
Empat tahun telah berlalu, kehidupan Zea kini jauh lebih baik dan sangat sempurna. Memiliki keluarga yang sangat harmonis, Alvaro pun benar-benar menepati janji nya.
Dia menyayangi anak Zea bagaikan anak kandung nya sendiri, bahkan dia sengaja menutup segala akses untuk menggali informasi tentang keluarganya.
Sehingga semua orang tau bahwa, anak yang telah dilahirkan Zea adalah benar-benar anak dari benih Alvaro, padahal bukan.
Empat tahun lalu Zea telah melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan dan diberikan nama Suga Prabezwara.
Meskipun dia bukan benih dari Alvaro namun, wajahnya begitu mirip dengannya bagaikan pinang dibelah dua. Zea pun sempat heran, bagaimana bisa wajah anaknya begitu mirip dengan Alvaro bukannya dengan Kellan.
"Momy, ini hari Weekend kan, apa mama tidak ada niatan untuk mengajakku jalan-jalan?" Tanya bocah umur empat tahun itu pada mama nya yang sedang fokus mengiris iris bahan masakan.
Begitulah Zea, walaupun sudah dilarang oleh Alvaro, dia tetap ngeyel untuk selalu memasak sendiri makanan yang akan mereka santap oleh mereka, padahal ada asisten rumah tangga yang siap melayani mereka dua puluh empat jam.
"Memangnya mau kemana sih anak Momy, ini?" Tanya Zea balik yang langsung mendapat protes dari seseorang.
"Enak saja anak Momy, ini anakku juga keles!" Ucap Alvaro dengan wajah tengilnya namun, begitu menggemaskan bagi Zea dan anaknya.
"Hahahaha." Merekapun justru malah tertawa bersama.
"Boy, lebih baik kita sekarang mandi, setelah sarapan Dady akan mengajakmu kemanapun yang kamu mau!" Seru Alvaro dengan menoel hidung mancung Suga.
"Horreeeeeee! Dady memang benar-benar Dady ku!" Goda Suga dengan sengaja, karena begitulah mereka setiap harinya.
"Hey, apa yang kamu katakan? Dady ini memang Dady kamu anak nakal, memangnya kamu ini berharap anak siapa, hah?" Alvaro pun lalu menggelitiki Suga tanpa ampun.
"Hahhaha, geli Dady stop, aku hanya bercanda, hahahaha!" Suga terus saja tertawa dan meminta ampun namun, Alvaro justru semakin gemas padanya.
Zea hanya bergeleng-geleng kepala melihat kelakuan dua laki-laki beda generasi itu.
"Sudah-sudah sana buruan mandi." Usir Zea, sebab jika tidak begitu mereka berdua akan betah seperti itu.
Alvaro dan Suga pun hanya menurut lalu berjalan menuju lanti dua, tempat dimana kamar mereka terletak.
__ADS_1
Tapi, bukan Alvaro dan Suga namanya jika mereka hanya sekedar mandi. Sudah tentu saja mandi adalah alasan mereka untuk bermain air dan busa sabun sepuasnya, kadang membuat Zea sedikit berdenyut dikepalanya.
Kini mereka bertiga pun benar-benar telah siap, lalu mereka pun bergegas segera menuju tempat yang Suga inginkan yaitu bermain disebuah Mall.
Setelah sampai disana, Suga pun langsung berlari kegirangan menuju area bermain favoritnya.
Setelah puas bermain, mereka pun masuk kesebuah restoran untuk makan siang.
"Mom, Aku punya teman baru loh dia sangat cantik, Aku menyukai nya!" Seru Suga, membuat Zea tersedak saat sedang makan.
"Uhuuuk, uhuuuuk," Alvaro pun dengan sigap memberi Zea segelas air putih, lalu Zea pun segera meminumnya hingga tandas.
"Are you okay, mom?" Tanya Suga dengan polosnya.
"Dari mana kamu belajar seperti itu, siapa yang mengajarimu?" Selidik Zea.
"Dari Dady, Dady selalu membicarakan kalau Momy itu cantik, dan Dady sangat menyukai Momy!" Ujar Suga, dengan santainya.
Zea pun seketika melotot kearah Alvaro, Alvaro pun hanya tersenyum kikuk dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Kamu harus dihukum Dad, kamu puasa selama seminggu!" Bisik Zea tepat ditelinga Alvaro, yang langsung membuat Alvaro memegang aset berharganya dan menelan Slavina dengan susah payah.
Dia membayangkan bagaimana bisa dia akan puasa selama satu Minggu, sedang kan sehari dia tak menanam benih-benih nya saja dia sudah uring-uringan apa lagi ini seminggu, apa jadinya nanti?
Setelah makan siang selesai, mereka pun kembali berjalan-jalan keliling Mall tentu saja tidak hanya sekedar berkeliling. Mereka juga sekalian berbelanja makanan ringan, baju, dan mainan Suga tentunya.
Zea nampak tersenyum melihat kekompakan Ayah dan anak itu, walaupun tak sedarah. Dia sangat-sangat bersyukur atas nikmat hidupnya saat ini.
Beginilah memang, jika Alvaro dan Suga berbelanja dunia bagaikan milik berdua yang lain hanya lah pajangan. Itu pun berlaku juga untuk Zea, dia bagaikan tak ada disekitar mereka karena Saking asyiknya berdua sehingga melupakan nya.
Bahagianya kehidupan Zea saat ini, justru berbanding terbalik dengan kehidupan Diana. Sebab, dia harus mengalami kebangkrutan meskipun tak drastis.
Pertengkaran nya empat tahun yang lalu dengan Zea dicafenya, ternyata benar-benar berdampak terhadap cafenya.
__ADS_1
Semakin hari, omset cafenya semakin turun. Sehingga dia harus menutup beberapa cabang cafenya, dan dari situlah dendamnya kepada Zea semakin membesar.
Padahal dia sendirilah yang menggali kehancurannya sendiri. Namun, dengan bodohnya justru menyalahkan orang lain dalam hal itu.
Kini Diana dan Kellan tinggal dirumah Diana. Meninggalkan Ibunya, Ibunya sempat ingin ikut tinggal bersama dirumah mewah Diana, tapi Diana menolak mentah-mentah keinginan Ibu mertua nya itu.
Kellan pun sekarang tak seperti dulu lagi, yang royal uang kepada Ibu dan keluarganya. Sekarang, sepersen Kellan mengeluarkan uang, dia harus meminta persetujuan dari Diana. Jika tidak, itu sama saja dengan mencari masalah dengan Diana.
Walaupun itu adalah uang hasil kerjanya sendiri, Diana tak mau tau akan hal itu. Berbeda jika waktu dengan Zea dulu. Dulu sewaktu dia dengan Zea, dia bisa dengan sesuka hatinya mengeluarkan uang nya untuk Ibu dan keluarganya tapi tidak dengan saat ini.
Bahkan sekarang disaat Kellan mau beli bensin dan rokoknya saja dia harus meminta dulu uangnya pada Diana sebab Diana lah yang memegang seluruh uang Kellan.
Dulu Zea tak pernah bertanya berapa gajinya dan habis untuk apa saja, yang terpenting Kellan memberi nya uang bulanan yang cukup saja dia sudah diam.
Tetapi justru Kellan malah bertingkah, berselingkuh dengan alibi sebab bosan dan kesepian karena mereka belum diberi keturunan.
Padahal itu bukan sebuah alasan yang masuk akal, jika belum diberi keturunan itu seharusnya program dan mencari cara atau jalan keluar bagaimana agar segera bisa memiliki keturunan bukannya malah selingkuh.
Tapi ya bagaimana lagi, semua sudah terlanjur dan kini mereka sudah memiliki kehidupan masing-masing dengan alur cerita dan jalan yang mereka pilih sendiri.
Setelah sudah lelah berkeliling Mall, Suga pun kini mulai merengek minta digendong dan minta pulang.
"Dady, Aku lelah!" Lirihnya dengan mimik wajah yang dibuat menyedihkan agar Alvaro segera menggendong nya.
"Bilang saja minta digendong, pakek memasang wajah sok sedih," Ujar Alvaro mengejek Suga.
Suga pun tersenyum saat aktingnya terbongkar oleh sang Ayah. Lalu Alvaro pun menggendong tubuh mungil Suga.
Bonus visual Alvaro sat menggendong Suga.
Saat sampai didepan pintu lift yang terbuka, mereka pun dengan tidak sengaja bertemu dengan seseorang yang kehadirannya tak lagi ingin dilihat oleh Zea.
__ADS_1
DEG.........