Bertahan Sakit, Berpisah Sulit

Bertahan Sakit, Berpisah Sulit
Butuh bahu untuk bersandar


__ADS_3

Zea yang letih fisik dan fikiran pun kini tersulut emosi. Dengan nafas yang naik turun dan seribu uneg-uneg dalam hatinya kini Zea tak dapat lagi menahan emosinya.


"Apa Kamu bilang Mas, coba Kamu ulangi sekali lagi." Walaupun dengan nada pelan saat Zea berbicara, namun sorot matanya cukup membuat ciut nyali Kellan.


Kellan diam seribu bahasa tak berani menjawab sepatah katapun.


"Kalau Kau takut Aku memakai uang belanja dari mu yang tak seberapa itu, maka jangan pernah Kau kasih Aku uang belanja lagi. Belanja lah sendiri justru itu sangat bagus untuk ku, Aku tidak perlu lagi repot-repot belanja dan bingung mengatur uang yang tak seberapa itu." Zea sengaja menekan kan kata-kata yang tak seberapa itu, agar Kellan sadar dengan ucapannya itu. Namun, lagi-lagi Kellan tak mengeluarkan sepatah kata pun.


Zea pun yang masih tersulut emosi keluar begitu saja dari dalam kamar, lalu pergi keluar rumah. Zea sengaja keluar rumah untuk menenangkan fikiran nya itu, justru malah bertemu Istri Adik iparnya ditaman tak jauh dari rumah Kellan. Membuat mood Zea menjadi semakin buruk.


"Mbak Zea, Mbak ngapain disini?" Tanya Istri Adik iparnya itu.


"Ehhh Kamu, Nggc ngapa-ngapain duduk aja nyari udara segar." Jawab Zea menutupi masalah nya.


"Ya sudah kalau gitu Aku duluan ya Mbak, mau kerumah Ibuk." Istri Adik iparnya itupun berlalu pergi meninggalkan Zea yang tengah duduk di bangku salah satu ditaman tersebut. Zea pun hanya mengangguk kan kepalanya.


Sepeninggalan Istri Adik iparnya itu Zea pun kembali melamun dan dengan menangis tanpa suara. Seolah-olah sedang runtuh dunianya saat ini, dan ntah kemana dia akan berbagi cerita dukanya tersebut. Jika ingin cerita dengan kedua orangtuanya, tentu itu tidak memungkinkan. Karena itu justru akan memperburuk keadaan. Jika ingin cerita pada Sahabatnya, dia juga takut kalau Sahabatnya itu tidak terima dan justru malah memperburuk keadaan juga nantinya. Tapi jika kalau dipendam sendiri rasanya dia tidak mampu, Selain mengadu kepada Tuhan dia juga butuh bahu untuk bersandar. Juga butuh seseorang untuk diajak berbagi cerita dan bertukar pikiran. Tapi sayangnya dia tidak punya siapa-siapa lagi selain kedua orang tua dan sahabat nya itu.


Dari jarak yang cukup jauh rupanya ada Seseorang yang tengah mengintai Zea. Namun, tak dapat berbuat apapun saat ini, Dia hanya mampu melihat semuanya dari kejauhan.

__ADS_1


Tiba-tiba Kellan datang menghampiri Zea yang tengah duduk menangis meratapi nasibnya kini yang berubah drastis. Kellan pun duduk disamping Zea tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Hening, itu lah suasana yang terjadi saat ini. Cukup lama keheningan itu terjadi, dan mereka masih setia dengan diamnya.


Sampai tiba-tiba, Kellan pun memeluk Zea dan mengecup kening nya singkat. Zea pun hanya diam mematung, tak menghindar juga tak membalas pelukan tersebut. Kellan pun akhirnya membuka suara memecah keheningan tersebut.


"Yuk pulang, hari sudah mulai gelap." Ajak Kellan pada Zea. Namun, lagi-lagi Zea tak merespon. Zea masih setia dengan diamnya. Kellan yang merasa tidak ada respon dari istrinya itu pun kembali memeluknya cukup erat. Namun, Zea masih tetap sama tak merespon hanya saja dia justru malah semakin terisak begitu pilu. Walaupun Kellan datang dan memeluknya, namun dia tidak sadar selain semua perlakuan itu, kata maaf lah yang Zea inginkan keluar dari mulut Kellan, namun nyatanya itu tidak keluar dari mulut Kellan.


Cukup lama Kellan memeluk Zea, walaupun tak ada respon Kellan tetap memeluk nya. Sampai akhirnya Zea melerai pelukan tersebut lalu beranjak dari duduknya meninggal Kellan tanpa sepatah kata pun keluar dari mulut Zea. Kellan pun menyusul kepergian istrinya. Zea melangkah gontai seakan berat ingin masuk kedalam rumah tersebut. Ketika sudah berada didalam rumah Zea pun berpapasan dengan ibu mertua nya.


"Loh Nak, dari mana Kamu?" Tanya Ibu Kellan pada Zea.


"Dari taman depan Buk." Jawab Zea singkat.


"Iya Buk." Zea pun langsung berlalu kekamar.


Kellan yang akan menyusul Istrinya itu pun dicekal oleh Ibunya. "Tunggu, duduk sini dulu Ibuk mau bicara." Kellan pun mengurungkan niat nya menyusul sang Istri dan menduduk kan dirinya di sofa diruang keluarga sesuai permintaan Ibunya.


"Ibu mau minta uang ya, ini Adik mu lagi butuh uang Ibu nggc ada uang kasian Adikmu." Kellan pun memijit pelipisnya yang sedikit terasa nyeri.


"Kellan belum gajian Buk, Kellan nggc ada uang."

__ADS_1


"Pokoknya Ibu nggc mau tau, Kamu bisa pakek uang tabungan Kamu dulu kan." Kata Ibunya Kellan dengan nada agak tinggi.


"Tapi kan Buk, uang tabungan itu mau kellan pakek beli rumah." saut Kellan kembali.


"Ibuk nggc mau tau titik, Tfansfer sekarang ke rekening Ibuk." Tegas ibu nya Kellan tak mau dibantah lagi.


Jika sudah begitu, Kellan pun tak dapat lagi membantah. Kellan pun mengambil ponsel dan menekan nominal lalu dikirim. Ternyata diam-diam ada sepasang mata yang menyaksikan drama tersebut, siapa dia? ya dia adalah Zea. Zea yang tadinya akan masuk kekamar pun dia urungkan karena mendengar Ibu mertua nya yang ingin bicara dengan Suaminya. Sengaja Zea mencuri dengar guna mengetahui apa yang akan dibicarakan Ibu mertuanya itu pada Suaminya. Setelah melihat Kellan yang mulai bangkit dari duduknya Zea pun langsung berlari masuk kedalam kamar agar tidak ketahuan oleh Kellan.


Kellan pun bangkit dan masuk kedalam kamar, setelah sampai didalam kamar dia mencari keberadaan sang Istri kekamar mandi. "Sayang, apa Kamu belum selesai." Tanya kellan yang ingin memastikan Istri nya baik-baik saja didalam kamar mandi.


Zea pun menjawab dengan sangat singkat. "Belum."


Setelah beberapa menit Zea pun keluar dari kamar mandi, dengan sudah berpakaian rapi. Kellan pun tiba-tiba menarik sang Istri agar duduk dengannya diatas ranjang. Lalu Kellan pun memberikan beberapa uang lembar seratus ribu pada Zea. Namun, Zea pun tak merespon sedikit pun, justru di malah berdiri dari duduknya sambil berjalan keluar dan berkata.


"Urus saja semuanya sendiri, Aku tidak mau tau lagi soal uang mu. Kalau ada bahan makanan Aku masak, kalau tidak ya terserah. itu pun berlaku untuk pekerjaan rumah tangga lainnya." Kini Zea benar-benar meninggalkan Kellan dan bergabung dimeja makan karna ibu mertua dan yang lainnya sudah menunggu. Kellan pun ikut menyusul kemeja makan, lalu mereka makan bersama.


Setelah mereka selesai makan malam, Zea pun segera membereskan semua dan mencuci semua piring kotor. Disela-sela Zea tengah mencuci piring tiba-tiba ponselnya berbunyi.....


Siapakah kira-kira ya yang menelfon 🤔🤔😂

__ADS_1


__ADS_2