
"Brengsek..." Umpat Alvaro saat sudah mengetahui video yang dikirim kan lewat Email pribadi nya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, apa aku harus memberi tahu Zea sekarang." Monolog Alvaro dalam hati.
Alvaro tengah bimbang antara jujur sekarang atau justru merahasiakan dulu semuanya pada Zea.
"Menurut mu apa yang harus saya lakukan sekarang." Tanya Alvaro kepada asisten nya itu.
"Menurut saya, kita tahan dulu tuan jangan beri tahu nona Zea sebab, saya yakin wanita itu tidak akan berhenti sampai disitu." Ucap Shaka sang asisten, Shaka yakin bahwa Diana akan ada rencana lain.
"Jadi, apakah kita akan menonton atau menggagalkan rencana itu." Alvaro kembali bertanya seperti anak kecil meminta saran pada Ibunya, padahal Alvaro lebih tau harus melakukan apa, tapi entah kenapa tiba-tiba Alvaro menjadi seperti ini.
"Kalau menurut saya, lebih baik kita tonton saja tuan kita nikmati seperti sedang menonton Drama Korea." Usul sang asisten yang membuat Alvaro memberikan tatapan tajam, seperti singa lapar yang siap menerkam.
Tau bahwa sang bos tengah mode garangnya siasisten pun hanya nyengir kuda sambil mengangkat tangannya keatas lalu jarinya membentuk huruf V.
"Becanda tuan, bukan itu maksud saya. Tuan tenang saja, saya sudah punya rencana bagus untuk ini." Kata sang asisten meyakinkan bosnya yang tengah dilema campur emosi itu.
"Baiklah, atur saja." Alvaro menyunggingkan senyum nya, membayangkan Zea jatuh kembali dalam pelukan nya, karna Alvaro yakin rencana sang asisten tidak lain adalah mempersatukan kembali dirinya dengan pujaan hatinya.
Hari mulai malam, Zea pun terbangun dari tidurnya lalu melihat ponselnya, berharap ada pesan atau telefon dari sang suami namun, ia harus menelan kekecewaan.
Tak ada satupun notifikasi dari suaminya namun, Zea masih berfikir positif sebab yang Zea tau Kellan telah berhenti berhubungan dengan kekasihnya itu tapi kenyataannya hubungan mereka justru semakin jauh.
"Mungkin Mas Kellan masih sibuk." Monolog Zea meyakinkan hatinya yang tengah gelisah.
Lalu Zea pun memutuskan untuk mandi, siapa tau setelah mandi ada notifikasi dari suaminya begitulah fikiran Zea saat ini.
Selang beberapa menit kini Zea sudah mandi dan juga sudah rapi tinggal menyisir rambut panjang nya.
Zea mendudukkan dirinya lalu mulai menyisir rambutnya disela-sela aktivitas tersebut tiba-tiba saja ponsel Zea berbunyi.
Zea pun tersenyum karena berfikiran bahwa suaminya lah yang menelfon, setelah diambil dan dilihat siapa yang menelfon Zea pun sedikit kecewa.
Kecewa sih, tapi Zea tak melunturkan sedikit pun senyumannya.
"Halo kak."
"Halo juga anak kucing ku, kamu sudah bangun, apa sudah mandi, sudah makan malam?" Cerocos Alvaro menodong Zea dengan pertanyaan beruntun.
__ADS_1
"Aku sudah bangun kak, jika belum aku tidak mungkin menerima telfon mu, lalu aku sudah mandi tapi belum makan malam." Jawab Zea dengan tersenyum dan tak memprotes pertanyaan Alvaro sebab memang begitulah sifat Alvaro sejak dulu.
"Kenapa belum makan, cepatlah makan nanti kamu sakit, apa perlu aku temani?" Kata Alvaro yang memperlakukan Zea seperti gadisnya tanpa mengingat setatusnya mereka kini.
"Tuan jika aku saat ini bukan Istri orang, tentu aku akan dengan senang hati menerima tawaran mu Tuan." Jawab Zea dengan sengaja menekan kan kata Istri orang dan tuan kepada Alvaro untuk menyadarkan mantan teman mesra nya itu.
"Hahahaha, kakak lupa." Bukannya merasa tidak enak Alvaro justru malah tertawa renyah, mendengar jawaban Zea.
"Tapi kenapa jam segini kamu belum makan anak kucing." Alvaro kembali bertanya sebab, dia belum menemukan jawaban.
"Karena aku baru bangun kak."
"Baiklah, kalau begitu kakak matikan telfonnya, kamu langsung makan ya." Pesan Alvaro dengan lembut, membuat Zea merasa nyaman.
"Baiklah." Setelah mendengar jawaban dari Zea Alvaro pun mematikan panggilan telefon tersebut.
Saat sudah benar-benar terputus Zea pun menuruti pesan Alvaro, Zea keluar dari dalam kamar lalu makan malam.
Setelah selesai makan malam, Zea duduk disofa ruang tamu dengan memainkan ponselnya.
Disela-sela entah kenapa tiba-tiba saja bayangan wajah Alvaro melintas begitu saja tanpa permisi.
"Disaat suamiku berselingkuh, disaat suamiku tak perhatian dan tak perduli lagi padaku, dan disaat Ibu mertuaku ingin memisahkan aku dengan suamiku , duniaku sangat-sangat sedang tidak baik-baik saja saat ini lalu disaat itu pula engkau datangkan pria terindah dimasa laluku tuhan, ini apa tuhan, ujian kah atau cobaan atau justru ini jalan keluar, aku harus bagaimana." Monolog Zea didalam fikirannya yang tengah kacau.
Keesokan harinya dikota X, matahari mulai menyapa dunia namun, dua insan berbeda jenis itu masih bersembunyi dibalik selimut tebal disebuah apartemen.
Hingga mereka terbangun oleh bunyi alaram dari ponselnya.
Kring........
Kellan pun mau tak mau harus bangun, karena jam menunjukkan pukul tujuh pagi dan ia harus berangkat ke proyek jam delapan pagi.
Kellan pun turun dari ranjang lalu melangkah menuju kamar mandi, meninggalkan begitu saja perempuan yang menjadi teman tidurnya.
Setelah selesai Kellan pun kini bersiap lalu menghampiri Diana yang masih setia bersembunyi dibalik selimut tebal tersebut.
"Di, Di, bangun, aku udah siap ini mau berangkat ke proyek." Kellan membangun kan Diana dengan menggoyang-goyangkan tubuh Diana.
Diana yang merasa tidurnya terusik pun mau tak mau harus membuka matanya.
__ADS_1
"Kau sudah rapi Mas?" Tanya Diana dengan mengucek-ngucek matanya yang baru terbuka.
"Heemmm." Kellan hanya berdehem sebagai jawaban lalu melangkah kan kakinya dan duduk diatas sofa.
"Aku berangkat duluan ya, lagian kita juga kan beda arah tujuan." Kata Kellan yang sudah siap untuk berangkat.
Diana pun hanya mengangguk kan kepalanya tanda setuju, Kellan pun langsung melangkah keluar dari apartemen menuju parkiran dan masuk kedalam mobilnya.
Kellan pun kini mulai menjalankan kereta besi miliknya dengan kecepatan sedang.
Diana yang akan mandi pun harus urung sebab mendengar ponselnya berbunyi.
"Halo Bu, ada apa?" TanyaDiana kepada Ibunya Kellan.
"Tidak apa-apa Nak, Ibu hanya ingin menanyakan bagaimana rencana mu apakah berhasil." Tanya Ibunya Kellan antusias berharap rencana Diana kali ini berhasil.
"Gagal Bu, tapi tenang Diana masih ada rencana lainnya." Jawab Diana sedikit lesu, mengingat kejadian tadi malam.
"Baiklah Ibu tunggu kabar baiknya." Setelah mengatakan itu Ibunya Kellan pun mematikan sambungan telefon tersebut.
"Semangat Diana, kali ini kamu tidak boleh gagal memperjuangkan cintamu." Monolog Diana dalam hati, menyemangati dirinya sendiri.
Aneh tapi nyata, bagaimana tidak jika seorang pelakor menyemangati dirinya sendiri untuk merebut suami orang.
Malam harinya, untuk melancarkan aksinya Diana kini sudah menyiapkan obat perangsang untuk dicampur kedalam minuman Kellan.
Diana yakin kali ini rencananya pasti akan berhasil.
Kellan kini sudah sampai diapartemen milik, begitu masuk Kellan pun langsung disajikan dengan pemandangan yang sangat indah.
Bagaimana tidak, karena saat ini Diana tengah menggunakan Lingerie warna maroon yang sangat membuat tubuhnya menjadi lebih sexy dari kemarin malam.
Belum diberi obat perangsang saja Kellan sudah terangsang bagaimana jika nanti Kellan sudah meminum, begitulah isi fikiran Diana saat ini.
Dengan susah payah Kellan menelan slavinanya lalu menutup pintu apartemen tersebut.
Glekkkkk.........
Terimakasih bagi yang sudah like, komen, dan memberi bintang 5 nya.😊
__ADS_1
dan yang yang hanya baca, like juga yuk karya othor, karena like, komen, hadiah, subscribe, vote, dan bintang 5 dari kalian adalah penyemangat othor nulis.
terimakasih 😊😊😊