
Hari, kini mulai malam tapi belum ada tanda-tanda kepulangan Kellan Zea pun khawatir pasalnya Kellan tak pernah seperti ini sebelumnya. Akhirnya Zea pun mengambil ponsel lalu menelfon Kellan.
Tut................
Tut.................
Tut..................
"Hallo, ya sayang ada apa?" Jawab Kellan diseberang telfon sana.
"Hallo, Mas, kok ada apa sih nanya nya kan aku khawatir Mas, Mas nggc ngasih kabar udah jam segini belum pulang Mas dimana?" Jawab Zea dengan sedikit kesal atas pertanyaan Suaminya itu.
Kellan pun terkekeh mendengar jawaban Zea sedikit kesal karena ulahnya itu.
"Maaf sayang, ini Mas lagi dibengkel benerin mobil sayang, mungkin jam 8 Mas udah dirumah kamu makan duluan aja ya nggc usah nunggu'in Mas." Terang Kellan pasalnya jika tidak diberi tahu seperti itu Zea akan menunggunya makan malam sampai dia datang dan saat ini ntah jam berapa nanti Kellan akan sampai rumah, karna kerusakan mobilnya Lumayan. Lumayan menguras Kantong maksud nya.
"Baiklah Mas, kalo gitu aku makan malam duluan ya, kamu pulangnya hati-hati." Kellan pun hanya berdehem memberi jawaban untuk istri nya itu, Zea pun lalu mematikan panggilan tersebut.
Setelah memutus panggilan telfon itupun Zea melangkah menuju meja makan, sebenarnya Zea sangat lah malas jika makan malam tanpa Kellan sebab sifat sang Ibu mertua ntah kenapa berbeda ketika ada Kellan dan tidak ada Kellan. Jika ada Kellan Ibu mertua nya itu sangat lah baik, manis, perhatian, lemah lembut, pokoknya mencerminkan mertua idaman. Namun, jika dibelakang Kellan beda lagi beliau bersikap cuek, angkuh, suka nyindir dan serba salah. Zea akan dihargai dan dianggap ada hanya ketika ada Kellan saja, Kenapa begitu? Ntah lah Zea pun tak tau kenapa Ibu mertuanya begitu padanya.
__ADS_1
Sesampainya dimeja makan, ternyata mereka sudah memulai makan malam nya itu tanpa menunggu atau memanggil Zea, ketika Zea akan menyapa dan mendudukkan dirinya ikut bergabung makan malam, Ibu mertua dan adik ipar beserta istrinya itupun justru berlalu pergi dari meja makan tersebut tanpa sepatah kata pun. Kini disana hanya menyisakan sang Ayah mertua dan dirinya.
"Biarkan lah Nak, jangan kamu ambil hati anggap saja mereka memang sudah siap makan malamnya." Kata Ayah mertua Zea mencoba menyemangati Zea, sebenarnya Ayah mertuanya itu sangat kasian pada Zea, gadis sebaik itu kenapa diperlakukan sedemikian rupa oleh Istrinya. Namun, mau protes pun beliau tak berani pada istri nya.
Zea pun hanya tersenyum getir menanggapi omongan Ayah mertuanya.
"Makan lah Nak, Ayah sudah siap, Ayah tinggal ya." Pamit Ayah Rama pada menantunya itu.
"Iya Yah."
Ayah Rama pun kini melangkah menuju kamar meninggalkan Zea seorang diri. Zea melanjutkan makan malamnya dengan hati yang tidak baik-baik saja dan air mata yang sesekali menetes tanpa permisi. Setelah siap makan, Zea pun membereskan meja makan tersebut lalu mencuci semua piring kotor. Setelah semua selesai Zea pun kembali ke kamarnya.
Sampainya didalam kamar Zea mengambil ponsel, lalu mendudukkan dirinya di sofa kamarnya dan melihat foto Ayah dan Bunda nya. Dengan mengelus-elus foto kedua orang tua nya Zea pun menetes kan air matanya.
Pukul 23:45, kini Kellan baru sampai rumah, Kellan lalu memarkirkan mobilnya digarasi dan langsung masuk kedalam rumah menuju kamarnya. Sesampainya Kellan didalam kamar dia menghampiri Istrinya yang tidur disofa dengan wajah sembab dan memeluk ponselnya, dilihat lah oleh Kellan apa yang membuat istri nya menangis sampai ketiduran. Ketika Kellan membuka ponselnya dan dilihatlah foto kedua mertuanya itu, lalu Kellan menyimpulkan bahwa istri nya tengah rindu pada kedua orang tua nya. Itu benar tapi tak sepenuhnya, karna ada sesuatu yang Kellan tak tau tentang betapa beratnya hari-hari sang Istri didalam rumah itu saat tanpanya.
Kellan pun mencium kening Istri tercinta nya, lalu menggendong Zea agar pindah keatas ranjang. Setelah menyelimuti sang Istri, Kellan pun masuk kamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah selesai Kellan pun mendudukkan dirinya disofa dalam kamar dengan memijit pelipisnya yang terasa berdenyut akibat memikirkan pengeluaran nya akhir-akhir ini yang sangat banyak padahal dia sudah berjanji pada sang istri untuk pulang kampung Minggu ini. Tak hanya itu saja Kellan juga memikirkan bagaimana cara agar dia bisa segera membelikan rumah untuk Istrinya. Dia sebenarnya tau jika sang istri tak nyaman tinggal dirumahnya saat ini hanya saja dia tak tau apa penyebab Istri nya begitu.
Tak terasa karena capek dan terlalu larut dalam pikiran nya Kellan pun kini terlelap begitu saja diatas sofa dengan posisi duduk. Ditengah lelap tidur nya dua insan itu tiba-tiba bunyi alarm ponsel Zea berbunyi, Zea pun meraba-raba mencari ponselnya dan mematikan bunyi alarm tersebut. Seketika Zea bingung kenapa dia bisa pindah diatas ranjang dan dimana suaminya, kenapa tidak ada disampingnya Zea pun menerka-nerka.
__ADS_1
"Apa Mas Kellan tidak pulang, tapi jika mas Kellan tidak pulang lalu bagaimana aku bisa pindah keatas ranjang, tapi jika pulang kenapa tidak ada disampingku kemana Mas Kellan, apa sudah bangun, tapi tidak mungkin Mas Kellan bangun sepagi ini." Monolog Zea dalam hati yang merasa bingung kemana suaminya itu.
Zea pun perlahan turun dari ranjang dan seketika pandangan nya fokus pada sofa yang ternyata ada suaminya yang tengah terlelap dengan nyenyak nya disana. Zea pun perlahan menghampiri Suaminya dan menatap lekat wajah lelah nan banyak pikiran suaminya itu, lalu Zea pun mengusap lembut pipinya suaminya.
"Apa yang membuatmu tidur disini Mas hemmm." Kellan yang merasa pipinya diusap pun perlahan membuka matanya dan tersenyum manis ketika wajah sang istri tepat dihadapan nya.
"Kenapa tidur disini Mas?" Tanya Zea dengan membalas senyuman Suaminya dengan tak kalah manis nya.
"Nggak apa-apa Sayang, Mas hanya ketiduran semalam." Jelas Kellan dengan menarik tubuh Zea agar terjatuh tepat di atas tubuhnya. Setelah Zea terjatuh tepat diatas tubuh Kellan, Kellan pun membisikan sesuatu pada Zea.
"Sayang olah raga pagi yuk." Zea yang mendengar bisikan mesum suaminya itu memukul pelan dada Suaminya sampai Kellan pura-pura mengadu kesakitan.
"Aduh sakit sayang, ini sih namanya KDRT tau." Zea yang mendengar itu pun justru tersenyum dan menyebikkan bibirnya. Melihat itu Kellan pun tak menyia-nyiakan kesempatan, Kellan langsung meraup bibir ramun sang istri dengan lembut, Zea pun lalu membalas ciuman itu, Kellan pun menarik tengkuk sang istri guna memperdalam ciuman mereka. Mereka pun melepas ciuman tersebut karena merasa kehabisan oksigen.
"Udah ah Mas, aku mau masak dan beberes." Dengan nafas tak beraturan Zea yang akan bangkit justru ditahan kuat oleh Kellan.
"Utamakan aku diantara yang lainnya, bisa." Jawab Kellan dengan tatapan sendu dan memohon.
"Tapi Mas, nanti aku telat masak loh buat Ibu."
__ADS_1
"Tenang lah, Mas nanti yang bertanggung jawab kalau Ibu marah, lagian nggc tiap hari juga kan." Akhirnya Zea pun mengalah karena berdebat pun percuma hanya membuang waktu.
Kellan pun kini kembali memulai kan aksinya dan terjadi yang seharusnya terjadi. Olah raga nikmat dipagi hari.