Bertahan Sakit, Berpisah Sulit

Bertahan Sakit, Berpisah Sulit
Mantan Istri vs Pelakor


__ADS_3

"Wah, wah, wah, ada janda baru netes lagi nyari mangsa." Diana tiba-tiba menghampiri Zea dengan bertepuk tangan.


Dia berniat akan mempermalukan Zea ditempat umum, juga dihadapkan Alvaro. Padahal, Alvaro lah yang selama ini membuat dan membongkar perselingkuhannya.


Senyum yang terukir indah dibibir Zea pun luntur seketika setelah kehadiran wanita yang sama sekali tak ingin liat wajahnya oleh Zea.


Seketika Zea pun memalingkan wajahnya, menahan emosinya. Alvaro yang tau akan itu, sengaja memberi kode pada Zea lewat matanya agar dia jangan menghiraukan ucapan Diana.


"Pantas saja kamu minta cerai dari Mas Kellan, rupanya sudah ada pengganti. Aku kira kamu perempuan baik-baik, seperti yang kamu ucapkan saat dipelaminan kemarin nyatanya kamu sama saja tidak ada bedanya." Diana tersenyum mengejek kerah Zea, dan sengaja bicara dengan suara lantang agar semua orang dengar apa yang sedang dibicarakan nya.


Kesabaran Zea pun menipis, entah karena efek hamil atau karena dia memang sudah menahannya selama ini.


"Byuuurrrr."


Suara air yang disiram kan Zea kearah Diana dan mengenai tepat diwajah Diana.


Diana kaget atas perlakuan Zea kepadanya, karena biasanya Zea hanya akan diam saat dirinya diperlakukan tak baik. Namun, sepertinya kali ini Zea tidak seperti yang ada dalam pikirannya. Zea benar-benar susah ditebak oleh Diana.


"Sialan! Beraninya kau!" Teriak Diana dengan menunjuk wajah Zea.


Diana tak terima dengan ini, lalu dia pun mengambil gelas air minum Alvaro dan menyiram kan kearah Zea. Tetapi Zea pun berhasil mengelak, hingga air itu tak sedikitpun mengenainya. Hal itu semakin membuat Diana kesal.


"Jangan pernah sama-sama kan Aku, dengan wanita murahan seperti mu!" Tunjuk Zea dengan penuh emosi, kini dia tak lagi bisa menahan emosinya.


"Aku diam selama ini, dan menutup mulutku pada dunia luar. Tetapi sepertinya Kamu memintaku untuk membongkar nya, oke!" Zea tersenyum yang sulit diartikan, membuat Diana nyalinya menciut.


"Apa kalian ingin tau siapa wanita dihadapan saya ini, yang dengan lantangnya menghina saya. Jika iya, baik saya akan memberi tau."


"Wanita ini adalah, Istri mantan suami saya yang saya ceraikan dua Minggu lalu. Dia merebut Suaminya, mereka berselingkuh dibelakang saya hingga wanita ini saat ini tengah hamil." Zea sengaja menekan kan kata hamil.


"Dia datang kerumah saya bersama Ibu mertua saya untuk menempelkan diri, lalu suami saya meminta izin untuk segera menikahi nya karena dia hamil takut keburu kehamilan nya semakin membesar. Bukan begitu Nona?" Zea tersenyum mengejek kearah Diana.


"Cukup!" Teriak Diana yang sudah tidak tahan dengan semua perkataan Zea, walaupun itu benar adanya namun dia tak terima.

__ADS_1


Sebab, semua ucapan yang keluar dari mulut Zea akan menjadi bumerang untuk nya sendiri. Entah apa jadinya jika pelanggan nya semua tau bahwa dia adalah seorang Pelakor.


Ternyata saat dia ingin mempermalukan Zea, justru saat itu dia sedang menggali kuburannya sendiri.


"Karena saya masih punya hati nurani, saya mengizinkan suami saya menikahi wanita murahan ini. Lalu setelah itu saya menceraikan suami saya, dan setelah dua minggu berlalu saya kini jalan dengan pria lain, lalu dimana masalahnya Nona?" Bukannya berhenti Zea justru semakin semangat untuk membongkar semuanya.


"Saya janda, dan dia lajang. Saya rasa jika kita menikah pun itu tak ada salahnya. Tapi, tenang saya tidak akan terburu-buru seperti mu Nona. Saking terobsesi nya kamu kepada suami orang sehingga kamu nekat memberikan suami saya obat perangsang." Zea menyilangkan kedua tangannya tepat didadanya.


DEG..........


Diana bertanya-tanya dari mana Zea bisa tau bahwa dirinya memberi Kellan obat perangsang.


Diana lalu melayangkan tangannya akan menampar pipi mulus Zea namun, dengan gesit Zea menahan tangan Diana sehingga Diana pun gagal menamparnya.


Lalu justru Zea yang kini melayangkan satu tamparan keras tepat mengenai pipi mulus Diana.


Plak.........


"Jangan pernah kotori pipi mulus saya dengan tangan kotormu itu." Alvaro pun ikut melongo melihat kejadian ini, dia tak menyangka kalau Zea bisa melakukan itu.


Alvaro begitu menikmati pemandangan langka ini, mantan istri vs Pelakor.


"Dengar saya baik-baik, kita sudah tak ada lagi urusan apapun itu. Jangan pernah mengganggu hidup saya lagi, atau saya akan membeberkan video kalian yang sedang mesum itu. Sekarang kamu nikmati itu barang bekas saya, anda faham Nona!" Ucap Zea yang lalu pergi dari cafe tersebut, dengan menarik tangan Alvaro agar ikut pergi dengannya.


Diana hanya diam tak berkutik saat Zea meluapkan amarahnya. Semua orang yang ada didalam cafe tersebut pun kini tengah berbisik-bisik dan menatap jijik kearah Diana.


Lalu para pengunjung tersebut pun satu persatu juga ikut pergi meninggalkan cafe tersebut.


Diana pun merubuhkan meja yang tadinya dipakai oleh Zea dengan berteriak.


"Aaaaaarrggggggg."


"Sialan kamu Zea, beraninya kamu mempermalukan Aku begini!" Lalu Diana pun berlaku masuk kedalam ruangannya.

__ADS_1


Para karyawan pun hanya diam tak berani menyapa, lalu mereka pun membereskan sisa-sisa kekacauan yang dibuat oleh bosnya sendiri.


"Tunggu pembalasanku Zea!" Diana tak menghiraukan ancaman Zea untuk tidak mengganggunya, karena dia yakin bahwa Zea hanya sekedar mengancam saja.


Lagi pula tidak mungkin jika Zea memiliki video mesumnya bersama Kellan, itu sangat tidak mungkin. Sebab, dia melakukan itu didalam kamar apartemen pribadinya tak mungkin akan ada seorang pun yang tau.


Padahal kenyataannya Zea memang mempunyai video tersebut, Diana saja yang tidak tau bahwa kamar apartemen nya sudah disadap oleh Alvaro.


"Are you okay?" Tanya Alvaro saat mereka sudah berada didalam mobil.


"Okay, justru Aku sedikit lega kak." Jujur Zea, dia memang sedikit merasa lega karena sudah bisa mengeluarkan uneg-uneg nya dihadapan semua orang dan Diana.


"Wah, kakak terpesona loh saat melihat kamu melawan bakteri tadi." Salut Alvaro, dia memang sangat salut pada Zea. Dia tak menyangka Zea akan melakukan hal tersebut.


"Bakteri!" Heran Zea, saat Alvaro menyebutkan bakteri.


"Iya, Diana itu kan seperti bakteri jahat yang jika menempel pada tubuh kita, kita harus segera membasminya agar tak inveksi, hahaha." Alvaro tertawa sendiri pada ucapannya, membuat Zea pun akhirnya ikut tertawa karena ketidak jelasan Alvaro itu.


Beberapa bulan telah berlalu, kini perut Zea sudah membesar dan hampir melahirkan. Zea dan Alvaro pun kini juga sudah resmi menikah, walaupun hanya sah secara agama. Semua itu dilakukan agar memberi status jelas untuk anak yang dikandung Zea nantinya dan juga agar mereka bisa tinggal satu atap dengan ikatan halal.


Setelah melahirkan nanti, rencananya Alvaro pun akan menikahi Zea ulang gar sah agama juga sah negara dan memiliki Zea seutuhnya.


Hari ini adalah jadwal Zea memeriksakan kandungannya, untuk melihat keadaan bayinya juga kira-kira berapa hari lagi dia akan melahirkan.


"Sayang, udah siap?" Tanya Alvaro yang baru keluar dari ruang ganti.


"Sudah kak." Jawab Zea dengan mengulurkan kedua tangannya agar Alvaro membantunya berdiri.


Ya, begitulah karena perut Zea yang membesar dia semakin sulit bergerak bebas. Apa lagi jika sudah duduk dia akan kesulitan berdiri jika tidak dibantu oleh Alvaro.


Tak hanya dibantu untuk berdiri, bahkan saat berjalan pun Alvaro tetap membantu nya. Alvaro memapah dengan hati-hati menuruni anak tangga yang ada dirumah nya.


Alvaro sangat menyayangi Zea, dan memperhatikan nya juga dengan calon bayinya meskipun bukan datang dari benihnya. Namun, Alvaro sudah berjanji akan menganggap dan mengakui bahwa itu adalah anak kandungnya.

__ADS_1


__ADS_2