Bertahan Sakit, Berpisah Sulit

Bertahan Sakit, Berpisah Sulit
Siapakah dia??


__ADS_3

"Iya Yah, Yah Mas Kellan baru saja mengungkapkan perasaan nya, Mas Kellan melamar Zea yah." Ayah Bara dan Bunda Yasmin nampak berfikir sejenak atas ucapan Putrinya tersebut. Terkesan buru-buru memang mengingat baru tiga bulan Anak nya itu mengenal laki-laki dan kini sudah dilamar.


Sebenarnya dari awal Zea bercerita dan melihatkan foto mereka berdua, Ayah Bara dan Bunda Yasmin memiliki firasat kurang bagus. Namun, bagaimana seperti nya putrinya itu sangat mencintai Kellan.


"Yah, gimana ini apa yang kita takutkan benar-benar terwujud." Lirih Bunda Yasmin yang hanya Ayah bara saja yang dapat mendengar. Ayah Bara pun langsung menggenggam tangan Bunda Yasmin dan meminta Bunda Yasmin untuk tetap tenang, Jangan sampai Anaknya tau kegelisahan yang selama ini mereka rasakan.


Walaupun sebenarnya mata Bunda Yasmin sudah mulai berkaca-kaca namun Bunda Yasmin mencoba untuk tetap tenang.


"Jika Nak Kellan memang serius bawalah dia menemui Ayah sebelum peresmian acara lamaran nanti."


Zea yang mendengar itu pun bersorak gembira dalam hati, sepertinya hatinya saat ini sudah menjadi taman bunga.


"Ayah serius! Baik lah Ayah Zea akan bicara pada Mas Kellan nanti."


"Iya Nak."


"Ya sudah kalau begitu Yah, Bun, Zea tutup dulu ya panggilan videonya. Assalamualaikum."


"Iya Nak, Waalaikumssalam."


Zea pun benar-benar mematikan sambungan panggilan video tersebut. Setelah panggilan video itu benar-benar berakhir, Ayah Bara menggenggam tangan Bunda Yasmin dan mengelus pucuk kepala Istri kesayangan nya itu. Walaupun tidak dipungkiri Ayah Bara pun merasakan hal yang sama, sebab dari awal mereka memiliki firasat kurang baik.


"Bun, yakinlah semua akan baik-baik saja." Ayah Bara mencoba untuk menenangkan Bunda Yasmin yang sudah mulai meneteskan buliran air mata sampai kini Bunda Yasmin mulai terisak.


"Kita doakan saja yang terbaik untuk putri kita Bun." terang Ayah Bara kembali.


Ayah Bara dan Bunda Yasmin memang sebenarnya kurang setuju dengan Kellan. Namun, mau bagaimana lagi ini semua demi kebahagiaan Putri semata wayangnya. Mengingat baru pertama kali ini lah Zea meminta restu setelah sekian banyak lelaki yang mencoba mendekati nya, dan dengan mengingat umur Zea yang sudah matang untuk berumah tangga. Mereka takut kalau mereka tidak setuju justru meninggalkan trauma dan membuat Zea tidak mau menjalin hubungan atau menikah kedepannya.


Dirumah Kellan.


Setelah Kellan sampai dirumahnya, Kellan langsung menemui kedua orang tuanya.


"Yah, Buk, Kellan mau bicara sesuatu."

__ADS_1


Ayah dan Ibu nya Kellan pun saling pandang dan mengernyitkan keningnya, mengingat Anaknya tidak pernah seserius ini saat bicara.


"Iya, ada apa Nak" Saut Syafana Ibunya Kellan.


"Kellan mau melamar Zea Buk, menurut Ibu gimana?" Tanya Kellan kepada Syafana sang Ibu, mengingat ada beberapa gadis yang diceritakan pada Ibunya hanya Zea lah yang mendapatkan respon cukup baik.


"Bawalah dia kesini Nak, Ibu ingin berkenalan dengan nya." Jawab Syafana, Rama ayah Kellan pun hanya diam tak berkomentar karna dirumah ini Syafana lah yang berkuasa menentukan sebuah keputusan.


"Baik Buk, nanti akan Kellan ajak kesini. kalau gitu Kellan masuk kamar dulu ya Buk, Yah." Ibu Syafana dan Ayah Rama pun hanya mengangguk kepala tanda setuju.


Kellan pun beranjak dari duduknya menuju kekamar, rasanya sudah tidak sabar untuk segera menelfon pujaan hatinya itu karna ingin memberi tau kabar bahagia ini. Kellan pun mengeluarkan ponsel dari dalam saku lalu menelfon sang pujaan hati.


Tut.........


Tut.........


Tut..........


"Waalaikumssalam, Sayang Mas ada kabar bagus, Mas tadi sudah ngobrol sama Ayah dan Ibuk, lalu Ibuk menyuruhku membawamu kerumah." Seru Kellan antusias.


Zea pun merasa bahagia mendengar kata Kellan kalau Ibunya merespon dengan baik.


"Alhamdulillah Mas, Zea juga punya kabar bagus, Zea tadi juga sudah menelfon Ayah dan Bunda lalu Beliau juga menyuruh Mas menemui mereka." Jawab Zea dengan tak kalah antusias nya. Tapi tetap ada sedikit rasa malu-malu.


"Ini sungguh berita awal yang bagus Sayang, baiklah Mas akan minta cuti kantor dan segera mengajakmu pulang kampung untuk meminta restu langsung pada Ayah dan Bundamu, ya sudah dulu kalau begitu ya, Kamu segeralah mandi dan istirahat. Mas juga mau mandi dan istirahat." Jelas Kellan kepada Zea. Sambungan telfon tersebut kini benar-benar telah usai setelah ada drama kecil keromantisan mereka.


Keesokan harinya Kellan pun mencoba mengajukan cuti kepada atasannya dikantor, dan ternyata pada hari itu pula lah Kellan mendapat ijin cutinya. mengingat Kellan memang tidak pernah cuti. Zea pun demikian juga dia mengajukan cuti kepada atasannya, dan Zea pun mendapat kan cutinya hari itu juga, mengingat Zea adalah orang yang rajin dan memiliki catatan baik dikerjaan.


Zea maupun Kellan kini telah mendapatkan surat cutinya, mereka akan cuti beberapa hari kedepan. Zea pun memberi pesan lewat sebuah aplikasi kepada Kellan tentang dia yang sudah mendapat cuti begitupun dengan Kellan, Kellan juga memberi tahu bahwa dia juga sudah mendapatkan cuti.


Setelah pulang kerja Zea maupun Kellan bersiap untuk melakukan perjalanan yang cukup jauh. Rencananya mereka akan kerumah Zea dulu baru setelahnya kerumah Kellan.


Ibu Syafana yang melihat sang putra tengah berberes baju pun segera menghampiri. "Mau kemana kamu Nak?" Tanya Ibu Syafana yang memang belum diberi tahu oleh Kellan.

__ADS_1


"Kellan mau kekampung Zea Buk, untuk menemui keluarga Zea." Jelas Kellan pada Ibunya.


"Oh, kirain Ibuk Kamu mau kemana, Nanti setelah sampai sana langsung bawa kesini ya Nak." Tutur Ibu Syafana.


"Iya Buk." jawab Kellan dengan mengangguk kecil dan tersenyum.


"Emang mau berangkat kapan Nak?"


"Besok pagi Buk." Ibu Syafana pun mengangguk paham, lalu berlalu keluar meninggalkan Kellan.


Zea dan Jihan kini tengah berbelanja oleh-oleh yang akan dibawa pulang besok. Disela-sela tengah berbelanja tanpa sengaja ada sosok lelaki yang diam-diam mengamati kemanapun Zea. Tak hanya didalam pusat perbelanjaan namun lelaki itu mengikuti Zea sampai dikontrakan Zea.


"Tolong cari tau semua tentang Gadis itu." ucap lelaki tersebut dengan tegas kepada asisten nya.


"Baik Tuan."


Keesokan harinya Kellan yang sudah siap lalu meminta ijin kepada Ayah dan Ibunya. Setelah berpamitan Kellan pun langsung melajukan kereta besi miliknya menuju kontrakan Zea.


Sesampainya disana Kellan pun langsung turun menghampiri Zea yang ternyata sudah siap menunggu didepan teras dengan Jihan.


"Pagi calon Istri." Sapa Kellan dengan tersenyum manis semanis madu.


"Pagi juga calon Suami." Jihan yang mendengar itu pun hanya memutar bola malas.


" Sepertinya ada yang iri Sayang." Jihan pun langsung melotot tak terima ucapan Kellan.


"Apa!!! Iri, sory ya Gue udah punya Ayang." Sewot Jihan yang padahal masih jomblo. Zea pun hanya terkekeh melihat kelakuan calon Suami dan Sahabat nya itu.


"Sudah lah Mas, kasian Jihannya digoda terus iihh."


"Iya, iya. Udah siap kan, yuk berangkat."


Mereka pun berpamitan pada Jihan. Setelah acara ritual peluk memeluk Zea dan Jihan, akhirnya kini Kellan mulai melajukan kereta besi miliknya.

__ADS_1


__ADS_2