
Tak ada obrolan selama makan malam itu berlangsung. Kellan maupun Zea hanya diam dan menikmati hidangan makanan tersebut, tidak seperti biasanya jika mereka berdua sedang makan malam berdua pasti ada saja yang Kellan tanya atau tawarkan.
Setelah makan malam itu selesai mereka berdua pun langsung pulang tak ada jalan-jalan walaupun hanya sebentar seperti malam-malam yang sudah-sudah. Didalam mobil, Zea yang melihat Kellan nampak murung tak seperti biasanya pun merasa aneh sebenarnya apa yang tengah Suaminya itu pikirkan, Zea pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Mas Kellan kenapa? Ada sesuatu yang Mas pikirkan?" Zea bertanya dengan menatap wajah Kellan.
"Aku tak apa Sayang." Jawab Kellan seadanya.
"Kamu sedang membohongi ku Mas?" Tanya Zea kembali. Kellan yang mendengar pertanyaan Zea barusan langsung meminggirkan mobilnya dan berhenti.
"Sebenarnya Mas hanya kepikiran dengan omongan Mamang tadi aja." Kini Kellan membalas tatapan sang Istri dengan tatapan sendu nya.
DEG....
Ternyata benar dugaan Zea, Kellan ingin segera memiliki seorang Anak. Kini Zea pun memutuskan sepihak tatapan itu lalu menunduk dan meremas ujung bajunya sendiri guna menetralkan perasaan nya.
"Maaf Mas, maaf kan Aku. Aku belum bisa memberi mu keturunan." Kini Zea pun mulai terisak kecil.
Kellan pun kini menarik Zea dalam pelukan nya dan mengelus punggung nya serta menciumi pucuk kepalanya. Namun, dengan perlakuan Kellan itu justru membuat Zea semakin terisak.
"Ssttttttttt, Jangan bicara seperti itu. Mungkin Tuhan belum percaya sama kita, kita harus tetap berusaha lagi ya, bila perlu setelah sampai rumah nanti kita langsung bikin." Jawab Kellan tersenyum jahil sambil mere**s salah satu gunung kembar milik Istrinya itu.
"Mas iihhhhh, Aku serius tau." Semula Zea yang terisak kini justru malah menjadi kesal karena ulah Suaminya itu.
"Sengaja Sayang, biar kamu tidak terlalu kepikiran oke." Jawab Kellan sambil mengacak gemas rambut Istrinya.
Lalu Kellan pun menjalankan kembali kereta besi miliknya. Sesampainya dirumah merekapun langsung masuk ke dalam kamar nya. Didalam kamar kini, Kellan duduk di sofa lalu disusul oleh Zea. Zea pun menyenderkan kepalanya di dada Suaminya.
__ADS_1
"Emmmm Mas, Aku rindu sama Bunda kapan kita bisa pulang kampung?"
"Bagaimana jika weekend ini, Besok Mas ajukan cuti supaya agak lama disana." Terang Kellan, ditengah-tengah obrolan Suami Istri itu tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar mereka. Mereka pun saling pandang sesat lalu Kellan berdiri untuk membuka pintu.
Ceklek...
Ternyata yang datang adalah Ibu nya Kellan. Kellan pun mengernyitkan dahi nya heran tumben sang Ibu datang kekamar nya malam-malam begini.
"Ada apa Buk."
"Ibuk mau minjem mobil buat Adekmu."
"Malam-malam begini mau kemana Buk, lagian mobil Kellan pakek loh besok pagi."
"Iya Ibu tau, sudahlah kasih aja kenapa yang penting besok pagi Kamu mau kerja mobil sudah ada kan." Jawab Ibunya Kellan dengan nada agak tinggi.
Ibunya pun langsung mengambil kunci mobil tersebut dan berlalu begitu saja tanpa sepatah kata lagi. Selepas Ibu nya pergi Kellan pun menutup kembali dan mengunci pintu kamarnya. Sebenarnya buka apa-apa Kellan berat memberikan mobil itu keAdiknya hanya saja Adiknya itu belum terlalu bisa membawa mobil dia takut terjadi sesuatu yang berujung merugikan dia sendiri.
Kellan pun langsung naik atas keranjang yang langsung disusul oleh Zea. Kellan pun merentang kan tangannya meminta agar Zea masuk dalam pelukannya, Zea pun tersenyum dan masuk dalam pelukan Kellan. Lalu Kellan mengecup kening Zea singkat, dan mereka pun kini terlelap dengan tetap berpelukan Sampai pagi.
Keesokan paginya Zea yang sedang beberes rumah mendengar suara ribut-ribut Ibu mertua nya dan Adik iparnya namun Zea enggan mencari tau lebih tegapnya bodo amad. ( Sebenarnya Amad siapa sih, ada yang tau ).
Kellan yang sudah siap akan berangkat kerja kini keluar dari kamarnya untuk meminum kopi dan saran namun justru teralihkan juga dengan suara ribut-ribut Ibu dan Adik didepan. Kellan pun mengurungkan niatnya meminum kopi dan justru jalan kedepan dimana tempat Ibu dan Adiknya berada.
Sesampainya Kellan didepan rumah Kellan pun langsung syok melihat keadaan mobilnya, dengan nafas memburu dan rahang yang mengeras tanda dia sedang menahan emosi. Ditatapnya tajam sang Adik dan Ibunya secara bergantian oleh Kellan.
"Jelaskan ada apa ini." Suara Kellan terdengar begitu menakutkan seperti singa yang siap menerkam mangsanya.
__ADS_1
Bukan Adik ataupun Ibunya yang menjawab, melainkan seorang laki-laki asing lah yang menjawab.
"Mobil Anda menabrak mobil Saya yang tengah terparkir pada tempat nya, jadi saya tidak mau tau Anda harus mengganti rugi kerugian Saya sekarang juga." Kata laki-laki Asing itu tegas tak mau dibantah karna dia juga tengah menahan emosi, sebab Adik Kellan tak mau tanggung jawab atas perbuatannya.
Kellan pun meraup wajahnya kasar.
"Berikan nomer rekening Anda, Saya akan transfer sekarang juga." Kata Kellan agar si orang asing itu cepat pergi dari rumahnya. Kemudian si orang asing itu pun memberikan nomor rekening nya pada Kellan, lalu Kellan pun mengirim sejumlah uang untuk ganti rugi mobil yang sudah ditabrak Adiknya.
"Oke, sudah masuk kalau begitu say permisi." Orang asing itu pun langsung pergi meninggalkan rumah Kellan.
Tanpa aba-aba Kellan pun memukul Adiknya, sampai bibir Adiknya itu pun sedikit mengeluarkan darah segar.
BUGH........
"Cukup Kellan cukup." Teriak Ibu Kellan membela Adik nya itu.
"Terus saja, terus Ibu bela Anak sialan ini, yang bisanya hanya selalu menyusahkan saja. Ini kan Anak yang selalu Ibu bangga-bangga kan." Teriak Kellan balik kepada sang Ibu lalu berlalu pergi masuk kedalam mobilnya dan pergi begitu saja.
Ayah Kellan yang mendengar suara ribut-ribut itu pun keluar dari kamar dan bertemu Zea yang tengah beberes.
"Ada apa Nak, sepertinya ada ribut-ribut didepan?" Tanya Ayah Kellan pada Zea.
"Iya Yah, itu suara ribut-ribut Ibu dan mas Kellan tapi Zea tidak tau ada apanya." Terang Zea yang sebenarnya tau namun pura-pura tidak tau karna tak mau ikut campur.
Ayah Kellan itu pun hanya mengangguk paham dan berlalu keluar untuk melihat ada keributan apa sebenarnya pagi-pagi buta begini. Namun, ketika Ayah Kellan sudah diluar beliau tak mendapat'i Kellan ada disana beliau hanya mendapat'i sang Istri dan anak keduanya.
"Ada apa ini Buk, pagi-pagi buta begini sudah ada rame-rame? Lalu itu kenapa bibirnya Danu berdarah begitu?" Danu adalah nama anak kedua mereka.
__ADS_1
"Ini Yah, anak kamu bikin ulah lagi. Danu menabrak kan mobil Kellan dan mobil yang ditabrak minta ganti rugi pada Kellan, itu berdarah karena ditonjok sama Kellan." Jelas Ibu Kellan pada Ayah Kellan. Ayah Kellan pun hanya menggeleng-geleng kan kepalanya, beliau heran mau Sampai kapan Anaknya itu selalu menyusahkan Kakaknya.