Bertahan Sakit, Berpisah Sulit

Bertahan Sakit, Berpisah Sulit
Mencari Informasi


__ADS_3

"Dad, Mom, Aku rindu pada kakek dan nenek. Kapan, kita akan kesana?" Tanya Suga, saat mereka tengah menyantap sarapan bersama.


"Tunggu Dady, kosongkan jadwal, ya!" Ujar Alvaro, yang selalu saja tak pernah bisa menolak apapun yang Suga inginkan.


Zea, pun nampak ikut tersenyum mendengar jawaban dari Suaminya.


"Hore....!!!!" Teriak Suga, kegirangan.


"Sepertinya bukan hanya kamu, Nak. Yang kegirangan saat momen pulang kampung." Sindir Alvaro, membuat Zea menjadi tersipu malu.


Seketika pandangan Suga, pun langsung tertuju pada Ibunya.


"Sayang, Dady berangkat ke kantor dulu ya. Dirumah jangan nakal, jagain Momy ya." Pesan Alvaro, setiap pagi pada saat akan berangkat kekantor kepada Suga.


"Siap! komandan." Suga, lalu memberi hormat pada sang Ayah, bak sedang bicara dengan seorang komandan sungguh.


Setelah itu, Alvaro pun berganti pamit pada Istri kesayangannya. Lalu, barulah pergi kekantor.


"Aku harus mencari tau siapa anak itu, tapi Aku harus mulai dari mana? Gara-gara pertemuan itu, Aku menjadi selalu kepikiran anak itu." Gumam Kellan.


"Aku tau, Aku harus minta bantuan Nando." Lalu Kellan, pun langsung menuju kecafe milik sahabatnya itu.


Sesampainya disana, ternyata dia dipertemukan lagi dengan Alvaro. Alvaro, ada dicafe Nando sahabat Kellan sebab, dia ada meeting diluar kantor.


"Bukannya dia itu suami Zea yang baru? Siapa dia sebenarnya? Sepertinya, dia bukan orang sembarangan?" Gumam Kellan dalam hati.


Kellan, terus saja berperang dengan pikirannya sendiri. Hingga, sang sahabat pun nampak heran melihat Kellan. Lalu, Nando pun memukul pundak Kellan.


"Hey, kamu kenapa, Lan?" Sontak Kellan, pun kaget karena ulah sahabatnya itu.


"Ngagetin Lu," protes Kellan.


"Lagian Lu kayak kesambet setan aja. Berdiri disini ngelamun lagi." Ujar Nando.


"Lu, tau laki-laki yang duduk disana. Yang makek Jaz silver, dia siapa? Tanya Kellan, penasaran.


"Oh, yang muda itu. Kenal sih enggak, tapi Gua tau siapa dia." Terang Nando.


"Siapa?"


"Dia Alvaro Prabezwara. Dia CEO property diperusahannya sendiri." Jelas Nando.


"Apa kau tau, kalau dia sudah menikah?" Tanyanya Kellan, kembali.


"Tau, bahkan dia sudah memiliki satu anak laki-laki dari pernikahan nya itu."

__ADS_1


DEG........


"Nggak mungkin, ini nggak mungkin. Jika itu anak mereka berdua, umurnya harusnya masih dua atau tiga tahun. Sedangkan anak yang dibawa kemarin umurnya setahuku kisaran empat tahun." Batin Kellan.


"Hoy, Lu kenapa sih?" Nando, nampak aneh dengan kelakuan sahabatnya itu hari ini.


"Gue butuh bantuan Loe," ujar Kellan, menatap serius kearah sahabatnya.


Lalu, merekapun berjalan masuk menuju ruang kerja Nando.


Saat sudah sampai didalam ruangan Nando, Kellan pun mulai menceritakan semuanya. Tentang pernikahan nya dengan Zea dimasa lalu, tentang siapa Istri Alvaro, hingga tentang pertemuan nya kemarin.


Dia juga menyampaikan tentang perasaan nya saat melihat anak laki-laki yang bersama Alvaro, kemarin.


Nando, hanya manggut-manggut kan kepala mendengar semua cerita Kellan.


Bahkan, dia sempat emosi saat mendengar perlakuan Kellan kepada Zea.


"Oke, jadi intinya Loe butuh informasi tentang anak itu, kan?" Tebak Nando, yang langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Kellan.


"Oke, Gue bantu." Kellan, pun tersenyum mendengar jawaban dari sahabatnya itu.


Beberapa hari telah berlalu. Kellan, kini menjadi jarang masuk kantor karena dia sibuk mencari tau siapa sebenarnya anak laki-laki itu. Namun, sampai hari ini belum juga mendapat informasi apapun tentang anak laki-laki tersebut.


"Aaaggrrrrr, sialan!" Teriak Kellan.


"Bagaimana lagi caraku untuk mendapatkan informasi." Seketika terlintas dipikiran Kellan, untuk menemui kedua orang tua Zea.


Entah, dia mendapat keberanian dari mana? Sehingga membuat dia berani akan menemui kedua mantan mertuanya itu.


Akhirnya Kellan, pun memutuskan untuk pergi kekampung halaman Zea, untuk menemui kedua mantan mertuanya.


Tanpa berpikir panjang lagi, dia bergegas menuju kekampung Zea.


Diana, kini tengah santai dirumahnya. Entah kenapa tiba-tiba dia ingin mengecek dimana posisi suaminya berada saat ini.


Lalu, Diana pun menyalakan ponselnya dan melihat dimana Kellan berada saat ini. Dia sengaja memang GPS didalam mobil Kellan, juga pada ponselnya. Jadi Diana, bisa selalu tau kemana perginya Kellan.


Saat Diana sudah melihat dimana Kellan, dia nampak mengerutkan keningnya. Dia sedikit bingung, sebab Kellan sedang dijalan yang asing menurutnya.


"Setau Aku, Mas Kellan nggak ada jadwal keluar kota dech." Gumam Diana. Lalu, Diana pun menelfon salah satu teman kantor Kellan.


Setelah selesai menelfon, dan mendapatkan jawaban yang mampu membuatnya naik darah.


Sebab, kata teman kantor Kellan. Kellan, jarang masuk kantor akhir-akhir ini. Bahkan hari ini pun Kellan, ternyata tak masuk kantor.

__ADS_1


"Sudah berani kamu membohongi ku, Mas!" Ucap Diana dengan menahan emosinya.


Diana, pun kini memantau terus pergerakan Kellan. Untuk mengetahui kemana perginya Suaminya itu.


Ternyata mobil Kellan, memasuki kawasan perkampungan yang cukup jauh dari kota. Diana, nampak berfikir. Kampung siapa yang tengah dikunjungi oleh Suaminya itu.


Dia pun berinisiatif menelfon sang Ibu mertua. Siapa tau kan Ibu mertuanya tau kampung siapa itu.


Tut........


Tut........


"Halo, Bu. Ibu, tau kampung RINDU?" Tanya nya tanpa basa-basi.


"Kampung RINDU, kalau nggak salah itu kampung nya Zea. Kenapa, Nak?" Sontak mulut Diana, pun menganga mendengar jawaban Ibu mertua nya.


Ada urusan apa, Kellan datang kekampung mantan Istrinya. Pikiran Diana, pun sedang kemana-mana. Dasarnya saja pikiran nya jelek, jadi dalam hal apapun tetap berpikir jelek.


Lalu, dia pun mematikan sambungan telfon tersebut secara sepihak tanpa sepatah katapun.


"Dasar, menantu nggak punya sopan santun. Untung kaya, ya walaupun sudah tidak sekaya dulu, sih!" Oceh Ibu Syafana.


Diana, kini sudah seperti cacing kepanasan setelah mengetahui fakta bahwa Suaminya kini berada dikampung halaman mantan Istrinya.


"Apa Mas Kellan, menyelidiki siapa anak yang dibawa Zea saat itu, ya?"


"Tapi untuk apa? Jelas-jelas Zea, itu mandul. Ngapain, dia repot-repot mencari tau soal anak nggak jelas itu." Sewot Diana, yang tak habis pikir dengan kelakuan Suaminya yang saat ini tengah kepo sama kehidupan mantan Istrinya itu.


Shaka, asisten Alvaro mendapatkan informasi, bahwa ada seseorang yang kini tengah mencari tau tentang putra bosnya.


Dia pun langsung memberi kabar tersebut kepada Bos nya.


Rahang Alvaro, pun nampak mengeras saat dia mengetahui bahwa ada yang mencoba mengusik kehidupan nya.


"Cari tau siapa yang sudah berani lancang mengusik hidup putraku."


Tak menunggu waktu lama, sang asisten pun telah mendapatkan informasi yang Alvaro inginkan.


Alvaro, semakin emosi saat tau kalau mantan Suami, dari Istrinya lah yang mencoba menggali informasi tentang putranya.


Tok......


Tok.......


"Assalamualaikum."

__ADS_1


__ADS_2