
Setelah menempuh perjalanan cukup panjang, akhirnya Zea dan Kellan pun sampai dikampung halaman milik Zea.
Mereka pun disambut hangat oleh kedua orang tua Zea. Mereka pun langsung masuk kedalam rumah, lalu mengobrol-ngobrol dengan hangat. Kellan pun disambut dengan baik dikeluarga Zea, dan di jamu sangat istimewa. lalu sampai di titik akhir ke inti kedatangan Kellan. Kellan pun memulai bicara mengutarakan keinginannya. Yang disambut dengan baik pula oleh kedua orang tua Zea. karna niat baik harus disambut dengan baik pula bukan.
Ayah Bara dan Bunda Yasmin pun menyerahkan semua keputusan pada Putrinya, Zea pun langsung meng iya kan keinginan Kellan tersebut. Kellan pun mengutarakan kembali keinginan nya bahwa tidak usah ada acara lamaran resmi atau pun tunangan kellan menginginkan mereka langsung menikah.
Ayah dan bunda Zea pun nampak berfikir, tapi semua itu kembali lagi tidak ada salahnya niat baik harus disegerakan juga bukan. Akhirnya setelah berfikir sejenak mereka pun memberi restu dan ijin atas niat baik Kellan. Kellan dan Zea yang mendengar pun merasa sangat-sangat lega.
Ternyata tidak ada rintangan untuk mereka segera bersatu.
"Baiklah Nak, jika keputusan kalian begitu. Nanti setelah kau bawa Zea bertemu keluarga mu, Ayah akan tentukan hari untuk ijab kalian." Terang Ayah Bara pada Kellan dan Zea.
"Iya Yah." Jawab Kellan dan Zea bersamaan dengan mengangguk dan tersenyum. Mereka pun kembali mengobrol dengan obrolan ringan. Sampai akhirnya hari sudah mulai gelap. Dikarenakan Kellan akan menginap dirumah Zea, Ayah Bara pun melapor kepada Pak RT dan memperkenalkan kellan pada Pak RT.
Pak RT pun menyetujui sebab Kellan adalah calon Suami Zea yang akan digelar tidak lama lagi. Setelah dari rumah Pak RT, mereka pun makan malam. Setelah makan malam selesai Zea menunjukkan kamar tamu untuk istirahat Kellan. Karna mereka habis melakukan perjalanan cukup jauh setelah makan malam pun Kellan berpamitan untuk istirahat, karna besok pagi mereka harus segera pulang lagi ke kota.
Seperginya Kellan, Zea pun masih saja bercerita banyak hal dengan kedua orang tuanya. Sampai tak terasa waktu sudah semakin malam, akhirnya mereka pun mengakhiri obrolan ringan tersebar dan bergegas istirahat.
Pagi harinya, setelah sarapan Kellan dan Zea pun berpamitan pada kedua orang tua Zea. Sebab akan langsung kembali lagi ke kota untuk menemui keluarga Kellan.
"Yah, Bun, Kami pamit ya." pamit Kellan pada Ayah Bara dan Bunda Yasmin.
"Iya Nak, hati-hati ya." Setelah berpamitan mereka pun menaiki mobil, lalu Kellan menjalankan mobilnya. Sampai mobil Kellan sudah tak terlihat barulah pasangan baya itu masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Zea dan Kellan pun tak ada yang melepas senyuman dibibir mereka. Mereka sungguh sangat bahagia, Setelah menempuh perjalanan cukup panjang, akhirnya mereka pun sampai dirumah Kellan.
Sebelum turun, Kellan yang tau kalau pujaan hatinya ini tengah gugup pun langsung menggenggam tangan nya.
"Jangan gugup, jangan takut, Ibu Mas orangnya baik kok. Lagian kan ada Mas, percaya sama Mas." Zea pun hanya mengangguk kan kepalanya dan tersenyum. Mereka pun turu dari mobil, lalu kellan menggandeng tangan Zea masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum, Buk Kellan datang." ucap Kellan dengan sedikit berteriak. Tiba-tiba keluarga Ibu dan Ayahnya Kellan dari dalam kamar.
"Waalaikumssalam, sudah sampai Nak?" Tanya Ibu nya Kelan basa-basi.
"Heemmm." Kellan pun menjawab hanya dengan deheman. Kellan pun langsung memperkenalkan Zea kepada Ibu dan Ayahnya, Zea pun mengulurkan tangannya bersalaman pada kedua orang tua Kellan. Setelah perkenalan merekapun mengobrol-ngobrol hangat, Zea pun disambut baik pula oleh kedua orang tua Kellan. Kellan pun memberi tahu kepada kedua orang tua nya bahwa mereka akan segera melangsungkan pernikahan.
Ibu dan Ayah Kellan pun menyetujui rencana tersebut. "Jadi kapan rencana nya kalian akan menikah?"
"Bulan depan Buk, nanti Ayahnya Zea yang akan memberi tanggal ijab qobul nya." Jelas Kellan, Ibunya pun hanya mengangguk tanda paham.
Setelah makan malam selesai, Zea pun berpamitan pada Ibu dan Ayah Kellan. Karena hari sudah malam. Setelah berpamitan Kellan pun mengantar Zea ke kontrakan nya. Sesampainya disana Kellan pun hanya menurunkan Zea dan langsung pulang.
"Mas nggak mampir ya Sayang, Mas capek."
"Iya Mas, Zea juga capek, Mas hati-hati ya, langsung istirahat." Kellan pun hanya mengangguk dan tersenyum sambil mengelus pucuk kepala Zea. Zea pun langsung turun dari mobil. Setelah Zea turun, Kellan pun mulai menjalankan kereta besi miliknya. Setelah dirasa mobil Kellan sudah benar-benar hilang dari pandangan, Zea pun masuk kedalam kontrakan.
"Eh..... calon pengantin udah datang, gimana semua aman dan lancar?"
__ADS_1
"Alhamdulillah lancar Ji, Gue bahagia banget." seru Jihan antusias
"Cerita dong, gimana tanggapan Ayah dan Bunda trus gimana rasanya ketemu sama calmer ayo dong cerita." Ceriwis Jihan pada Zea.
Zea pun menceritakan semua nya, tentang respon Ayah dan Bundanya, tentang gimana rasanya ketemu calon mertua dan banyak lagi.
Hari berganti hari, Sampai tak terasa hari yang dinanti-nanti Zea pun hampir tiba. Yaitu hari pernikahan. hari pernikahan Zea dan Kellan tinggal 1minggu lagi. Pernikahan yang akan diadakan sederhana atas ke inginkan Zea. Hari ini, Zea dan Jihan akan pulang kampung untuk membantu mempersiapkan acara tersebut.
"Kamu hati-hati ya, seminggu tak bertemu nanti pasti Mas akan sangat merindukan Mu." kata Kellan dengan manja pada pujaan hatinya itu.
"Idih.... Bapak lebay amad ya Pak" Sewot Jihan yang jengah melihat pasangan bucin tersebut.
"Mulai deh, mulai berantem." Zea pun memutar bola matanya malas. Jihan pun hanya menyebikkan bibirnya menanggapi omongan Zea lalu berlalu pergi masuk kedalam mobil travel yang sudah menunggu.
"Mas, Zea pamit ya. Aku juga pasti bakalan kangen banget deh." Kata Zea dengan menyubit hidung mancung milik Kellan.
"Ya sudah sana masuk mobil, Sampai bertemu diacara akad calon Istriku." Balas Kellan dengan menyubit hidung Zea. Setelah selesai acara perpisahan dua sijoli itu, Zea pun berjalan masuk kedalam mobil dan melambaikan tangan saat mobil sudah mulai berjalan.
Kellan pun masuk juga kedalam mobilnya sendiri lalu pergi meninggalkan kontrakan Zea.
Tak terasa setelah menempuh perjalanan cukup jauh, Zea dan Jihan pun sampai dikampung halaman.
"Mbak Jihan mau turun dirumah apa turun dirumah Mbak Zea aja?" Tanya sang Sopir
__ADS_1
" Eeemm. Dirumah Zea aja Pak, nanti biar dijemput sama Abang." Sang Sopir pun hanya mengangguk tanda paham.
Akhirnya sekarang mereka telah sampai di rumah Zea. Merekapun disambut oleh kedua orang tua Zea dan beberapa keluarga lainnya.