Bertahan Sakit, Berpisah Sulit

Bertahan Sakit, Berpisah Sulit
menetapkan pilihan


__ADS_3

Kellan yang tengah berfikir mau memilih siapa sebab keduanya begitu penting dalam hidupnya.


Setelah Kellan memantapkan pilihan nya, Kellan lalu menghampiri Istrinya dan berjongkok dihadapan Istrinya yang masih dalam keadaan duduk diatas lantai.


"Baiklah sayang kita pergi dari sini, bantu Mas membereskan barang-barang Mas ya." Ucap Kellan dihadapan Istrinya itu dengan menyelipkan anak rambut Zea lalu tersenyum.


Zea pun langsung berhambur memeluk Kellan dengan erat.


"Terimakasih Mas." Hanya itulah yang Zea mampu ucapkan dia sangat terharu ternyata Suaminya memilih nya.


Kellan pun membalas pelukan sang Istri dengan tak kalah eratnya, cukup lama mereka berada dalam posisi itu dengan fikirannya masing-masing.


Lalu merekapun melerai pelukan tersebut dan beranjak dari duduknya dengan Zea yang dibantu oleh Kellan untuk berdiri.


Lalu mereka pun mulai membereskan semua barang-barang milik mereka sendiri. Hanya baju dan beberapa barang penting lainnya saja yang mereka bawa yang lainya mereka tinggalkan.


Setelah mereka selesai merekapun membawa barang-barang nya keluar dari kamar dan memasukkan kedalam mobil.


Setelah selesai merekapun masuk kembali kedalam rumah untuk mencari keberadaan Ayah Rama dan Ibu Syafana.


Sebelum masuk kedalam rumah Kellan pun memberi pesan terlebih dahulu kepada Zea, digenggam nya kedua tangan Zea oleh Kellan dengan berkata.


"Sayang nanti ketika kita berpamitan kepada Ayah dan Ibu Mas mohon jaga emosimu ya, jangan berkata apapun jika Ibu mencoba mengajak mu berdebat lagi. Pokoknya selain kata berpamitan jangan mengucapkan kata lain ya." Ucap Kellan lembut memberi pengertian kepada Istrinya agar tak memperkeruh suasana.


"Baik Mas." Jawab Zea dengan tersenyum.


"Nanti cukup kamu dengarkan saja semua apa yang Ibu katakan ya, jangan dimasukkan ke dalam hati jika nanti Ibu berkata jelek." Ucap Kellan kembali.


Zea hanya mengangguk kan kepala sebagai jawaban. Lalu keduanya pun berjalan masuk kedalam rumah sembari bergandengan tangan.


Sesampainya didalam Kellan langsung mengetuk pintu kamar sang Ibu.


Tok........


Tok........


Tok........

__ADS_1


"Bu, ini Kellan Bu buka pintunya." Ucap Kellan dengan mengetuk pintu kamar Ibunya.


"Tuh kan bener, apa kata saya, Kellan pasti akan lebih memilih ku dari pada gadis miskin itu." monolog Ibunya Kellan didalam hati seraya tersenyum penuh kemenangan.


"Yah, seperti biasanya kau jangan ikut campur cukup diam dibelakang ku." Setelah mengatakan itu Ibunya Kellan pun langsung berdiri dari duduknya dan melangkah angkuh untuk membuka pintu kamar nya.


Ayah Rama hanya mengangguk kecil sebagai jawaban. Ya, begitulah peran Ayah Rama hanya bisa selalu ada dibelakang sang Istri tak pernah berani melawan nya ntah karena begitu cinta atau apa yang jelas Ayah Rama begitu tunduk pada Istrinya.


Setelah sampai depan itu diputarnya Knop pintu itu dan begitu dibuka Ibu Syafana sedikit terkejut melihat siapa yang ada didepannya.


CEKLEK...........


"Bu, Yah, Kellan dan Zea mau pamit." Ucap Kellan dihadapan kedua orang tua nya.


Ibunya Kellan ternganga dan reflek membuka mulutnya karena syok dengan apa yang dikatakan anaknya kini. Ternyata apa yang terjadi bertolak belakang dengan keinginannya.


Dengan ini berarti beliau dinyatakan kalah, karena Kellan kenyataannya lebih memilih ikut dengan Zea pergi dari rumah ini.


"Bagaimana ini, kenapa jadi begini apa yang harus aku lakukan mikir syafana ayo mikir." Monolog Ibunya Kellan didalam hati.


"K--kamu akan pergi sungguh Nak?" Tanya ibu Kellan dengan terbata-bata karena syok.


Ibunya Kellan pun berpura-pura sedih agar Kellan mengurungkan niatnya pergi dari rumah ini, karena jika Kellan sampai benar-benar keluar dari rumah ini lalu siapa yang akan menjamin kesehariannya.


Sedangkan anaknya yang bernama Danu sungguh tak bisa diandalkan sama sekali justru sebaliknya dia hanya bisa menyusahkan Ibu Syafana dalam segala hal.


Contohnya seperti untuk keseharian nya, make up Istrinya dan masih banyak lagi dan itu semua Ibu syafana lah yang menanggung karena anaknya yang bernama Danu itu sangat jarang bekerja.


Kellan lah yang selama ini telah menjadi tulang punggung keluarga, jadi apa jadinya nanti jika Kellan keluar dari rumah ini.


"Tetaplah disini Nak, Ibu nanti dengan siapa jika kamu pergi." Ucap Ibunya Kellan dengan mimik wajah dibuat sedih agar menarik simpati Kellan.


"Kan ada Danu Bu, lagi pula cepat atau lambat Kellan juga akan keluar dari rumah ini karena Ibu sendiri yang bilang jika Ibu memilih Danu untuk mengurus Ibu nantinya."


Ibunya Kellan pun seketika terdiam mendengar ucapan Kellan, rasanya bagaikan ditampar oleh omongannya sendiri ini sih senjata makan tuan namanya.


Ibunya Kellan pun terdiam dengan menyembunyikan rasa kesalnya dan tak menjawab lagi kata-kata dari Kellan.

__ADS_1


Zea lalu menatap Kellan dan seolah memberi isyarat pada Kellan lewat bola matanya apa dia sudah bisa berpamitan sekarang.


Kellan pun mengedipkan matanya lalu mengangguk kecil sebagai jawaban iya untuk Zea.


Setelah mendapat lampu hijau dari Kellan, Zea pun memberanikan diri membuka suara untuk berpamitan pada kedua mertuanya.


"Yah, Bu, Zea pamit ya maaf kalau Zea ada salah pada Ayah dan Ibu." Kata Zea tulus dari hati karena walaupun sejahat apapun Ibu mertua nya itu Zea tak pernah dendam.


Mendengar itu Ibunya Kellan tak menjawab sepatah katapun beliau justru melengos memalingkan wajah dengan angkuhnya.


"Iya Nak, kalian sering-seringlah kemari." Jawab Ayah Rama yang sebenarnya senang jika anak dan menantunya itu pergi dari rumah ini setidaknya mereka bisa bebas tanpa kekangan dari Istrinya.


Terutama untuk Zea, agar Zea tak selalu diperlakukan buruk juga difitnah kesana kemari oleh Ibu mertua nya.


Kellan yang tau Istrinya tak nyaman dengan situasi ini langsung berpamitan dengan menarik Zea agar ikut dengannya karna memang sedari tadi genggaman tangan itu tak pernah dilepas nya.


"Yah, Bu, Kellan pergi." Setelah mengatakan itu Kellan dan Zea benar-benar meninggalkan kedua pasangan baya itu tanpa menunggu jawaban dari mereka terlebih dahulu.


Kellan takut jika menunggu Samapi mereka menjawab justru akan memperkeruh suasana karena dia yakin Ibunya tak rela jika Kellan keluar dari rumah ini.


Ayah Rama mengangguk kan kepalanya kecil dengan tersenyum walaupun Kellan dan Zea tak melihatnya.


Lain Ayah Rama lain pula dengan Ibu Syafana, Ibunya Kellan itu memandang kearah zea penuh amarah.


Kellan dan Zea kini telah masuk kedalam mobil lalu Kellan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Hening, itu lah yang terjadi saat ini didalam mobil, setelah mereka masuk kedalam mobil Kellan maupun Zea memang hanya diam dan larut dalam fikirannya masing-masing.


"Mas kita mau kemana?" Tanya Zea memecahkan keheningan.


"Emmmmm, kamu ada rekomed tempat atau kamu ingin kemana gitu." Tanya Kellan balik pada Zea karena dia pun sebenarnya tak tau harus kemana pasalnya rencana Kellan akan keluar dari rumah itu setelah dia bisa membeli sebuah rumah. Namun, rencana itu tinggal lah rencana belaka.


Nyata nya Kellan harus keluar dari rumah itu karena keegoisan Ibunya sendiri. Ibu yang selalu mementingkan keinginan nya sendiri tanpa memikirkan orang disekelilingnya.


Ibu yang hanya mau didengar tanpa mau mendengar, semua yang beliau ingin kan harus bisa didapatkan walaupun dengan cara apapun itu.


Ikhlas

__ADS_1


"Dibalik pedihnya ujian ada hikmah yang tertanam, dibalik sesatnya menahan luka ada Allah yang lebih paham, berdoalah agar hati senan tiasa dikuatkan, berdoalah agar lebih ikhlas menerima segalanya." From Zea Azhagar.


__ADS_2