
Kini Zea dan Kellan telah sampai dikampung halaman Zea, kampung halaman yang sangat Zea rindukan.
"Mas kita langsung ketoko aja, Karena Ayah dan Bunda pasti ada disana." Tutur Zea pada Kellan dengan wajah sumringah nya.
"Iya sayang." Kellan pun menuruti keinginan Istrinya.
Saat telah sampai didepan toko kelontong milik kedua orang tua nya, Zea pun turun tanpa aba-aba dan meninggalkan Kellan begitu saja.
"Assalamualaikum, permisi Buk, saya mau beli." Ucap Zea saat menghampiri Bundanya yang tengah sibuk mengecek stok barang.
"Waalaikumssalam, masuk Nak mau nyari ap......" Seketika Bunda Yasmin pun membeku melihat siapa yang kini tengah berada dihadapan nya sehingga beliau tak menyelesaikan ucapannya.
Zea yang ditatap pun hanya tersenyum manis semanis madu memperlihatkan deretan gigi putih nya.
"Bunda nggc pengen meluk anak bunda ini hemmm?" Tanya Zea membuyarkan lamunan Bunda Yasmin.
"Sungguh ini anak Bunda, Bunda nggak lagi mimpi." Ucap Bunda yang masih tak percaya bahwa anak semata wayangnya yang beliau rindukan kini tengah hadir tepat dihadapannya.
"Makanya sini peluk dong, biar Bunda yakin." Ucap Zea dengan merentangkan kedua tangannya.
Zea memang sengaja tak memberi tahu kedua orang tua nya kalau dia dan Kellan akan pulang kampung, semua Zea lakukan dengan sengaja untuk memberikan kejutan kepada kedua orang tua nya.
"MasyaAllah." Bunda Yasmin pun lalu memeluk Zea dengan sangat erat dan sedikit meneteskan air mata bahagia.
Kellan pun ikut turun lalu menyusul masuk Istrinya kedalam toko.
"Assalamualaikum Bun." Sapa Kellan saat sudah berada didalam toko kelontong milik mertuanya itu.
Seketika Bunda Yasmin melerai pelukannya dan tersenyum, beliau sangat bahagia dengan masuknya Kellan semakin membuat beliau yakin bahwa ini nyata.
"Waalaikumssalam, gimana kabarmu Nak? Tanya Bunda Yasmin kepada menantu satu-satunya itu.
"Alhamdulillah, baik Bun." Jawab Kellan dengan mengulurkan tangannya untuk menyalami mertua perempuan nya itu.
"Bun, Ayah dimana?" Tanya Zea yang tengah celingukan mencari keberadaan sang Ayah.
"Ayah lagi pergi keluar ada perlu sebentar." Jawab Bunda lalu menghujani kecupan di seluruh wajah Putri kesayangan itu.
Cup.......
Cup......
Cup......
__ADS_1
Zea pun hanya diam dan manyun saat dirinya dihujani kecupan oleh sang Bunda, Zea udah mirip anak TK yang sedang pulang sekolah lalu dihujani kecupan oleh Bundanya, begitulah Zea dibuat oleh sang Bunda.
Bunda Yasmin pun hanya tersenyum melihat putrinya yang tengah manyun itu, wajah yang selalu beliau rindukan.
"Tunggu ya, Bunda mau nutup toko dulu habis itu kita pulang." Bunda Yasmin pun mulai menutup toko kelontong miliknya dengan dibantu Zea dan Kellan.
Setelah selesai menutup toko merekapun langsung bergegas pulang, diperjalanan Zea sellau dipeluk Bunda Yasmin tak sedikitpun Bunda Yasmin melepaskan putri kesayangannya itu.
Zea pun sangat menikmati pelukan yang Bundanya berikan, mereka pun kini telah sampai dihalaman rumah, mereka pun langsung turun.
Kellan pun menurun kan semua barang bawaannya dibantu oleh Zea. Sementara Bunda Yasmin membuka pintu.
Merekapun kini sudah berada didalam rumah, Kellan mendudukkan dirinya diatas sofa untuk meregangkan otot-otot nya akibat lelahnya perjalanan.
"Istirahat lah dulu Nak, didalam kamar ajak suamimu pasti kalian capek." Zea yang sebenarnya juga merasakan capek hanya menurut saja.
"Mas, istirahat didalam kamar yuk." Ajak Zea pada Kellan yang membuat Kellan menyunggingkan senyumnya.
"Bun, kami istirahat sebentar ya." Pamit Kellan pada mertua nya, lalu merangkul pinggang Istrinya dengan berjalan masuk kedalam kamar.
Kellan semakin bahagia saat Istrinya tak menolaknya, sesampainya didalam kamar Zea melepaskan paksa tangan suaminya yang berada di pinggangnya tersebut lalu berlalu melangkah menuju kamar mandi tanpa sepatah katapun.
Kellan pun hanya mampu menarik nafasnya dalam lalu dihembuskan kasar, menanggapi sifat Istrinya kini.
Beberapa saat pun Zea keluar dari kamar mandi dan Kellan pun langsung berdiri menghampiri sang Istri lalu dipelukan nya Zea dengan tiba-tiba.
Zea pun hanya diam tak menolak juga tak membalas pelukan dari suaminya itu.
"Mas mohon sayang jangan begini terus Mas nggc bisa kamu diemin begini terus Mas mohon." Pinta Kellan dengan bersungguh-sungguh, karena dia sesungguhnya memang sangat terik dengan perlakuan Zea saat ini hanya saja egoisnya itu yang tak bisa ia buang sehingga sejauh apapun perjuangannya meluluhkan hati Zea, hati Zea tetap membeku.
Sebenarnya ada rasa kasihan dihati kecil Zea melihat suaminya begini namun, rasa itu masih terkalahkan oleh rasa sakitnya penghianatan.
"Sudahlah Mas, mari kita Istirahat aku lelah." Jawab Zea yang tak mau menanggapi permintaan suaminya itu. Zea mencoba menghindar karena memang Zea masih belum bisa memaafkan semuanya.
Kellan pun menurut apa perkataan Zea sebab melawan pun tak ada guna, akhirnya mereka pun naik keatas ranjang dengan Zea berbaring memunggungi suaminya.
Kellan pun berinisiatif memeluk Istrinya dari belakang, saat dia sudah berhasil memeluk Istrinya dari belakang Zea pun seolah ingin memberontak.
"Biarkan begini saja kumohon, aku sangat merindukanmu." Akhirnya Zea pun mengalah dan membiarkan suaminya memeluknya dan merekapun kini lama-lama terlelap akibat lelah telah melakukan perjalanan jauh.
Bunda Yasmin kini tengah menyiapkan makan malam, beliau memasak semua makanan kesukaan Zea.
Disela-sela aktivitas Bunda memasak tiba-tiba ada suara mobil terdengar Bunda Yasmin pun tersenyum karena itu jelas suara mobil Suaminya.
__ADS_1
Bunda Yasmin pun mematikan kompor lalu bergegas keluar menyambut suaminya.
Saat Ayah Bara sudah turun dari mobil beliau tersenyum melihat ada mobil menantunya terparkir digarasi miliknya.
Bunda Yasmin pun menyambut suaminya dengan senyum merekahnya bak orang yang sedang baru mendapat uang triliunan.
"Pantas ya Ayah ketoko, tokonya sudah tutup Ayah sempat berfikir apa Bunda sakit tumben sekali tutup toko masih siang." Kata Ayah Bara saat sudah berada dihadapan sang Istri.
Bunda Yasmin hanya tersenyum menanggapi ocehan suaminya itu.
"Lalu dimana anak kesayangan Ayah itu, kenapa tak menyambut Ayahnya pulang hemmm?" Tanya Ayah Bara saat tak mendapati putri kesayangannya nya itu ikut menyambut nya.
"Sedang Istirahat Yah." Mereka pun kini beriringan masuk kedalam rumah.
"Ayah Mai minum atau mau kopi." Tawar Bunda Yasmin pada Ayah Bara.
"Mau bantu Bunda masak aja gimana, boleh?" Tawar Ayah Bara.
"Tentu boleh dong." Kini Bunda Yasmin pun memasak dengan dibantu oleh Ayah Bara.
Kini semua masakan sudah siap, tak tanggung-tanggung Bunda Yasmin memasak bak akan mengadakan makan malam bersama sanak saudara karena begitu banyak dan beraneka resep masakan.
Kini Ayah Bara dan Bunda Yasmin masuk kedalam kamar untuk bersih-bersih karena badannya sudah terasa lengket akibat habis bertempur didapur.
Kini hari semakin sore, Zea pun bergeliat kecil lalu Zea pun mencoba menyingkirkan tangan Suaminya karena dia akan turun dari ranjang untuk segera mandi namun, justru aktivitas itu malah membangunkan sang suami.
"Mau kemana sayang, biarkan begini dulu." Kata Kellan dengan suara berat khas bangun tidur membuat Zea gemas sebab ini lah suara yang ia rindukan belakang ini.
"Aku mau mandi Mas, ini sudah sore mau menjelang magrib." Jawab Zea dengan masih mencoba menyingkirkan kan tangan suaminya itu.
Kellan yang menyadari itu justru bergerak cepat lalu menindih tubuh Zea, kini Zea berada tepat dibawah kukungan Kellan.
"Mas sangat merindukanmu." Dengan suara berat Kellan mengatakan itu tepat dihadapan Zea dengan mengikis jarak antara mereka.
Kellan pun kini mengecup bibir Zea, merasa Zea tak menolak itu Kellan pun kini merubah kecupan menjadi sebuah ciuman dan lamutan-lamutan manja.
Kellan menyesap bibir ramun Zea dengan lembut memberi kenyamanan Zea pun akhirnya terbuai oleh permainan Kellan dan membalas ciuman tersebut, cukup lama mereka berperang lidah dan bertukar slavina.
Terimakasih untuk kalian semua yang sudah mampir dikarya aku dan menjadi pembaca setia....
Jangan lupa like, komen, dan ulasan bintangnya ya...
biar aku semangat terus buat nulisnya tinggalkan jejak kalian ya, komen juga dunk, biar aku lebih Semangat.....
__ADS_1