
Beberapa bulan kemudian, kini rumah tangga Kellan dan Zea hampir 1 tahun. Namun, Zea belum juga ada tanda-tanda akan hamil. Kehidupan Zea pun masih sama justru semakin buruk karna Zea belum juga kunjung hamil. Kellan yang kini sudah naik jabatan sekarang jarang dirumah karena sering mendapat tugas keluar kota. Zea yang sudah siap dengan segala pekerjaan rumah pun masuk kedalam kamar untuk mandi. Tiba-tiba Adik Kellan datang mencari sang Ibu. Danu adik Kellan itu pun langsung masuk dan mengetuk pintu kamar sang Ibu.
Tok........
Tok..........
Tok..........
"Buk, ini Danu Buk, buka dong pintunya." Teriak Danu dibalik pintu, Ibu nya pun langsung membuka pintu.
"Ada apa Nak?" Tanya ibu Kellan yang melihat raut wajah anaknya seperti ada sesuatu.
"Buk, ini gawat Buk, aku butuh dwit ibu bantu ya." Pinta Danu memohon.
"Sebentar Ibu mikir dulu, alasan apa yang akan Ibu beri pada Kellan." Ibu Kellan pun nampak berfikir, setelah mendapat ide, Ibu nya Kellan pun celingukan melihat sekitar mencari keberadaan Zea, beliau memastikan ada Zea atau tidak disekitar nya. Setelah memastikan bahwa Zea tak ada Ibu Kellan pun kembali bicara.
"Sebentar, Ibu telfon kan kakak mu dulu." Ibu Kellan pun masuk kedalam kamar dan bergegas mengambil ponsel lalu menelfon Kellan.
Tut..........
Tut..........
Tut...........
__ADS_1
Kellan yang tengah sibuk kerja pun mengabaikan panggilan telfon tersebut. Namun, ponsel Kellan lagi-lagi berdering, akhirnya Kellan pun mengalah dan menerima panggilan tersebut karna posisi Kellan yang sedang berada diluar kota, dia juga sedikit takut kalo dirumah terjadi sesuatu sebab ponselnya tak berhenti berdering. Setelah melihat sang Ibu lah yang menelfon Kellan pun buru-buru menerima panggilan tersebut.
"Hallo Buk, ada apa? Apa terjadi sesuatu dirumah?" Tanya Kellan diseberang telfon dengan rasa sedikit khawatir.
"Tak apa Nak, Ibu hanya ingin minta uang, sebab Ibu tak punya uang untuk membeli bahan makanan, kamu tau kalo Ibu belum menjual hasil panen kebun kita." Kata Ibu Kellan dengan nada dibuat-buat sangat memelas.
"Bahan makanan untuk apa Buk, bukannya semua sudah diurus dengan Zea?" Tanya Kellan lagi, sebab yang dia tau Istrinya lah yang mengurus segala sesuatu nya dirumah.
"Ibu sebenarnya nggc enak mau membicarakan ini padamu, tapi Ibu juga tidak tahan jika harus memendam ini lama-lama." Suara Ibu Kellan yang dibuat sepilu mungkin untuk melancarkan aksinya.
"Jadi selama kau keluar kota ini Zea jarang sekali masak sekarang, dia juga sekarang masak masakan yang ibu tidak makan, bahkan sekarang dia itu suka bermalas-malasan. Ibu aja nyuci baju sendiri sekarang ini, dia itu baik dan rajin hanya dihadapan mu saja Nak. Ntahlah kenapa Zea sekarang berubah seperti itu, kalau tidak ada kamu dia seperti tak menganggap Ibu ada, Ibu juga yakin kalau dia itu tidak menyangi ibu dengan tulus, bahkan Ibu beberapa hari ini masak sendiri asal kamu tau Nak." Jelas Ibu Kellan yang mencoba memfitnah Zea dihadapan Kellan.
Kellan yang mendengar cerita Ibu nya itu pun terpancing emosi. Dia sudah tidak sabar untuk pulang agar bisa segera memberi pelajaran sang Istri yang sudah keterlaluan diversi cerita sang Ibu.
Tanpa Kellan tau orang diseberang telfon tersenyum puas atas keberhasilan nya. Keberhasilan yang mengorbankan seseorang yang tak bersalah, orang yang tak tau apa-apa itu kini tinggal menunggu waktu kemurkaan Suaminya sendiri yang termakan omong kosong Ibunya sendiri.
Tapi memang bukan tanpa alasan Ibu nya Kellan melakukan hal tersebut, selain dia dapat uang, dia juga berharap rumah tangga anak dan menantunya itu segera hancur dan berakhir. Karena beliau punya niatan akan menjodohkan Kellan dengan seseorang Gadis dari keluarga kaya raya. Namun, tak hanya karena alasan itu saja Ibu Kellan tega berbuat itu karena menurut Ibunya Kellan, Zea akan menjadi penghalang bagi dirinya menguasai hasil kerja Kellan. Rupa-rupa nya beliau tidak terima jika Kellan nantinya akan memanjakan sang Istri, apa lagi sampai menantunya itu yang menguasai hasil kerja Kellan Oh tentu itu tidak akan dibiarkan oleh Syafana Ibu kellan.
Setelah mendapat sms dari bank Ibu Kellan pun menyugingkan senyumannya. Lalu beliau pun mengirim kan sejumlah uang yang diminta Anak kedua tadi yaitu Danu.
Setelah Danu mendapatkan uang dia pun langsung pergi dari rumah Ibunya itu.
Beberapa hari kemudian, kini Kellan sudah selesai dengan tugasnya diluar kota. Kellan lalu bersiap-siap untuk pulang. Setelah semua sudah siap Kellan pun langsung bergegas pulang, dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Istrinya dan meluapkan semua amarahnya.
__ADS_1
Zea yang tau Suaminya akan pulang hari ini pun bergegas ke dapur untuk memasak makan malam mereka. Namun tidak diijinkan oleh sang Ibu mertua. Karena, Ibu Kellan ternyata juga sudah tau bahwa Kellan akan pulang hari ini. Beliau sengaja melarang Zea untuk masak dengan alasan beliau sedang ingin memasak tanpa mau dibantu olehnya, tapi bukan tanpa alasan beliau melakukan itu semua karna, itu adalah sebagaian rencana untuk meyakinkan Kellan dengan semua ceritanya. Ya, sedrama itu memang Ibu Kellan, sangat-sangat totalitas dengan rencananya.
"Sudah Nak, biar Ibu saja yang masak, Ibu sedang ingin memasak."
"Ya sudah Zea bantu aja ya Bu,"
"Tidak usah Nak, Ibu sedang ingin masak sendiri, sudah lama semenjak kamu disini Ibu sudah tidak pernah memasak bukan. Pergilah bersiap-siap saja untuk menyambut Suami mu." Kata Ibu Kellan dengan lembut, mencoba meyakinkan Zea. Zea pun percaya dan tak menaruh curiga pada Ibu mertua nya itu.
Zea pun menurut dan pergi dari dapur lalu masuk kekamar untuk mandi. Sepeninggalan Zea, Ibu mertua nya itu pun tersenyum penuh arti.
"Kita lihat saja apa yang akan terjadi padamu nanti, gadis malang."
Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya Kellan pun telah sampai dirumahnya, Kellan pun langsung masuk kedalam rumah menuju dapur untuk mengambil minum karena dia tiba-tiba merasa haus. Setibanya didapur Kellan sukses membulatkan bola matanya karena kaget dengan pemandangan yang dia lihat.
"Ibu sedang apa didapur, apa ibu memasak, kemana Zea kok ibu yang masak." Cerocos Kellan yang melihat sang ibu tengah bertempur dengan bahan dapur.
"Iya Nak, ibu sedang masak, emangnya apa yang kamu liat pakek nanya segala, Kamu kalau mau nyari istri kamu ya didalam kamar sana jawabannya."
Tanpa menunggu lama Kellan pun langsung berjalan menuju kamarnya, setibanya didepan kamar Kellan langsung membuka pintunya.
Ceklek..........
Kellan pun semakin murka saat melihat sang Istri yang tengah merias diri didepan cermin.
__ADS_1