
"Sssstttttt, jangan nangis disini ya, kita masuk kedalam mobil yuk." Kata Alvaro saat sudah membalas pelukan Zea dan dengan mengelus-elus bahu Zea.
Zea pun melerai pelukan tersebut dan mengusap sisa-sisa air matanya.
"Sekarang kamu jalan ke mobil, biar kakak urus administrasi dan menebus resep obat kamu ya." Kata Alvaro kembali dengan mengelus lembut pipi mulus Zea dari gerak-gerik Zea, Alvaro yakin pasti ada sesuatu dibalik itu.
Zea pun hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan keluar menuju mobil, namun tiba-tiba secara tidak sengaja dia justru mendapatkan pemandangan yang sangat buruk sepanjang hidup nya.
Bagaimana tidak, Zea biasanya melihat perselingkuhan suaminya hanya lewat layar laptop dan hp namun, sekarang dia melihatnya secara langsung.
Dia melihat betapa mesranya pasangan tersebut, dan begitu terlihat bahwa Kellan sangat mencintai Diana begitupun sebaliknya.
Lalu bagaimana dengan Zea selaku Istri sah, apa kabar dengan hati dan perasaannya saat ini? jangan ditanya bagaimana Zea saat ini, tentu saja dia hancur sehancur-hancurnya. Ikhlas itu bohong, yang ada terpaksa lalu terbiasa.
Ternyata dari arah belakang tepat dibelakang Zea, ada seorang laki-laki yang ikut merasakan sakit saat melihat kemesraan pasangan bahagia yang belum halal itu.
"Ayok masuk mobil." Tiba-tiba suara Alvaro membuyar lamunan Zea.
Zea pun berjalan dengan dipapah oleh Alvaro masuk kedalam mobil milik Alvaro.
Setelah mereka kini sudah masuk kedalam mobil, kalau Alvaro melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, membelah ramainya jalanan kota.
Dilajukan kereta besi miliknya namun, bukan kearah kerumah kontrakan Zea melainkan menuju kesuatu tempat yang Zea suka.
"Kak, kita mau kemana?" Tanya Zea memecahkan keheningan, sebab semenjak mereka berada didalam mobil tak ada satupun diantara mereka yang membuka suara.
"Kesuatu tempat yang suka." Jawab Alvaro dengan tersenyum.
Ternyata yang mendapat kabar bahagia bukan hanya Zea, namun Diana juga.
Diana kini juga tengah berbadan dua, kabar tersebut membuat Kellan sangat bahagia sebab, ini yang dia inginkan namun belum dia dapatkan dari Zea selama ini.
Tentu saja hal itu akan membuat Diana semakin besar kepala, karena merasa dia menang diatas segalanya dari Zea.
Tak hanya cinta mertuanya tapi cinta suaminya juga kini menjadi milik Diana.
__ADS_1
"Terimakasih, kamu telah mewujudkan impian ku selama ini." Ucap Kellan saat sudah berada didalam mobil dengan mencium kening Diana.
"Iya Mas, itu tandanya kita harus segera menikah sebelum kandungan ku semakin besar." Jawab Diana dengan mengelus perutnya yang masih terlihat rata.
"Kamu tenang saja Minggu ini kita akan menikah." Kellan mantap mengatakan itu, seolah dia lupa seratus nya saat ini yang masih menjadi suami orang.
Diana pun tersenyum penuh kemenangan. "Mas, Pah, Mah, liat ini. keinginan ku terwujud sekarang memiliki Kellan seutuhnya, seperti sumpahku saat itu didepan makam kalian, semoga dia tidak ikut pergi meninggalkan ku sama seperti kalian." Monolog Diana dalam hati.
Kellan pun mulai melajukan mobilnya, dia sudah tidak sabar untuk memberi tahu kabar bahagia ini kepada Ibunya.
Sesampainya dirumah Ibu Syafana, Kellan pun langsung buru-buru turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Diana.
Mereka pun kini masuk kedalam rumah dengan beriringan.
"Bu, Ibu, Bu." Teriak Kellan yang sudah tak sabar segera ingin memberi kabar bahagia tersebut pada Ibunya.
"Apa sih, kenapa kamu teriak-teriak begitu." Ucap Ibu Syafana dengan sedikit kesal sebab, terganggu waktu istirahat nya oleh Kellan yang teriak-teriak.
Ibu Syafana pun mau tak mau keluar dari dalam kamar menuju ruang tamu menemui Kellan.
"Diana enggak papa Bu." Jawab Kellan yang langsung mendapat pukulan dari sang Ibu.
"Kamu ini gimana sih, udah jelas pucat begini kok dibilang enggak apa-apa." Sewot Ibu Syafana pada putranya tersebut.
"Diana memang tidak apa-apa Bu, dia begini sebab dia sedang -----" Kellan sengaja menggantungkan ucapannya untuk membuat Ibunya penasaran.
"Sedang apa Kellan, jangan membuat Ibu penasaran deh." Lagi-lagi Ibu Syafana menjawab dengan nada sewotnya.
Diana sangat bahagia melihat hal itu, dia merasa wanita paling bahagia dan beruntung dalam hidupnya. Tanpa dia sadari jika kebahagiaan nya itu diatas derita seorang Istri.
Diana lupa jika karena dialah ada seorang Istri yang terluka, hatinya hancur, begitu juga dengan rumah tangganya.
Dia tidak sadar telah menghancurkan rumah tangga orang lain hanya demi keegoisannya, dengan mengatas namakan kebahagiaan dan cintanya. Tanpa memikirkan bagaimana perasaan orang lain.
"Diana kini sedang mengandung Bu." Kata Kellan dengan begitu antusias.
__ADS_1
"Kamu serius, kamu enggak lagi bohongin Ibu kan." Kata Ibu Syafana yang mencoba meyakinkan kembali ucapan Kellan.
Diana tersenyum lalu memberikan hasil tes dan foto USG nya tadi kepada Ibunya Kellan.
Ibu Syafana pun menerima lalu membukanya, beliau pun tersenyum bahagia akhirnya yang dinanti-nanti kini hadir ditengah-tengah mereka juga, walaupun dengan keadaan yang tentu saja tidak baik sebab, seratus mereka belum menikah.
"Ibu sangat bahagia Kellan. Akhirnya, berarti kamu harus segera menikahi Diana Kellan." Ucap Ibu Syafana dengan antusias.
"Iya Bu, rencananya Minggu ini Kellan akan menikahi Diana." Jawab Kellan mantap.
"Kamu tenang saja biar Ibu dan Diana yang menyiapkan semuanya, kamu urus saja nanti Istri tidak berguna mu itu agar tidak menggagalkan acara kita." Kata Ibu Syafana yang kini semakin membenci Zea demi apapun.
Padahal Zea selama ini begitu sangat baik terhadap Ibu mertuanya itu, penurut, tidak aneh-aneh. Apapun yang dilakukan sang Ibu mertua Zea tetap saja baik terhadapnya namun, itu tidak berarti apa-apa untuk Ibu mertuanya yang buta akan harta.
Saat sedang diperjalanan ponsel Alvaro tiba-tiba saja berbunyi, dia pun lalu menerima panggilan tersebut.
"Hemmm, ada apa?" Kata Alvaro dingin.
"Saya sudah mendapatkan informasi yang tadi Tuan minta." Ucap seseorang diambang telefon tersebut.
Alvaro memang menyuruh asistennya untuk menyelidiki kenapa dan dengan siapa sebenarnya Kellan tadi dirumah sakit.
"Katakan." Ucapnya dingin.
"Seperti dugaan Tuan, Kellan kerumah sakit mengantarkan kekasih yang sedang sakit. Namun, bukan sakit biasa melainkan karena kekasih Kellan kini tengah hamil Tuan. Begitu informasi yang saya dapat." Terang Shaka dengan detail pada Tuan mudanya.
DEG......
Alvaro lalu mematikan sambungan telepon tersebut dengan secara sepihak.
Kini fikiran Alvaro sangat kacau, dia tidak kuat membayangkan bagaimana reaksi Zea nanti saat tau kebenaran yang lebih pahit lagi dalam hidupnya.
Dia ikut merasakan rasa sakit yang Zea rasakan, jiwanya tidak terima saat melihat orang yang sangat dia cintai begitu terluka seperti saat ini.
"Tuhan ku mohon, kembalikan dia padaku. Aku tak rela melihatnya menderita lebih lama lagi, ijinkan aku membahagiakan nya tuhan. Aku berjanji akan menjaganya sekuat dan semampu ku, kembalikan lah dia padaku." POV Alvaro dalam hati.
__ADS_1
Ayo dong, like dan komennya biar aku semangat buat nulisnya 😊, biar aku juga tau gimana cerita aku Dimata kalian😊 janji double up dech