
Makan malam pun telah tiba, kini Zea dan Kellan pun keluar dari kamarnya.
Wajah Kellan pun nampak berseri-seri bak habis memenangkan sebuah undian berhadiah akibat habis bertarung singkat sore menjelang magrib tadi.
Zea pun nampak celingukan mencari keberadaan kedua orang tua nya yang masih berada didalam kamar mereka.
Zea pun memutuskan duduk diatas sofa menunggu kedua orang tua nya dengan memainkan ponselnya lalu disusul Kellan yang ikut duduk disamping Istrinya dengan menyender kan kepalanya di bahu sang Istri.
Sampai beberapa menit kemudian kedua baya itu pun keluar dari dalam kamar berjalan beriringan menghampiri anak dan menantu nya.
Namun, ternyata kedatangan mereka tak terlihat oleh Zea maupun Kellan yang tengah asyik dengan ponselnya.
"Ehemmm, ehemmm, Bun, apa kita kedatangan seorang tamu." Goda Ayah Bara pada Zea yang tengah asyik dengan ponselnya hingga tak melihat jika Ayah dan Bundanya sudah berada dihadapan nya.
Zea pun lalu mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa orang dibalik sumber suara tersebut.
Zea pun lalu mengembangkan senyumnya lalu berdiri menghampiri sang Ayah dan memeluknya.
"Apa kita sedekat ini nona?" Goda Ayah Bara kembali.
"Oh, tentu saja tuan karena saya adalah tuan putri dikerajaan ini." Jawab Zea yang malah ikut-ikutan menggoda sang Ayah.
Bunda Yasmin pun tersenyum bahagia dengan pemandangan didepannya, pemandangan yang sudah lama beliau rindukan.
"Sudah-sudah reuniannya bersambung dulu ya, kita makan dulu." Kata Bunda Yasmin yang takut jika menantunya itu sudah lapar, sebab jika dibiarkan reunian Ayah dan anak ini akan berangsur lama.
Ayah pun melerai pelukannya dengan putri semata wayangnya itu lalu mengecup kening Zea singkat.
Kellan pun berdiri lalu menyalami sang Ayah mertua, Ayah Bara pun menyambut uluran tangan Kellan.
"Gimana kabar Ayah, sehat?" Tanya Kellan kemudian pada sang Ayah mertua.
"Alhamdulillah, seperti yang Nak Kellan lihat sangat-sangat sehat." Jawab Ayah Bara dengan tersenyum.
Bunda Yasmin pun lalu mengajak mereka semua untuk makan malam terlebih dahulu, merekapun mengikuti Bunda Yasmin menuju meja makan.
Mereka makan malam dengan diselingi canda tawa, sungguh suasana yang sangat berbeda dengan saat makan malamnya dulu pada saat masih dengan keluarga Kellan.
__ADS_1
Kellan dikeluarga Zea tentu sangat dihormati, tidak dibedakan antara anak kandung atau menantu kedua orang tua Zea sudah menganggap Kellan putranya sendiri.
Tentu itu berbeda jika dengan Ibunya Kellan pada Zea, bak seorang musuh dan pembantu Zea dibuat oleh sang Ibu mertua.
Makan malam itu pun kini telah usai, Bunda Yasmin lalu membereskan meja makan lalu dibantu oleh Zea.
Kini Kellan dan Ayah Bara tengah duduk diruang keluarga dengan berbincang-bincang hangat.
Setelah semua selesai Zea dan Bunda Yasmin pun ikut bergabung dengan para suami mereka.
Zea duduk disamping sang Ayah dengan memeluknya manja bak seorang anak kecil.
"Apakah kalian akan lama disini Nak?" Tanya Ayah Bara pada Kellan.
"Semingguan lah Yah, hanya itu juti yang Kellan dapat Yah." Terang Kellan jujur pada sang Ayah mertua.
Lalu merekapun kembali mengobrol hangat dengan diselingi canda tawa.
Keesokan harinya dikota X.
Disebuah rumah yang tidak begitu besar namun terlihat mewah terdapat seorang perempuan yang tengah memikirkan sesuatu untuk mendapatkan keinginannya.
Dia wanita yang cantik, sukses, mandiri, namun sayangnya Keperfek'kan nya itu harus cacat karena cintanya pada suami orang.
Ya, Diana Anastasya ini adalah kekasih haram Kellan, dia terlanjur jatuh cinta pada suami orang bahkan berniat untuk memiliki Kellan dengan bagaimana pun caranya.
Cinta buta nya terhadap Kellan membuat iya tak sadar bahwa perbuatannya adalah dosa besar, dan dia tidak sadar bahwa ada seseorang yang teramat terluka oleh perbuatan nya itu.
Diana kini tengah bersiap akan berkunjung ke makam kedua orang tua nya dan calon suaminya, untuk meminta restu atas ide gilanya itu yang akan mencoba merebut suami orang.
"Assalamualaikum, Ma, Pa, Mas, aku datang. Ma, Pa, Mas, aku kini telah kembali jatuh cinta pada seorang lelaki dia ganteng seperti mu Mas, dia juga penyayang seperti Papa dan dia juga bisa memberikan aku kenyamanan seperti saat berada disamping Mama. aku mohon kalian merestui hubungan kami ya, aku lelah hidup sendiri di dunia ini." Dia bersimpuh dengan menangis didekat makan ketiga orang yang teramat ia sayang namun, telah lebih dulu meninggalkannya.
"Bagaimana pun caranya aku harus mendapatkan Mas Kellan, aku lelah hidup sendiri aku kesepian aku butuh sosok pendamping seperti Mas Kellan." Gumam Diana dalam hati.
"Aku Diana Anastasya bersumpah akan menjadikan Kellan Shahaab menjadi milikku bagaimana pun caranya." Gumam Diana kembali bersumpah dalam hatinya.
DEG....
__ADS_1
Tiba-tiba saja Zea merasa gelisah dan perasaan nya tak enak dengan tiba-tiba yang tak tau apa penyebab nya itu terjadi.
Kellan yang melihat ekspresi wajah Zea aneh ia pun mendekat.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Kellan dengan mengelus-elus pucuk kepala Zea.
"Ntahlah Mas, aku tiba-tiba merasa gelisah berlebihan dan perasaan ku tiba-tiba saja tidak enak." Jelas Zea yang sebenarnya juga tengah bingung ada apa dengan dirinya saat ini.
"Apa kita tidak usah menyusul Ayah dan Bunda saja, biar kamu bisa istirahat." Tawar Kellan kepada Zea agar dia istirahat saja Kellan takut jika mungkin saja Zea sedang tak enak badan.
"Nggak Mas, aku nggak papa kok kita berangkat sekarang yuk." Kellan pun akhirnya menuruti sang Istri.
Kini mereka pun keluar kamar beriringan lalu masuk kedalam mobil, saat sudah masuk kedalam mobil Kellan pun kini melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Diperjalanan Kellan pun sesekali menggenggam tangan milik Zea guna memberi kenyamanan agar Zea bisa rileks.
"Kamu yakin nggak apa-apa sayang." Tanya Kellan khawatir.
"Sungguh Mas, aku tak apa." Jawab Zea jujur, sebab jika fisik ia memang tak merasakan apa-apa.
Sesampainya didepan toko, Kellan pun kembali menggenggam tangan Zea.
"Nanti didalam kamu coba langsung ambil air wudhu ya, biar lebih tenang." Ujar Kellan pada Zea.
Zea pun hanya mengangguk kecil dengan tersenyum. Merekapun kini turun dari mobil lalu masuk kedalam toko kelontong milik orang tua Zea.
Sesampainya didalam Zea langsung menuju tempat berwudhu sesuai permintaan Kellan.
"Assalamualaikum Yah, Bun." Sapa Kellan pada kedua mertuanya.
"Waalaikumssalam." jawab mereka bersamaan.
"Zea kenapa Nak?" Tanya Bunda Yasmin yang heran melihat putrinya itu begitu masuk justru langsung ketempat wudhu tanpa mengucap salam terlebih dahulu.
"Nggak kenapa-kenapa Bun, hanya saja dia tadi mengadu gelisah berlebihan dan perasaan nya tidak enak, makanya Kellan suruh ambil air wudhu." Terang Kellan menjelaskan apa yang terjadi pada Istrinya itu.
Bunda Yasmin pun hanya mengangguk dengan wajah bingungnya.
__ADS_1
"Halo, saya ada tugas buat kalian." Suara seseorang diambang telefon.