
"Zea mau kah Kamu menikah denganku?"
Zea yang merasa syok dengan pengakuan Kellan, Seketika mematung. Sebab mereka baru beberapa bulan saja berkenalan. Sampai akhirnya Kellan membuyarkan acara lamunan Zea. "Gimana hemm, apa Kamu mau?" Tanya Kellan kembali.
Zea seketika tersadar dari lamunannya, mendengar pertanyaan Kellan kembali.
Zea pun hanya menganggukkan kepala tanda setuju lalu kembali menenggelamkan wajahnya dalam dada milik Kellan, untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah merona.
Kellan pun akhirnya dapat bernafas lega sebab pujaan hatinya itu menerima lamaran nya. Kellan pun memeluk gadis nya itu dengan erat. "Lalu kapan kamu siap aku datang kerumahmu untuk meresmikan lamaran ini hemmm?"
"Zea sih terserah Mas Kellan saja." Zea yang merasa nyaman dalam pelukan Kellan pun seperti enggan melepaskan.
"Mas biarkan seperti ini dulu ya, Zea sangat nyaman seperti ini." Zea hirup aroma tubuh Kellan dalam-dalam sepertinya ini akan menjadi candu baginya.
"Baiklah." Ucap Kellan dengan mengelu-elus lembut pucuk kepala Zea.
Mereka pun berpelukan cukup lama, hingga terdengar suara keramat dari dalam perut Zea. "Suara apa itu, apa Kamu lapar, apakah Kamu tidak kenyang karena sudah mendapatkan cintaku hemm?" Goda Kellan yang semakin membuat Zea malu-malu kucing.
"Iiiihhhhhh, Mas Kellan apa sih, nakal ya goda-godain Aku. Lagian mana kenyang Mas kalo cuma makan cinta." Balas Zea dengan mengerucutkan bibirnya. Kellan pun terkekeh mendengar jawaban Zea.
"Hahaha, ya sudah, Ayo makan atau tetap mau pelukan aja seperti ini disini." Zea pun mengurai pelukannya. Merekapun bangkit dari duduknya lalu dengan tiba-tiba Zea justru menggoda Kellan dengan mengecup bibir Kellan sekilas dan langsung lari menuju mobil.
Kellan tersenyum mendapat ciuman sekilas dari Zea, dan kini mereka masuk kedalam mobil, Kellan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah padatnya jalanan kota. Sampai akhirnya mereka pun telah sampai di suatu rumah makan.
"Kamu mau makan apa sayang?" Tanya Kellan dengan membuka buku menu rumah makan tersebut.
"Apa aja Mas, yang penting makan." Saut Zea sambil memainkan ponsel miliknya.
Setelah Kellan selesai memesan makanan dan minum, Kellan yang merasa dicuekin oleh Zea karna Zea lebih memilih memainkan ponselnya ketimbang mengobrol dengannya pun menegur Zea pelan.
"Apa ponsel itu lebih menarik dari pada Mas, Mas disini Lo bukan didalam ponsel itu." Keluh Kellan dengan tatapan sendu kepada Zea.
"Sebentar Mas, Aku lagi balas chat nya Jihan." Zea yang melihat tatapan sendu Kellan pun langsung meletakkan pindah pipih tersebut.
"Apa ini, apa kau cemburu dengan ponsel ku Mas?" Tanya Zea dengan tersenyum dan menggenggam tangan Kellan diatas meja.
__ADS_1
"Tentu saja, tentu Aku cemburu. berjanjilah Zea untuk tidak mementingkan ponsel itu dari pada Aku, dan berjanjilah jangan pernah chatingan dengan laki-laki lain atau hanya sekedar bertegur sapa Walaupun hanya lewat media sosial." Permintaan Kellan panjang kali lebar.
"Iya, Mas. Aku berjanji." Tak menunggu waktu lama pesanan mereka pun sudah jadi dan diantar kemeja mereka. Kellan dan Zea pun langsung menyantap makanan tersebut.
Setelah mereka selesai makan, mereka pun langsung pulang. Mereka pun kini sudah sampai dikontrakan Zea. "Mas mau mampir dulu?"
"Lain kali ya sayang, Mas mau langsung pulang dan membicarakan lamaran Mas ke Kamu pada kedua orang tua Ku"
"Ya sudah Mas, Zea masuk dulu ya, Mas Kellan hati-hati dijalan Lo ya." Zea pun langsung turun dari mobil Kellan.
Kellan pun berpamitan pada Zea dari dalam mobil. "Mas pulang ya sayang" Kellan pun melajukan kereta besi miliknya dan membunyikan klakson dan Zea pun melambaikan tangan pada Kellan.
Setelah mobil Kellan perlahan menghilang dan benar-benar sudah tidak terlihat, Zea pun masuk kedalam rumah dengan berlari kecil karna sudah tidak sabar ingin memberi tau kabar gembira untuk Sahabatnya.
Dengan penuh semangat Zea masuk rumah dengan berteriak memanggil sahabatnya. "Jihaaaaaaaaaannnnn......"
Jihan yang sedang rebahan itu pun merasa terusik dengan teriakan Zea, dan langsung melempar Zea dengan bantal. "Berisik tau nggak, kayak dihutan aja." sungut Jihan yang kesal pada Zea.
Zea pun hanya nyengir kuda mendengar Omelan Jihan. "Gue ada kabar bahagia." kini Zea duduk disampingnya Jihan.
"Aku dilamar Mas Kellan" Ucap Zea dengan excited nya pada Jihan.
Zea sukses membuat Jihan kaget hingga membuat Jihan membulatkan matanya melotot. "Loe serius kan, nggc lagi becanda kan. Zea Lu kenal baru 3bulan loh ini, trus Lue jawab apa?" Cerocos Jihan pada Zea karna dia benar-benar syok. lantaran Zea yang susah dideketin cowok, lalu ini apa baru 3 bulan sudah dilamar.
"Ya, apa lagi memangnya. ya jelas Gue jawab iya lah emang Gue harus jawab apa? Meskipun baru 3 bulan tapi Gue nyaman, dan mungkin ini jodoh yang sudah Tuhan siapkan untuk Gue." Jawab Zea dengan mantap.
"Gue hanya syok, Tapi apapun itu Gue bahagia akhirnya Loe mendapatkan jodoh. Semoga ini yang terbaik ya." Jihan pun memeluk Zea dan Zea pun membalas pelukan Jihan.
"Apa Bunda sudah tau?"
"Belum, ini rencananya Gue baru mau telfon Bunda. Tapi, Gue kok deg-degan ya Gue gugup, Gue takut, kira-kira gimana ya reaksi Ayah sama Bunda ya." Kata Zea dengan wajah lesu, karna takut jika kedua orang tuanya tidak merestui hubungan nya.
"Coba aja dulu Ze, Gue yakin kok Loe diberi restu apa lagi kan Loe juga udah berumur ini, Ayah sama Bunda pasti ngerti." Jelas Jihan pada Zea memberi semangat Sahabatnya.
Zea pun nampak berfikir dengan mondar mandir memegangi benda pipih Yang akan di gunakan menelfon Ayah dan Bunda nya. Zea pun menarik nafas dalam-dalam lalu dihembuskan perlahan dan menekan tombol hijau untuk menelfon Bunda nya.
__ADS_1
Tut..........
Tut..........
Tut..........
"Bun, hp nya bunyi tuh coba angkat dulu siapa tau Zea" Kata Ayah Bara yang sedang menyusun barang-barang yang baru datang ditoko.
Bunda Yasmin pun berjalan menuju meja dimana benda pipih tersebut disimpan, dan benar saja Zea lah yang menelfon.
"Benar Yah, Zea menelfon video call. Hallo Assalamualaikum Sayang."
"Waalaikumssalam Bunda Ku yang cantik."
"Kamu menggoda Bunda Sayang, coba Bunda tebak biasanya kalau Kamu seperti ini pasti ada maunya." Tebak Bunda Yasmin yang sudah hafal sifat putri tunggalnya itu.
"Hehehe, Bunda tau aja. Bunda emang the best, Ayah mana Bun? Zea mau ngomong sesuatu hal penting tapi harus ada Ayah." Ayah Bara yang mendengar pun langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Bunda Yasmin.
"Ada apa Sayang, biasanya kalau sudah ngobrol sama Bunda lupa tuh sama Ayah." Ucap Ayah bara yang pura-pura menggoda Putrinya, karna biasanya jika Istri dan Putrinya sedang telfonan mereka berdua akan lupa dengannya.
"Hehehe, Ayah bisa aja deh. Yah Zea mau ngomong serius." Zea pun mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan.
"Yah, Bun, masih ingat dengan laki-laki yang pernah Zea ceritakan ?"
"Kellan?" Jawab Ayah bara dan Bunda Yasmin berbarengan.
"Iya, yah. Yah Mas Kellan baru saja mengungkapkan perasaan nya pada Zea. Mas Kellan melamar Zea yah."
Gimana kira-kira reaksi Bara dan Yasmin...
yuk ikutin terus kelanjutan kisahnya......
dan ini bonus visual pas Zea nyium Kellan yaðŸ¤ðŸ¤
.
__ADS_1