Bertahan Sakit, Berpisah Sulit

Bertahan Sakit, Berpisah Sulit
Uler keket


__ADS_3

DEG...........


Kellan membulatkan matanya dengan sempurna saat melihat siapa yang datang.


"I--ibu." Kellan sangat syok dan gugup melihat sang Ibu datang namun tidak sendiri.


"Ibu, tapi kenapa Mas Kellan nampak gugup jika hanya Ibu yang datang, atau jangan-jangan..." Monolog Zea dalam hati.


Zea bingung dengan Suaminya yang nampak aneh saat menyebut bahwa sang Ibu datang, apakah Ibu mertuanya datang tidak sendiri.


Lalu dia pun melangkah mendekati suaminya lalu membuka lebar pintu yang tadinya hanya dibukak sedikit oleh Kellan.


Dugaan Zea ternyata benar adanya, Ibu mertuanya itu datang tidak sendiri, melainkan dengan calon madunya.


Zea memang sudah tau bahwa kekasih suaminya itu ada dikota ini, sebab Alvaro sudah memberi tahu soal itu jadi Zea tidak kaget, dia juga sudah menyiapkan mental untuk menghadapi ini semua karena cepat atau lambat momen ini pasti akan datang.


Hanya saja Zea tidak menyangka jika hal ini akan datang secepat ini. Zea menatap kearah Ibu mertuanya dan kekasih suaminya itu dengan tatapan datar tanpa ekspresi sedikit pun.


"Ibu, masuk Bu." Ajak Zea mempersilahkan Ibu mertua nya itu masuk.


Kellan masih diam mematung, dia sungguh kaget dengan situasi ini. Dia tak mampu membayangkan akan terjadi apa setelah ini.


"Nggak usah syok gitu, lebay tau lagian mau cepat atau lambat ini semua akan terjadi." Kata Ibunya Kellan dengan menepuk pundak sang putra, dan berjalan melewati Kellan dengan Diana yang sok manis bergelayut manja di lengan Ibunya Syafana lalu duduk disofa.


Diana sengaja melakukan itu tujuannya tidak lain adalah untuk membuat Zea cemburu melihat kedekatan nya dengan sang Ibu mertua.


Hal yang tak Zea dapatkan dari sang Ibu mertua dari awal menikah hingga sekarang.


Zea pun ikut duduk, lalu disusul oleh Kellan yang kini ikut duduk.


"Kedatangan Ibu kesini pertama ingin mengenal wanita cantik disebelah Ibu ini, dan yang kedua ada hal yang ingin Ibu sampaikan sama kamu Nak." Kata Ibu Syafana dengan mengelus tangan Diana dan dibalas senyuman manis oleh Diana.


Sungguh suasana ini membuat Zea muak dan jijik, kok ada seorang Ibu mertua yang mengenalkan Pelakor dalam rumah tangga anaknya kepada Istri sahnya Zea benar-benar tidak habis pikir.


Kira-kira dimana pikiran, perasaan, dan urat malu nya mereka berdua ini, begitulah pikiran Zea saat ini.


"Langsung saja." Jawab Zea dengan sesantai mungkin.

__ADS_1


"Baiklah, sepertinya Nak Zea sudah tidak sabar." Kata Ibu Syafana dengan tersenyum mengejek.


"Perkenalkan Gadis cantik ini namanya Diana Anastasya, dia wanita karir yang memiliki banyak usaha cafe dan yang terpenting adalah dia kekasih Kellan. Mereka akan segera menikah, tanpa atau dengan persetujuan dari Nak Zea." Sambung Ibu Syafana dengan antusias.


"Oh." Zea hanya menjawab dengan beroh ria.


Jawaban itu membuat mereka bertiga seketika melongo karena syok, terutama Kellan. Niat hati ingin memberi kejutan untuk Zea justru kini malah Ibu Syafana dan Diana sendiri lah yang terkejut.


Tentu saja terkejut, sebab reaksi Zea saat ini sungguh diluar ekspektasi yang Diana inginkan.


Dia berharap bahwa Zea akan mengamuk dan menangis tak terima namun, kenyataannya Zea sangat santai menanggapi nya, sungguh Diana tak habis pikir dengan ini semua.


"Hanya OH jawaban kamu." Tanya Diana dengan polosnya kepada Zea.


"Lalu, kamu berharap apa? berharap saya bagaimana? nangis, ngamuk, maki-maki situ, lalu nyakar-nyakar situ gitu, maaf saya sibuk tidak ada waktu untuk itu." Jawab Zea kembali masih dengan mode santai nya membuat siuler keket langsung terdiam.


Dia tidak mau terlihat lemah dan rapuh dihadapan Ibu mertua dan siuler keket itu, walaupun sebenarnya dia sangat hancur berkeping-keping tapi dia harus menahan itu semua saat ini.


Diana kembali dibikin kaget oleh jawaban yang keluar dari mulut Zea, ini benar-benar diluar ekspektasi membuat Diana kesal sebab rencananya gagal untuk membuat Zea murka.


"Apakah urusan kalian berdua sudah selesai, jika sudah selesai silahkan pintunya masih terbuka lebar dan masih ditempat yang sama. Kalian menganggu makan malam saya." Kata Zea dengan mengulurkan tangannya tertuju pada pintu yang disebut.


"Beraninya kamu bicara seperti itu pada mertuamu, sudah berani kamu mengusir Ibu hah." Kini justru Ibu Syafana lah yang terpancing emosi, karena ulahnya sendiri.


"Maaf Bu, sepertinya Anda salah minum obat hari ini." Jawab Zea dengan melipat kedua tangannya didada dan tersenyum miring.


Saat Ibu Syafana ingin membalas perkataan Zea, Kellan sudah lebih dulu mencegahnya.


"Sudahlah Bu, sebaiknya Ibu pulang sekarang." Lalu Kellan menarik tangan Ibunya dan Diana secara paksa keluar dari dalam rumah kontrakan tersebut.


Walaupun dengan berat hati karena kalah dari Zea mereka berdua pun akhirnya pergi dari rumah tersebut. Sebenarnya mereka masih ingin membalas perkataan Zea namun, harus urung Karena Kellan ikut mengusir nya.


Setelah memastikan mereka berdua pergi barulah Kellan masuk kedalam rumah. Namun, saat sudah berada didalam rumah Dia tak menemukan sang Istri.


Kellan pun berinisiatif mencari Zea kedalam kamar, ternyata dugaannya benar Zea berada disana.


Zea kini tengah duduk, dengan melipat kedua tangannya didada dan dengan tatapan datarnya.

__ADS_1


Kellan pun semakin mempercepat langkahnya untuk menghampiri Zea.


"Maaf." Lirih Kellan dengan mata mulai berkaca-kaca.


"Berapa lama?" Kata Zea yang tak menghiraukan ucapan maaf dari Kellan.


Kellan hanya terdiam dan menunduk kan kepalanya tak berani menjawab pertanyaan dari Zea itu.


"Apa yang sudah kamu lakukan dengannya." Zea yang sedari tadi menahan sesak didada nya kini mulai berkaca-kaca walaupun masih dalam mode datarnya.


"A--aku t--tak melakukan apapun dengannya sayang, sumpah." Jawab Kellan kini dengan terbata-bata Karena gugup.


Mulut bicara A namun kenyataannya ekspresi wajah Kellan menunjukkan B. Kellan saat ini sudah seperti maling yang ketahuan mencuri lalu ketangkap.


"Jika tak terjadi apapun diantara kalian berdua, kenapa Ibu bilang kalian akan segera menikah, apa kamu mencintai nya Mas?" Tanya Zea kembali yang pura-pura tak tau semuanya.


"A--aku....."


"Jawab!" Teriak Zea menaikan nada bicara saat ini. Namun, Kellan saat ini justru malah diam membuat Zea semakin muak.


"Sekarang kamu pilih aku, atau dia."


Kellan menarik nafasnya dalam, lalu dihembuskan perlahan.


"Aku tak bisa memilih salah satu diantara kalian." Jawab Kellan dengan menegakkan kepalanya menatap Zea.


"Kenapa?" Zea kembali bertanya, walaupun sebenarnya dia sudah tau jawabannya.


"Karena aku sangat mencintaimu dan juga mencintai Diana."


DEG.......


Baik-baik saja? bohong, sangat mustahil jika Zea saat ini sedang baik-baik saja, tak akan ada Istri yang kuat dan mampu saat suaminya dengan terang-terangan mengakui bahwa dia mencintai selingkuhan nya.


"Kamu mencintai nya, lalu aku bagaimana? apa aku bukan cintamu?" Zea kini mulai menetas air matanya yang sedari tadi dia tahan.


"Bukan begitu maksud ku." Kellan mencoba meraih tangan Zea namun, langsung ditepis oleh Zea.

__ADS_1


"Keluar."


"Ku mohon keluar."


__ADS_2