Bertahan Sakit, Berpisah Sulit

Bertahan Sakit, Berpisah Sulit
meluluhkan hati


__ADS_3

"Kamu sederhana Mas tapi mampu membuat luka dengan begitu sempurna." Monolog Zea sebelum akhirnya dia pun menyusul Kellan terlelap.


Kini jam menunjukkan pukul 09:15 pagi hari namun, dua insan yang tengah berselisih paham itu belum juga ada tanda-tanda akan bangun dari tidurnya.


Dirumah Kellan.


Ibu Kellan pun kini sedang mengetuk-ngetuk pintu kamar Kellan untuk membangun kan Kellan namun, sampai beberapa kali tak ada jawaban.


Ibu Kellan itu pun lalu membuka pintu kamar putra nya itu Namun, ternyata yang dicari tidak ada didalam sana Ibu Kellan pun mencoba mencari didalam kamar mandi namun, hasilnya tetap sama tak ada siapapun disana lalu Ibu Kellan pun menutup kembali pintu kamar putranya itu dan berlalu pergi melangkah menuju garasi mobil untuk memastikan apa mobilnya ada dirumah atau tidak.


"Ternyata mobilnya juga tidak ada apa jangan-jangan Kellan mencari gadis miskin itu." Monolog Ibunya Kellan.


"Hah dasar anak bodoh, apa sih bagus nya perempuan itu bagusan juga gadis yang mau aku kenalkan udah cantik, baik, kaya lagi." Jika bicara soal kekayaan keluarga Zea memang tak ada apa-apa jika dibandingkan dengan gadis yang dipilih oleh Ibunya Kellan itu.


Ibu Kellan berfikir jika Kellan menikah dengan gadis itu pasti hidupnya akan ikut berubah juga setidaknya dia akan ikut menikmati kekayaan gadis itu jika benar terjadi menjadi menantu nya.


Tepat pukul 10:00 pagi, kini Kellan bergeliat kecil lalu bangun dan menegakkan badannya lalu dipandanginya wajah gadis yang sudah bersamanya selama satu tahun itu ada terbesit rasa bersalah karena telah menamparnya saat itu. Tangan Kellan pun terulur mengelus pipi bekas tamparan nya kemarin malam.


Rasa bersalah Kellan pun semakin bertambah ketika melihat tanda merah dipipi Istri nya itu masih membekas begitu jelas. Zea yang merasa perih akibat pipi merahnya dipegang Kellan pun perlahan membuka matanya.


"Apa ini masih begitu sakit, hemmm?" Tanya Kellan pada Zea ketika Zea sudah membuka matanya dengan sempurna tak ada jawaban keluar dari mulut Zea melainkan hanya anggukan kepalanya yang menjadi sebagai jawaban.


"MAAF." Lirih Kellan dengan wajah mulai sendu.


Zea pun kaget mendengar kata maaf keluar dari mulut Kellan sebab selama ini jika ada masalah apapun Kellan tak pernah mengeluarkan kata maaf walaupun dirinyalah yang bersalah


akhirnya Zea pun luluh setelah mendengar kata maaf keluar dari bibir kellan.


Zea pun lagi-lagi mengangguk kan kepalanya sebagai tanda jawaban Kellan pun langsung menarik Zea kedalam pelukannya dan menciumi pucuk kepala Zea bertubi-tubi.


Kellan pun melerai pelukan itu dan beranjak melangkah keluar dari kamar menuju mobil untuk mengambil baju ganti.


Beruntung baju Kellan yang dia bawa waktu keluar kota kemarin belum sempat diturunkan dirumah.


Kellan pun mengambil baju untuk gantinya dan mengambil satu kaos agar bisa dipakai sang Istri.


Lalu Kellan pun kembali masuk kedalam kamar dan memberikan baju kaos pada Zea.

__ADS_1


"Hanya ada kaos Mas didalam mobil untuk gantimu sayang nggc apa-apa kan?" Tanya Kellan dengan menyodorkan kaos miliknya pada Zea.


"Tak apa Mas yang penting ada ganti." Zea pun mengambil kaos yang diberi suaminya dan berlalu kekamar mandi untuk mandi.


Kellan yang tengah fokus memainkan ponselnya pun pandangan nya kini teralihkan saat melihat sang Istri keluar dari dalam kamar mandi.


GLEG.............


Kellan dengan susah payah menelan slavinanya sendiri akibat melihat penampilan sang Istri yang sangat menggoda bagaimana tidak Zea hanya menggunakan kaos oblong milik Kellan tanpa memakai celana panjang lagi kaos oblong yang tingginya diatas lutut itu mengexpos bagian paha mulus sang Istri.


Zea yang mengenakan kaos oblong milik Kellan itu justru terlihat semakin cantik nan sexy dimata Kellan.


"Kamu kenapa Mas?" Tanya Zea yang melihat aneh saat Kellan menatap nya bagaikan singa lapar yang melihat mangsanya siap untuk menerkam.


"Setelah kamu berpenampilan seperti ini kamu masih bertanya aku kenapa hemm." Ujar Kellan sambil berjalan menghampiri Zea.


Zea yang paham kemana arah pembicaraan sang suami pun mencoba untuk menghindar namun, Zea kalah cepat dengan Kellan tak membutuhkan waktu lama Kellan pun sudah berhasil meraup bibir ramun milik sang Istri.


Tapi ditengah aksi Kellan itu tiba-tiba terdengar suara keramat yang lumayan menggelitik diindra pendengaran mereka "Kruyuuukk" suara perut dari keduanya kompak rupanya cacing diperut mereka sudah demo.


Kellan pun menghentikan aksinya tersebut. "Hahaha kita lanjutkan nanti Sayang, Mas mandi dulu setelah itu kita keluar untuk sarapan."


Setelah Kellan selesai dengan ritual mandinya mereka pun beriringan keluar dari kamar dengan Kellan yang menggandeng tangan Zea mesra.


Lalu keduanya pun menghampiri bagian pendaftaran untuk membayar kamar penginapan. Setelah semua beres mereka pun langsung masuk kedalam mobil.


Kellan pun melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang untuk mencari makan.


"Mau makan apa sayang?" Tanya Kellan pada Zea yang tengah asyik melihat-lihat pemandangan sekitar.


"Bubur ayam enak kayaknya Mas." Jawab Zea asal karena sebenarnya dia juga bingung mau makan apa.


Tak butuh waktu lama akhirnya nya Kellan menemukan gerobak Abang-abang tukang bubur ayam, Kellan pun meminggirkan mobilnya dan berhenti.


"Yuk turun." Ajak Kellan pada Zea.


Kini mereka pun keluar dari dalam mobil Kellan pun langsung pesan dua bubur ayam dan minuman lalu mereka pun duduk di kursi yang sudah disediakan.

__ADS_1


Melihat Istrinya yang hanya menggunakan kaos oblong lalu duduk dan tidak sengaja paha mulus milik sang Istri itu pun terekspos secara nyata di setiap mata memandang.


Seketika Kellan pun langsung berlari menuju mobil lalu mengambil jas nya setelah itu Kellan pun kembali dan menutup paha mulus sang Istri yang terekspos dengan menggunakan jasnya.


Zea pun semakin terkesima dengan sifat Kellan dan melupakan luka yang sudah diberi. Ya terkadang memang seperti itu obat sebuah luka adalah orang yang membuat luka itu sendiri.


Kini pesanan mereka pun telah tiba mereka pun langsung memakan hingga tandas tak tersisa.


Setelah itu pun Kellan mengajak Zea kesebuah taman tak jauh dari tempat nya tadi makan bubur ayam.


Kellan menggandeng tangan Zea dan menuntun nya ketempat duduk lalu merekapun duduk disana.


"Mas, aku rindu bunda."


"Iya sayang setelah luka pipimu sembuh kita kerumah bunda ya." Kata Kellan dengan mengacak gemas rambut sang Istri.


Zea pun menghadap Kellan lalu tersenyum manis.


"Tetaplah tersenyum terus seperti ini aku suka." Kata Kellan dengan mengelus-elus pipi Zea.


"Apa ini masih sakit sekarang?" Tanya Kellan kemudian yang melihat pipi Zea sudah tak semerah pagi tadi.


"Sudah lumayan Mas tak apa." Jawab Zea dengan jujur karena memang rasa perih dipipinya sudah tak begitu terasa perih lagi.


Kellan pun tersenyum getir mengingat kala dia menampar Zea dengan begitu kencang Untung saja gadis itu tak sampai tersungkur mungkin kalau sampai tersungkur lain lagi ceritanya.


Kini hari semakin sore Kellan pun mengajak Zea untuk pulang kerumahnya.


"Sayang sudah sore pulang yuk." Ajak Kellan pada Zea.


Zea pun sedikit ada keraguan untuk kembali kerumah itu tapi Kellan membujuk dan mencoba meyakinkan Zea bahwa semua akan baik-baik saja.


Zea pun mencoba untuk percaya kepada Kellan dan mau pulang kerumah Kellan.


Kini mereka berjalan menuju mobil dan langsung masuk kedalam mobil, Kellan pun melajukan mobilnya dengan santai.


Tak terasa mereka pun kini telah sampai dirumah Kellan, mereka pun turun lalu Kellan menghampiri sang Istri dan menggandeng tangannya. Mereka pun melangkah beriringan masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Setibanya didalam rumah ternyata mereka disambut oleh Ibu Kellan, Ibunya Kellan yang duduk disofa ruang tamu dengan menyilangkan kedua tangannya didada.


"Masih inget pulang Nak?"


__ADS_2