Bertahan Sakit, Berpisah Sulit

Bertahan Sakit, Berpisah Sulit
Maaf


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, rupanya sejak kepergian Kellan hari itu dia tak pulang kerumah kontrakan yang dia tinggali dengan Zea, dia juga tak memberi kabar walau pun hanya lewat pesan singkat.


Zea juga sengaja tak memberi kabar apapun kepada Kellan, hal yang tak akan pernah Zea lakukan walaupun hanya sekedar basa-basi.


Dia sengaja membiarkan tanpa kabar dari Kellan, itung-itung latihan saat nanti jika takdir tak berpihak kepadanya.


Deru suara mobil kini terdengar didepan halaman rumah kontrakan Zea, namun Zea pun tak ada niatan untuk melihat siapa yang datang atau berniat untuk membukakan pintu.


Saat Kellan turun dari mobil, ternyata dia berpapasan dengan ibu kontrakan yang waktu itu ada pada saat Zea pingsan dan dibawa kerumah sakit oleh Alvaro.


"Mas Kellan, sepertinya baru pulang ya? gimana kabar mbak Zea Mas? apa sudah sehat? soalnya semenjak pulang dari rumah sakit saya enggak pernah liat mbak Zea keluar rumah Mas." Kellan yang tak tau apa-apa namun kini malah ditodong pertanyaan berantai oleh Ibu-ibu tetangganya ini.


Kellan sempat kaget mendengar pertanyaan-pertanyaan dari Ibu tersebut sebab dia memang tak tau sama sekali soal itu. Namun, Kellan yang tak mau dicap suami tak becus menjaga Istri pun berpura-pura tau padahal dia tak tau apa-apa.


"Alhamdulillah sudah sehat Bu, cuman masih perlu banyak istirahat jadinya enggak keluar-keluar rumah dulu. Kalau gitu saya permisi masuk ya Bu." Pamit Kellan kemudian kepada Ibu-ibu tetangganya tersebut.


"Apa yang terjadi dengan Zea sampai dia masuk kerumah sakit, lalu siapa yang membawanya dan kenapa dia tak menghubungi ku?" Gumam Alvaro bertanya-tanya dalam hatinya.


Saat sudah didepan pintu Kellan pun langsung membuka pintu rumah tersebut lalu masuk.


Dia nampak celingukan mencari keberadaan Zea namun, tak dia dapatkan. Lalu dia pun memutuskan masuk kedalam kamar, karna jika Zea tak ada diluar sudah pasti dia ada didalam kamar.


Ceklek.........


Kellan membuka pintu kamar nya pelan, dan dugaan benar adanya Zea ada didalam kamar dia sedang duduk bersender kan tembok tengah asyik memainkan ponselnya.


Saat Zea sadar bahwa ada Kellan masuk kedalam kamar, dia pun seketika merubah raut wajahnya yang tadinya tengah tersenyum kini seketika berubah menjadi datar, dan hal itu mampu membuat Kellan merinding.

__ADS_1


Zea seperti mempunyai kepribadian ganda sebab bisa secepat itu merubah raut wajahnya dalam sekejap, dan itu disaksikan dengan nyata oleh Kellan.


Kellan sempat dengan susah payah meneguk air liurnya sendiri karena ada rasa takut pada Zea, saat Zea tengah dalam mode datar seperti saat ini.


Lalu Kellan pun memberanikan diri mendekati Zea dan duduk ikut duduk di ranjang tak jauh dari Zea duduk.


"Sayang, kata Ibu tetangga kita disebelah katanya kamu kemarin sempat masuk rumah sakit. Kamu kenapa kok bisa masuk rumah sakit? trus kenapa kamu enggak ngabarin Mas? trus siapa yang ngantar kamu kerumah sakit?" Kellan menodong pertanyaan beruntun pada Zea namun, sepertinya yang ditanya justru muak dengan pertanyaan tersebut.


"Aku tidak apa-apa, dan siapapun yang mengantar ku seperti nya itu tidak penting, siapapun dia yang jelas dia orang baik yang masih perduli dengan ku." Jawab Zea dengan sedikit menyindir Kellan.


Kellan pun sedikit merasa tertampar perkataan Zea, sebab memang beberapa hari ini dia sibuk dengan Diana dan mengabaikan Zea begitu saja.


"Maaf, Mas kemarin sibuk." Kata Kellan dengan suara pelan, sebab merasa sedikit bersalah telah mengabaikan Zea.


Zea tak menjawab lagi dia hanya diam dengan justru malah memainkan ponselnya kembali.


"Sayang, sebenarnya aku pulang ingin melihat mu karena aku rindu pada mu, dan juga ada suatu hal yang ingin aku sampaikan." Kellan kini bicara menghadap tepat dihadapan Zea.


Kellan menghela nafas panjang, menghadapi Zea yang tengah dalam mode diam. Dia seperti sudah mati akal jika Zea sudah dalam mode ini.


Dia sadar betul kenapa Zea seperti ini, dia juga tak dapat menyalahkan Zea sebab ini memang sepenuhnya karena ulahnya sendiri.


"Dua hari lagi, aku dan Diana akan menikah." Lirih Kellan yang entah harus sedih atau bahagia saat ini, sebab dia tau dia telah melukai Zea dengan begitu dalam.


DEG..........


Zea seketika langsung berhenti dari aktivitas nya yang sedang memainkan ponsel, lalu dia menyilangkan kedua tangannya di dada dan memalingkan wajahnya kearah lain agar tak menatap wajah Kellan.

__ADS_1


Sebab jika dia menatap wajah Kellan tentu dia tak akan kuat menahan air matanya.


"Diana kini tengah mengandung anak ku yank, darah daging ku. Maka dari itu aku harus bertanggung jawab menikahi nya." Setelah mengatakan itu Kellan lalu memeluk Zea.


"Andai saja kamu tau Mas, kalau saat ini aku juga mengandung anak mu, darah daging mu, buah hati yang kita nanti-nantikan selama ini kini tengah hadir didalam rahimku, lalu bagaimana dengan aku Mas?" Lirih Zea dalam hati.


Awalnya Zea memberontak dipeluk oleh Kellan namun, tubuhnya kalah besar dari Kellan sehingga dia pun kalah.


Jadilah dia kini menangis dipelukan Kellan, air mata yang dengan sengaja dia tahan sejak tadi namun kini jatuhnya tanpa permisi, tanpa mampu lagi Zea tahan.


Bagaimana pun dia sebenarnya juga sangat merindukan Suaminya, namun rasa rindunya terkalahkan oleh luka yang begitu dalam.


Suami yang selalu ada untuk nya, yang telah mengisi hari-harinya selama dua tahun lebih ini kini tak lagi bisa memberi warna dalam hidupnya.


Kini seperti Kellan telah melukis warna hitam pekat untuk Zea, tak ada lagi warna warni bak pelangi indah yang dia lukis untuk Zea dalam hidupnya.


"Maaf kan Mas sayang, Mas telah melukai mu." Kellan mencium kening Zea dengan cukup lama.


"Mas janji, Mas akan berlaku adil antara kamu dan Diana, Mas berjanji." Lanjut Kellan mencoba meyakinkan kan Zea.


"Apa Mas katamu, Adil. Adil yang seperti apa Mas? selama ini sainganku hanya Ibu mu saja kamu tidak bisa adil lalu apa sekarang, kamu memberi ku madu lalu kamu menjanjikan sebuah keadailan. Keadilan macam apa yang akan kamu berikan Mas, sementara belum jadi kalian menikah saja kamu sudah mengabaikan aku lalu bagaimana jika nanti kalian sudah benar-benar menikah." Monolog Zea dalam hati.


"Sayang Mas minta ijin menikah lagi ya, Mas sangat ingin menikah dengan restu mu." Lirih Kellan dengan masih mendekap Zea dalam pelukannya.


Zea hanya diam tak mampu bicara walaupun hanya sepatah kata. Sakit, ini sungguh sakit. Bagaimana tidak sakit saat kita dengan sadarnya mendengar suami yang sangat kita cintai kini meminta ijin menikah lagi tanpa ada kesalahan dalam diri kita.


"Maaf kan Mas sayang, Mas tau kamu terluka dengan ini, Maafkan atas kebodohan yang Mas lakukan ini sayang." Monolog Kellan dalam hati.

__ADS_1


Kellan semakin mengeratkan pelukannya dengan dia yang kini ikut menjatuhkan air matanya, dia tahu bila selama ini Istrinya hanya berputar-putar kuat dihadapan semua orang aslinya dia sangat rapuh.


"Mas sudah bawa surat, kamu tanda tangani ya sayang."


__ADS_2