
"Katakan lah Bik, Aku tak apa." Zea mencoba untuk tetap tenang walaupun keadaan membuat nya kecewa.
"Sebenarnya Mbak yu sendiri yang menceritakan semua ke Bibik dan juga para tetangga."
DEG......
Serasa dihujam dengan benda tajam berkali-kali rasa hati Zea saat ini, tangan Zea pun bergetar dan badan pun terasa lemas. Tangisan Zea kini tak dapat dibendung lagi dan mulai terisak pilu. Bibik yang tau kalau Zea sedang tidak baik-baik saja pun lalu memeluknya.
"Bik, Apa salahku pada Ibu mertua ku Apa?!!" Dengan bibir bergetar Zea pun bertanya-tanya pada Bibiknya itu, apa salahnya sehingga mertuanya tega memfitnah dia.
"Bibik tau, Aku bangun subuh dan mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri tanpa campur tangan dari siapapun walaupun hanya sedikit. Aku pula lah yang mengurus keperluan materi dirumah ini tanpa ada orang yang mau tau cukup atau tidak kah uang itu aku kelola untuk biyaya sehari-hari. Lalu apa begini balasan yang pantas untuk Ku." Dengan menahan sesak di dada Zea mengutarakan isi hatinya walaupun tidak sepenuhnya.
Bibik memeluknya lagi dengan erat, seraya mengelus pundak Zea, dengan reaksi Zea saat ini Bibik sudah tau mana yang salah dan benar tanpa Zea harus menjelaskan panjang lebar. Bibik pun ikut menangis, sungguh saat ini Bibik sangat kasian pada Zea. Gadis sebaik Zea kenapa harus ada diposisi seberat ini, kenapa harus bertemu dengan Ibu mertua macan Mbak yu nya itu.
Ntah terbuat dari apa hati nya Ibu Kellan itu, kenapa dia dengan teganya memfitnah Zea. Ada apa sebenarnya? Setelah cukup lama Zea dan Bibiknya Kellan itu berbincang, kini Zea sudah sedikit tentang. Bibik nya itu pun berpamitan pulang karna hari sudah siang. Sepeninggalan Bibiknya itu Zea masuk kedalam rumah menuju kamar. Setelah sampai didalam kamar Zea baringkan tubuh lelahnya itu di atas ranjang dan nampak berfikir apa kah sebenarnya kesalahan dia sehingga Ibu mertuanya begitu tega memfitnah nya.
Beberapa hari telah berlalu, Namun Zea tetap sama, seperti tidak ada yang terjadi. begitupun dengan sang Ibu mertua yang tidak tau bahwa kejelekan nya sudah diketahui oleh sang menantu. kini Kellan sudah selesai dengan tugasnya diluar kota. Kellan pun kembali ke kota A dan langsung pulang kerumah. Sesampainya dirumah Kellan pun langsung bertemu dengan sang Ibu, dan langsung ditodong meminta uang padahal Kellan baru saja melangkah kan kakinya masuk kedalam rumah duduk saja belum. Namun, sudah ditodong oleh Ibunya.
"Nak Ibu minta uang dong."
"Uangnya ada sama Zea Buk, Ibu minta ke Zea ya." Jawab Kellan seadanya. padahal Zea tidak memegang uang Kellan, selain uang yang diberikan untuk belanja.
Mendengar jawaban dari Kellan itu pun Ibunya langsung pergi kekamar tanpa sepatah kata pun dan dengan wajah yang sulit diartikan. Kellan yang tau kalau Ibu nya marah pun tak menghiraukan nya, Kellan justru ikut langsung masuk kedalam kamar karna merasa sangat lelah tanpa menyusul Ibunya untuk membujuk karna Ibunya tengah marah.
__ADS_1
Kellan pun membuka pintu kamarnya dan mendapati sang Istri yang tengah membereskan baju-baju nya dalam lemari baju. Zea yang tau ada yang membuka pintu pun langsung membalikkan badannya dia sedikit terkejut dengan kedatangan Suaminya sebab Kellan memang tidak memberi kabar akan pulang hari ini.
"Mas sudah pulang" Zea pun menghampiri sang Suami dan mengalami nya. Kellan pun menerima uluran tangan Zea dan mencium pucuk kepala Zea dan mengelus lembut.
"Heem, baru saya sampai. Mas mandi dulu ya." Kini Kellan pun berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. Zea pun menyiapkan baju ganti untuk Suaminya. Setelah itu keluar kamar menuju dapur membuat kopi untuk Suaminya. Setelah kopi yang dibikin jadi Zea pun membawa kopi itu kedalam kamar dan meletakkan diatas meja kamarnya.
Kellan yang sudah siap pun kini menduduk kan dirinya di sofa kamarnya seraya meminum kopi bikinan Istrinya itu.
"Makasih Sayang, duduklah sini." Kellan pun menarik tangan Zea agar duduk bersamanya. Zea pun ikut duduk dengan suaminya.
"Sayang, nanti kita makan malam diluar ya." Ajak Kellan pada Zea.
"Tapi Mas, Aku kan sudah masak."
"Nggak pa-pa, kan yang makan malam diluar hanya kita berdua." Jawab Kellan dengan menggenggam tangan Zea dan mencium tangan nya. Zea pun hanya mengangguk kan kepala tanda setuju.
"Mau kemana kalian?" Tanya selidik Ibunya Kellan
"Mau keluar Buk, mau kerumah teman Kellan." Jawab Kellan
"Nggc makan dulu?" Tanya nya kembali Ibunya Kellan.
"Tidak Bu, soalnya kita mau makan malam dirumah teman Kellan." Jawab Kellan bohong, karna jika jujur Kellan tau Ibunya itu akan semakin marah padanya. Kellan pun menggandeng tangan Zea dan jalan keluar rumah. Mereka berdua pun masuk kedalam mobil.
__ADS_1
"Mas kok bohong sih sama Ibu, ntar kalau Ibu tau jadi masalah Lo." Kata Zea yang tak mau ada Masalah baru.
"Sudah nggc pa-pa, nggc usah dipikirin nanti kalau Ibu memang tau Aku yang akan menghadapinya. Lagian Ibu juga nggc akan marah kok." Kellan coba meyakinkan Zea bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Kellan pun mulai menjalankan kereta besi miliknya. "Kamu mau makan apa Sayang?"
"Terserah Mas aja, Aku ngikut."
"Kita makan sate kambing saja ya." Tawar Kellan dan dijawab anggukan kepala oleh Zea.
"Kamu kenapa Sayang, sepertinya ada sesuatu yang kamu sembunyikan?" Selidik Kellan yang mengetahui bahwa seperti nya Istrinya itu sedang tidak baik-baik saja.
"Aku nggak apa-apa Mas, Mungkin hanya lelah." Elak Zea yang tak ingin Kellan tau. karna tau pun percuma tak akan ada perubahan apapun. Kellan pun hanya diam mendengar jawaban dari Zea, walaupun dia tau Istrinya itu sedang berbohong.
Mereka pun kini telah sampai di warung makan Langganan nya. Setelah memesan makanan dan minum Kellan dan Zea pun mencari tempat untuk duduk. setelah pesanan selesai pesanan Zea dan Kellan pun diantar langsung oleh sang Pemilik warung makan tersebut.
"Wih... Mas Kellan kemana aja Mas jarang keliatan loh sekarang?" Tanya sang Pemilik warung, karna memang Kellan dulu sering ke warung makan itu.
"Hahaha, kan sekarang udah punya Istri Mang, jadi udah betah makan dirumah." Jawab Kellan seraya tersenyum pada si Pemilik warung makan itu.
"Eehhh.... iya ya, gimana Mas udah hamil belum Istrinya?" Tanya kembali si pemilik warung makan itu.
DEG.....
__ADS_1
"Belum Mang, doanya ya supaya segera Istri saya hamil." Jawab Kellan kembali dengan sedikit ada rasa kecewa.
"Iya Mas, semoga cepat diberi momongan ya, dan silahkan dinikmati makanan nya, Saya tinggal ya Mas permisi." Pamit sang Pemilik warung makan tersebut. Kellan pun hanya mengangguk kan kepala dan tersenyum ramah.