Bertahan Sakit, Berpisah Sulit

Bertahan Sakit, Berpisah Sulit
Panik


__ADS_3

Acara resepsi pun berjalan sesuai keinginan Diana tanpa adanya gangguan sedikit pun.


Setelah acara tersebut selesai mereka semua pun kini pulang beriringan menuju rumah Ibunya Kellan.


"Nak, kamu langsung istirahat ya, kamu pasti lelah apa lagi sekarang ini kami sedang hamil." Ucap Ibu Syafana kepada menantu kesayangan nya itu.


"Iya Bu." Diana pun langsung masuk kedalam kamarnya.


"Kellan, tunggu. Ibu mau bicara dengan mu dulu." Kata Ibunya Kellan saat mencegah Kellan beranjak dari sana.


Kellan pun mengurungkan niatnya untuk menyusul Istirahat Istri kedua nya itu.


"Ada apa Bu?" Tanya Kellan kemudian.


Ibu Syafana pun menarik tangan Kellan agar ikut duduk dengannya disofa.


"Gimana rencana mu kedepannya." Kini muka Ibu Syafana sudah mulai serius.


"Rencana apa sih Bu?" Jawab Kellan, sebenarnya Kellan sudah tau kemana arah pembicaraan sang Ibu, namun Kellan sengaja menghindar.


Sebab dia tau, keinginannya akan ditentang oleh sang Ibu saat ini.


"Nggak usah sok enggak tau deh, Ibu tau kok kamu maksud dengan apa yang Ibu tanyakan." Ibu Syafana sedikit kesal karena Kellan mencoba menghindar dari pertanyaan nya.


"Memang nya apa yang Ibu harapkan dari saya?" Kellan sengaja pura-pura tak tau apa yang diinginkan oleh sang Ibu.


"Memangnya apa lagi yang Ibu mau selain kamu menceraikan Istri tak berguna mu itu." Kata Ibu Syafana dengan memutar bola matanya malas.


Entahlah sebenarnya apa dan kenapa Ibu Syafana begitu sangat membenci Zea, padahal Zea tidak pernah berbuat salah atau memperlakukan beliau dengan buruk.


Tapi sepertinya kebencian itu begitu melekat dan tertanam pada diri Ibu Syafana untuk Zea.


DEG........


Ternyata benar dugaan Kellan, bahwa sang Ibu menginginkan perpisahan antara dirinya dan Istri pertamanya.

__ADS_1


Kellan tak mungkin mau menceraikan Zea, sebab dia begitu sangat mencintainya walaupun kenyataannya dia sudah berkhianat akan tetapi itu semua tidak mengurangi rasa cintanya pada Zea.


"Maaf Bu, untuk kali ini aku menentang mu." Lirih Kellan dengan menundukkan kepalanya dihadapan sang Ibu.


"Jadi maksud mu, kamu tetap akan mempertahankan Istri tidak berguna mu itu hah. Padahal sudah jelas-jelas ada Diana diatas segala-galanya dari Zea. Dimana jalan fikiran kamu Kellan." Ibu Syafana mulai terpancing emosi sebab dia tidak terima dengan keputusan Kellan yang tetap mempertahankan Zea.


"Tapi Bu, aku sangat mencintai Zea." Ucap Kellan frustasi, jika dia dapat memutar waktu dia lebih memilik untuk tidak mengenal Diana, walaupun dia juga mencintai Diana saat ini.


Tapi dia tau betul Zea disini sangat terluka oleh keluargaynya terutama oleh nya. Namun, dia pun enggan melepaskan Zea.


"Hahahaha, apa kamu bilang cinta, makan tuh cinta. Kamu apa tidak memikirkan bagaimana perasaan Diana jika kamu tetap mempertahankan Zea." Ibu Syafana sangat geram pada Kellan.


Beliau memikirkan bagaimana perasaan Diana, namun beliau lupa bahwa Zea lah satu-satunya orang yang hancur dan terluka disini.


"Bu, tolonglah kali ini saja." Mohon Kellan pada Ibunya, dia sungguh-sungguh tak mau kehilangan Zea.


"Sekali tidak tetap tidak, kamu sebentar lagi akan punya nak dengan Diana pikiran itu." Setelah mengatakan itu, ibu Syafana pun berdiri dan berjalan pergi meninggalkan Kellan.


Kellan mengacak rambutnya frustasi, lagi-lagi dia harus dihadapkan dengan pilihan yang sangat sulit bagi nya.


Kellan pun kini ikut berdiri dan masuk kedalam kamar nya. Kamar yang sama saat dulu dia dengan Zea.


"Mas, sini." Diana menepuk-nepuk sisi kasur disamping nya agar Kellan ikut duduk dengannya.


Kellan pun berjalan lalu mendudukkan dirinya ditempat yang Diana inginkan, Diana pun lalu bergelayut manja.


"Mas, kapan kita akan bulan madu." Tanya Diana manja pada Kellan.


"Kamu kan sedang hamil, sebaiknya jangan kemana-mana dulu." Jawab Kellan yang sebenarnya malas dengan pembicaraan ini.


Lalu Kellan pun membaringkan tubuhnya diatas ranjang dan memunggungi Diana. Kacau, sungguh kacau pikiran Kellan saat ini setelah apa yang dia dan Ibunya bicarakan tadi. Apa lagi saat mengingat ucapan dan wajah Zea diwaktu resepsi tadi.


Membuat Kellan menjadi semakin pusing, disisi lain dia cemburu dan takut kehilangan namun, dia tidak dapat berbuat apa-apa, disisi lain ada Diana dan Ibunya yang harus dijaga perasaan nya.


Diana pun kini tengah menahan kekesalan nya sebab, seperti diabaikan oleh Kellan, apa lagi kini justru malah Kellan tidur membelakangi nya padahal kan ini malam pertama mereka meskipun bukan benar-benar yang pertama.

__ADS_1


"Mas, aduh perutku." Rintih Diana tiba-tiba.


Kellan pun langsung bangun dan memegangi perut Diana. "Perutnya kenapa?" Kellan nampak khawatir, takut terjadi sesuatu pada calon anaknya.


"Enggak tau Mas, tiba-tiba saja sakit." Kellan lalu mengusap-usap perut Diana.


"Apa masih sakit? kalau iya, kita kerumah sakit ya, aku khawatir." Ucap Kellan yang benar khawatir, lalu Kellan pun mencium perut Diana berkali-kali.


Diana pun tersenyum penuh kemenangan, karena sebenarnya perut Diana tidak kenapa-kenapa. Dia sengaja melakukan itu untuk mencari perhatian Kellan saja.


"Jauh lebih baik Mas, tidak perlu kerumah sakit kok, cukup begini saja." Lalu Diana pun kini baring, atas permintaan Kellan. Lalu Kellan pun terus saja mengusap-usap perut Diana hingga Diana tertidur, barulah Kellan pun ikut tidur juga.


Kini lima hari telah berlalu, dan selama itu pula Kellan dan Zea tak menjalin komunikasi apapun, entah lewat telfon atau hanya sebatas pesan singkat. kini rencana Kellan akan tidur dirumah kontakan nya bersama Diana. Mulai hari ini, Kellan berniat akan membagi waktu dan hari untuk mereka berdua.


"Di, aku pamit ya mau pulang, untuk empat hari kedepan aku akan dirumah Zea." Kata Kellan pada Diana yang tak mau dibantah.


"Kok lama banget sih Mas, kan aku lagi hamil." Protes Diana pada Kellan, dia tak terima jika Kellan berlama-lama disana bersama Zea.


"Ini sudah keputusan ku, lagian kamu kan disini ada Ibu. Ku mohon hargai keputusan ku." Setelah itu Kellan pun berjongkok dihadapan Diana.


"Sayang, anak Ayah. Ayah pergi dulu ya, ayah mau pulang kerumah mama Zea, kamu jangan nakal ya diperut mama Diana." Kellan mengusap perut Diana lalu mencium perut tersebut.


Lalu Kellan berdiri dan membungkuk mencium kening Diana. "Mas pergi dulu." Kellan pun lalu keluar kamar tanpa menunggu jawaban Diana.


Hampir satu jam perjalanan, kini Kellan telah sampai didepan rumah kontrakannya. Dia pun langsung turun dan berjalan masuk.


"Kok dikunci, kemana Zea?" Gumam Kellan, lalu Kellan pun mengambil kunci serepnya didalam mobil.


Setelah dapat, Kellan pun kembali dan membuka pintunya, setelah sudah masuk Kellan pun nampak ada yang aneh dari rumah kontrakan tersebut.


Lalu dia pun merogoh ponselnya dikantong celananya, dan mencoba menghubungi Zea. Namun, ternyata nomor Zea tidak aktif. Kellan pun mencoba berkali-kali tapi hasilnya tetap sama.


Kellan lalu berjalan menuju kedalam kamar dan memeriksa lemari yang terdapat pakaian nya dan Zea.


Dia pun syok saat melihat tak ada satu pun baju Zea yang tergantung disitu. Lalu dia pun memeriksa barang-barang Zea yang lain namun hasilnya sama tak ada satu pun barang-barang Zea yang tersisa.

__ADS_1


DEG..............


"Sayang, kamu dimana?"


__ADS_2