Bertahan Sakit, Berpisah Sulit

Bertahan Sakit, Berpisah Sulit
Jurus jitu


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu namun, Zea masih sama seperti beberapa hari lalu, Zea masih setia dengan diamnya.


Kellan kehabisan akal untuk membujuk sang Istri, tinggal satu cara jitu yang belum Kellan lakukan, sebab belakangan ini Kellan sudah menggunakan berbagai cara namun, semua itu tak bernilai Dimata Zea.


Apapun yang dilakukan Kellan belum cukup untuk meluluhkan hati Zea yang tengah porak poranda.


Ini kali pertama Kellan merasa bingung membujuk sang Istri pasalnya sebelum-sebelumnya Zea tak pernah marah berlarut-larut seperti saat ini.


Kellan merasa bingung namun, dia tak sadar bahwa luka yang diberikan oleh nya teramat dalam bagi Istri nya ntah apa yang dipikirkan oleh Kellan hingga tak menganggap luka dihati Zea itu serius.


Kellan membujuk Zea tapi ia melupakan luka yang ia berikan, memang benar terkadang obat luka adalah orang yang membuat luka itu sendiri namun, saat ini itu tak berlaku bagi Zea.


Egois, satu kata itu cukup cocok untuk diberi kan kepada Kellan saat ini, ia sangat mencintai Zea dan takut kehilangan Zea namun, ia juga tak mau melepaskan wanita yang menjadi selingkuhan nya dengan beralibi untuk mengisi kebosanan ditengah-tengah rumah tangganya yang belum diberi keturunan.


Tak masuk akal memang, tapi itulah kenyataan yang terjadi dikehidupan Zea saat ini, kenyataan konyol yang harus ia terima secara mau tidak mau.


Kellan memang merasa bersalah pada Istrinya namun, rasa bersalah saja tidak cukup untuk meluluhkan hati Zea jika tanpa dia mengakui kesalahannya.


Zea kini tengah duduk santai di teras depan rumah dengan ditemani secangkir kopi menikmati pemandangan pepohonan hijau yang menyejukkan mata.


Kellan pun menyusul sang Istri dengan niat membujuk sang Istri dengan senjata pamungkas versi Kellan.


"Sayang." Panggil Kellan yang sudah berada disampingnya Zea dan ikut menduduk kan dirinya dikursi teras tepat disamping sang Istri.


Bukan jawaban yang Zea berikan melainkan hanya tatapan datar yang ia berikan tanpa ada sedikitpun niat untuk menjawab panggilan Kellan tersebut.


"Siap-siap gih kita pulang kampung hari ini juga." Ucap Kellan sukses membuat Zea membuka suara.


"Aku nggak salah denger kan Mas, nggak lagi ngeprank aku kan." Jawab Zea yang merasa aneh kenapa tiba-tiba Kellan mengajak nya pulang kampung.


"Mas serius sayang, apapun untuk Istri ku." Jawab Kellan dengan tersenyum.


Setelah mendengar itu Zea pun seolah melupakan semua masalah yang ada dalam hidupnya.


Zea pun mengembangkan senyumnya lalu reflek memeluk suaminya dengan erat. "Makasih ya Mas."


Kellan pen membalas pelukan tersebut dengan tak kalah eratnya pelukan yang sudah beberapa ini ia rindukan.


Ternyata dugaan Kellan benar cara ini mampu meluluhkan hati Zea.

__ADS_1


"Ya sudah buruan siap-siap sana, mungkin kita seminggu disana." Ucap Kellan dengan melerai pelukannya.


Zea hanya tersenyum menanggapi ucapan Kellan, lalu Zea pun bergegas masuk kedalam kamar untuk mempersiapkan baju-baju yang akan dibawa nya pulang kampung.


Sungguh sangat bahagia hati Zea saat ini sebab ini momentum yang sangat ia tunggu-tunggu, sebab ia memang sudah sangat-sangat merindukan kedua orang tua nya.


Semua sudah siap lalu ia seret koper tersebut keluar kamar, saat sudah diluar Kellan pun mengambil alih koper tersebut lalu mengangkat koper tersebut dan dimasukkan kedalam mobil. Kellan lalu kembali kedalam untuk ikut bersiap-siap.


"Sudah siap sayang?" Tanya Kellan pada Zea saat Kellan sudah siap.


"Sudah Mas." Mereka pun kini keluar rumah dengan beriringan menuju mobil.


Kellan dan Zea pun kini sudah berada didalam mobil lalu Kellan pun mulai menjalankan kereta besinya dengan kecepatan sedang.


"Mau bawa oleh-oleh apa sayang?" Tanya Kellan memecah keheningan.


"Ditoko biasanya saja Mas, disana kan cukup lengkap." Jawab Zea seadanya.


Kellan pun tersenyum menanggapi jawaban sang Istri lalu melajukan kereta besinya menuju toko yang diminta sang Istri.


Tak lama kemudian merekapun telah sampai ditoko yang dituju.


"Mas nggc ikut turun ya." Kata Kellan yang selalu ia ucapkan saat sedang mengantar sang Istri belanja.


Zea yang merasa kecewa pun tak menjawab apapun lalu segera turun meninggalkan Kellan dengan tanpa sepatah kata pun.


Saat Zea sudah masuk kedalam toko oleh-oleh tersebut Kellan lalu merogoh kantong celananya yang terdapat ponselnya lalu mengambil.


Setelah itu Kellan menghubungi seseorang untuk memberikan kabar bahwa ia tak bisa diganggu untuk sementara waktu.


Tut...........


Tut...........


Tut...........


"Halo Mas." Kata yang keluar saat seseorang telah menerima panggilan Kellan.


"Iya Dek, Mas hanya ingin memberi tahu bahwa Mas akan pulang kampung ke kampung Zea, jadi Mas harap kamu jangan menghubungi Mas dulu ya." Pinta Kellan pada seseorang disebrang telfon sana.

__ADS_1


"Heemmm, baiklah aku cukup sadar dimana posisiku saat ini dihidupmu." Jawab seseorang itu disebrang telfon.


"Jangan begitu ku mohon." Kata Kellan yang seperti orang merasa bersalah pada seseorang tersebut.


Bukannya menjawab justru seseorang disebrang telfon tersebut malah mematikan panggilannya secara sepihak membuat Kellan memukul setir mobilnya karena merasa kesal.


AAARRGGGGHHHH........


Kemudian Kellan memblokir nomor tersebut, agar tak mengganggunya dilain waktu saat ia masih berada dirumah mertuanya nanti.


Tak selang beberapa waktu Zea keluar dari toko dan membawa belanjaan nya dengan dibantu juga oleh karyawan toko membawakan belanjaannya.


Kellan yang melihat Istrinya keluar dari toko itu pun ia langsung turun dan membuka bagasi belakang mobilnya.


Sesampainya Zea dimobil Kellan langsung mengambil dan memasukkan semua belanjaan nya kedalam mobil.


Setelah selesai kini keduanya masuk kembali kedalam mobil, Kellan lalu mulai melajukan kembali kereta besinya menuju kampung halaman sang Istri.


Hening, itu lah suasana saat ini didalam mobil. Kellan maupun Zea tak ada yang membuka suaranya.


Sepanjang perjalanan Zea hanya memalingkan wajahnya menatap keluar jendela, hal yang tak pernah ia lakukan selama ini saat sedang berdua dengan Kellan.


Biasanya saat diperjalanan begini mereka selalu mengisi dengan obrolan-obrolan receh, bercanda tawa namun, tidak dengan saat ini hanya keheningan lah yang menemani perjalanan mereka.


Kellan tetap berusaha mencairkan suasana namun, Zea hanya membalas dengan seadanya tanpa ingin menanggapi lebih.


Mungkin kah Zea sudah mati rasa atau hanya sekedar menata hati untuk menerima semua yang terjadi dengan secara tak adil baginya.


"Kita berhenti makan siang dulu ya sayang." Tanya Kellan kepada Zea yang sedari tadi asyik dengan lamunannya.


"Iya Mas." Singkat padat dan jelas jawaban yang keluar dari mulut Zea.


"Mau makan Apa sayang?" Tanya Kellan kembali basa-basi.


"Terserah." Jawab singkat Zea kembali.


Kellan sudah menduga kata itulah yang akan Zea keluar kan. Kellan pun akhirnya membelokkan mobilnya dirumah makan nasi Padang karena sebenarnya Kellan juga bingung mau makan apa.


Setelah mobilnya berhenti sempurna tepat didepan rumah makan nasi Padang, Zea maupun Kellan pun turun dan masuk kedalam rumah makan tersebut.

__ADS_1


Kellan lalu memesan makanan dan minuman lalu mencari tempat duduk untuk mereka.


Setelah mereka duduk tak lama pesanan mereka pun telah tersaji dimeja mereka, lalu mereka berdua pun menikmati makanan tersebut dengan suasana mode hening.


__ADS_2