligus dan dua-duanya pula menjadi miliknya, walaupun yang satu belum sah Dimata agama juga negara.

__ADS_1


"Pyaaaaaarrrrrrr"


__ADS_2