Bertahan Sakit, Berpisah Sulit

Bertahan Sakit, Berpisah Sulit
Perubahan sikap


__ADS_3

Dua Minggu telah berlalu, Kellan benar-benar berada diluar kota selama itu.


Kini saatnya Kellan harus pulang, selain tugas kantor, dia juga tidak mau kalau sampai Zea curiga nantinya. Padahal sang Istri justru sudah mengetahui semuanya.


Zea saat ini sudah jauh lebih baik, sebab setiap hari dia mendapat asupan motivasi dan sedikit profokator hal positif dari Alvaro.


Satu pesan yang Alvaro berikan untuk Zea, dan membuat Zea selalu teringat.


"Semua ada waktunya, jangan membandingkan hidupmu dengan orang lain. Karena tidak ada perbandingan matahari dan bulan, mereka bersinar saat waktunya tiba."


Menurut Zea semua yang dikatakan oleh Alvaro padanya benar adanya jadi dia tidak mau berlarut-larut dalam kehancuran.


Alvaro yang tau bahwa kekasih dari suaminya Zea itu kini mendesak Kellan untuk menikahi nya maka dari itu Alvaro sudah menyiapkan sebuah rencana yang juga disetujui oleh Zea.


Kellan pun tak ada pilihan, dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Namun, jujur saja dia kini menjadi sangat takut akan kehilangan Istrinya.


Bagaimana pun Kellan juga begitu mencintai sang Istri, dia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi sang Istri jika mengetahui semua ini nantinya.


Kini Kellan tidak pulang sendiri, karena dengan obrolan yang mantap hari ini rencananya Kellan akan mengenalkan Diana kepada keluarga nya.


Yang padahal keluarganya sudah sangat kenal dengan Diana, bahkan dibalik semua rencana Diana ada dukungan dari sang Ibu.


Acara perkenalan itupun berjalan dengan lancar, bahkan disambut antusias oleh Ibunya Kellan.


Ayah Kellan pun tak dapat bicara banyak, beliau tak berani ikut campur lebih jauh apa lagi jika sudah menjadi kehendak Istrinya.


Semua itu tak luput dari pengetahuan Alvaro, dia sengaja selalu mencari tahu setiap perkembangan hubungan gelap tersebut.


Sungguh totalitas bukan perjuangan Alvaro untuk mendapatkan kembali cintanya.


Namun, apakah benar dia akan mendapatkan kembali hati Zea atau justru sebaliknya, entahlah Mak author juga tidak tau.


Setelah acara itu selesai Kellan menyuruh Diana untuk segera pulang, sebab dia juga akan pulang menemui sang Istri.


Tapi, bukan Diana namanya jika dia tidak punya ide gila untuk semakin membuat Zea terluka.


"Sebaiknya kamu pulang dulu, aku juga akan pulang." Kata Kellan dengan sembari memijit pelipisnya yang sedikit terasa berdenyut.


"Tidak Mas, kita langsung pulang saja bersama kerumah kamu. Toh cepat atau lambat Istri kamu pasti tau apa lagi kita akan segera menikah." Tawar Diana yang langsung sukses membuat Kellan syok dan semakin merasa nyeri kepala.

__ADS_1


"Jangan gila deh, biar aku sendiri dulu pulang menemui Zea." Sergah Kellan, sesungguhnya dia masih bingung harus dari mana memulai saat nanti bicara dihadapan sang Istri.


Tanpa menunggu jawaban lagi Kellan langsung saja berjalan menuju mobilnya dan meninggalkan Diana begitu saja.


Diana nampak kesal diperlakukan seperti itu oleh Kellan, hingga muncul lah ide gila dikepala Diana.


"Kita liat saja nanti Mas, apa yang akan aku lakukan. Aku akan memberi kejutan untuk Istri tercinta mu itu." Seringai licik seorang Diana.


"Aku jadi tidak sabar menanti kan bom waktu itu akan segera meledak." Sambung Diana dengan tertawa penuh kelicikan.


Kellan kini sudah sampai dirumah kontrakan mereka, dia pun langsung turun dari mobil dan mengetuk pintu tersebut.


Tok........


Tok........


Zea pun berjalan dan membuka pintu tersebut. Kellan tersenyum manis dihadapan Zea namun, Zea hanya melihatnya tanpa membalas.


Lalu Zea berlalu meninggalkan Kellan begitu saja, tak ada senyuman manis, tak ada pelukan rindu, tak ada kata-kata manja membuat Kellan merasa aneh kenapa sang Istri menjadi cuek seperti ini.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Kellan dengan sedikit berteriak sebab, Zea sudah semakin jauh meninggal nya.


Kellan pun menutup pintu lalu menyimpan kopernya didalam kamar dan melangkah menyusul sang Istri didapur.


Kellan memeluk Zea dari belakang dan menghirup aroma tubuh Zea dalam-dalam.


Biasanya Zea akan merasa bahagia saat Kellan sedang melakukan hal itu, namun tidak dengan sekarang.


Zea justru merasa risih dan jijik mendapatkan perlakuan seperti itu saat ini, sebab perlakukan Kellan itu menjadi membuat dia mengingat video skandal sang suami dengan selingkuhannya.


Zea berusaha melepaskan pelukan tersebut, membuat Kellan semakin merasa aneh.


"Kamu kenapa sih, apa Mas ada salah? Mas baru pulang loh ini, Mas kangen." Lirih Kellan yang membuat Zea semakin enek mendengarnya.


"Aku tidak apa-apa Mas, lebih baik kamu mandi dulu. Kamu bau aneh Mas, seperti bau parfum perempuan." Jawab Zea dengan asal dan sengaja menyindir Kellan, padahal pada kenyataannya Kellan sama sekali tidak bau parfum perempuan.


Kellan pun merasa tersindir dengan perkataan Zea, namun dia menepis itu. Kellan berfikir tidak mungkin kalau Zea mengetahui semuanya.


Dia pun melepas pelukan tersebut dan mencoba mengendus-endus aroma kemejanya yang ternyata memang sama sekali tak ada bau yang Zea sebutkan.

__ADS_1


"Ngaco kamu, orang Mas bau parfum yang biasa Mas pakek kok. Tapi tak apa, Mas akan mandi dulu aku begitu." Kellan pun berlalu meninggalkan Zea, lalu dia pun benar-benar mandi.


Setelah selesai Kellan kembali keluar untuk makan malam namun, sebelum itu Kellan menghampiri Zea dan menarik nya agar duduk disofa ruang tamu.


"Kenapa Mas, aku sudah lapar ini." Kata Zea yang sebenarnya malas jika harus menatap wajah Kellan.


Kellan tak menjawab dia justru mengeluarkan sebuah kotak mungil tapi mewah dari dalam kantong celananya.


"Taraaaa.." Ucap Kellan dengan menyodorkan kotak itu kepada Zea lalu membuka nya.


"Kalung?" Kata Zea yang heran, pasalnya hari ini bukan hari special laku tumben sekali Kellan memberi nya hadiah. Atau jangan-jangan ini adalah sogokan dari Kellan, begitulah pikiran Zea saat ini.


"Iya kalung, ini oleh-oleh untuk mu sayang." Jawab Kellan dengan mengambil kalung cantik nan indah tersebut lalu membuka kancing nya dan akan memasangkan keleher Zea.


"Untuk apa Mas, tidak usah. Kalungnya Mas simpan saja untuk tabungan." Zea berusaha menolak namun, tak dihiraukan oleh Kellan, dia tetap memasang kan kalung tersebut hingga kini sudah terpasang sempurna.


Cantik, begitulah kata yang cocok untuk Zea saat menggunakan kalung tersebut, hanya saja momennya tidak tepat.


Mungkin Zea akan merasa sangat bahagia saat Kellan memberi kan kalung tersebut bukan pada waktu sekarang.


Diwaktu saat Zea yang saat ini sudah mati rasa, karena berbuatan suaminya sendiri.


"Kamu suka." Tanya Kellan dengan tersenyum, berharap Zea akan bahagia namun ekspresi Zea diluar dugaan.


"Sebaiknya kita mulai makan malamnya Mas, aku lapar." Zea lalu berdiri dari duduknya.


Kellan merasa aneh, dia bingung ada apa dengan Istrinya, kenapa berubah dan menjadi seperti orang asing.


Disaat Kellan mau menanyakan hal tersebut, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu rumah nya.


Tok......


Tok.......


Zea pun menghentikan langkahnya dan berbalik badan, Kellan lalu melangkah membuka pintu tersebut.


DEG.............


Kira-kira siapa ya yang datang...???🤔🤔🤔🤔

__ADS_1


Yuk, kalo rame aku bakal double up nih🤭😂


__ADS_2