
"Bagaimana apa kamu sudah mendapat informasi yang saya mau." Tanya seorang wanita lewat sambungan telepon ya, wanita itu adalah Diana Anastasya kekasih Kellan.
"Maaf Nona, saya belum mendapatkan informasi yang anda minta sedikit pun." Jawab seorang laki-laki sedikit ragu.
"Bagaimana bisa, tumben sekali kamu tidak becus mengerjakan kerjaan receh ini hah." Kata Diana dengan menaikan nada bicaranya.
"Maaf Nona, keluarga Istri pak Kellan memang keluarga kalangan biasa, tapi ntah siapa yang dengan sengaja menutup akses informasi keluarga tersebut. Bahkan warga sekitar pun enggan memberikan informasi walaupun saya sudah melakukan cara curang dengan menyogok mereka namun mereka tetap bungkam." Terang laki-laki itu yang bertugas mencari informasi keluarga Zea.
"Saya rasa orang dibalik ini bukanlah orang sembarang Nona, saya jamin itu." Sambung laki-laki itu.
"Berarti dia lebih tinggi dari saya." Jelas Diana.
"Seperti lebih jauh Nona, kekuasaan nya cukup berpengaruh Nona." Terang laki-laki itu kembali.
Diana pun Langsung mematikan sambungan telefon itu secara sepihak.
"Siapa orang dibalik benteng keluarga Zea?" Gumam Diana bertanya-tanya.
"Jika sudah begini, aku harus menggunakan cara B. Bagaimana pun caranya Kellan harus menjadi milikku." Kata Diana dengan menyunggingkan senyum liciknya.
Dirumah kediaman Ibu Syafana, Ibunya Kellan.
"Ayo mikir Syafana, gimana caranya memisahkan Kellan dengan Zea ayo mikir." Monolog Ibunya Kellan dengan mondar mandir kek setrikaan.
"Bu, Ibu ngapain sih mondar mandir kayak gitu." Tanya heran Ayah Rama pada Istrinya yang mondar mandir bak setrikaan itu.
"Ayah diam aja deh." Sewot Ibunya Kellan.
Ibunya Kellan pun lalu menyambar tas miliknya lalu keluar kerumah.
"Ibu mau kemana?" Tanya Ayah Rama saat melihat Istrinya mau pergi itu.
"Mau kerumah Kellan Yah." Jawab Ibu Syafana dengan berjalan keluar rumah.
Sesampainya Ibu Syafana didepan rumah kontrakan Kellan ia pun langsung mengetuk pintu tersebut.
Tok......
Tok.......
Tok.......
Beberapa kali ketukan namun, tak kunjung ada jawabannya. Lalu tiba-tiba ada seorang tetangga menghampiri Ibu Syafana tersebut.
__ADS_1
"Ibu nyari siapa Bu?" Tanya Ibu-ibu tetangga Zea tersebut.
"Saya mencari anak dan menantu saya Bu." Jawab Ibu Syafana dengan membalik badan nya agar menghadap Ibu-ibu tetangga Zea tersebut.
"Oh, mencari Mas Kellan dan Mbak Zea ya, mereka itu pulang kampung Bu, dari 5hari yang lalu." Terang Ibu-ibu tetangga Zea tersebut.
"Oh, baiklah terimakasih ya Bu." Jawab Ibu Syafana lalu Ibu-ibu tetangga Zea tersebut pun hanya tersenyum lalu berlalu pergi meninggalkan Ibunya Kellan.
"Sialan, berani-beraninya mereka pergi tanpa pamit dengan ku. Lalu ini apa mereka pulang ke kampung halaman Zea buang-buang uang saja." Sewot Ibu Syafana tak terima.
Ibu Syafana pun akhirnya pulang dengan membawa perasaan dongkol dan kesalnya menambah membuat Ibu Syafana menjadi uring-uringan sendiri.
Dikampung halaman Zea.
Hari ini toko kelontong milik orang tua Zea sengaja tutup, mereka rencana nya ingin pergi jalan-jalan namun, semua rencana itu harus urung ketika sesuatu terjadi pada Zea.
"Hoooeeeeekkkkk, Hoooeeeeekkkkk." Suara Zea dari dalam kamar mandi membuat Kellan mengernyitkan keningnya heran.
"Kamu kenapa sayang, masuk angin kah?" Tanya Kellan yang kini sudah berada disamping Zea.
"Nggak tau mas perut aku tiba-tiba mual." Jawab Zea setelah mencuci mulutnya.
Kellan pun memapah sang Istri keluar kamar mandi lalu mendudukkan Istrinya diatas sofa.
Lalu Kellan pun mengambil minyak kayu putih, lalu mengoleskan kepeeut dan tengkuk Zea.
"Tapi kamu sakit sayang." Ucap Kellan kembali yang khawatir dengan keadaan Zea.
"Aku nggak papa Mas, pokoknya kita harus jadi berangkat sekarang" Ucap Zea dengan merengek bak anak kecil minta jajan ke Ibunya.
Kellan pun tak dapat mengalah jika sudah begini, akhirnya kini merekapun jalan keluar dari kamar dengan Zea yang dibantu jalan oleh Kellan.
"Zea kamu kenapa sayang?" Tanya Bunda Yasmin yang khawatir melihat putri kesayangan nya nampak pucat dan dengan jalan dibantu oleh Kellan.
"Nggc apa-apa Bun, mungkin masuk angin aja kok." Jawab Zea dengan nyengir kuda, karena memang pada dasarnya Zea tak merasakan sakit atau apapun Zea hanya merasa mual saja.
Akhirnya merekapun keluar rumah dan masuk kedalam mobil. Kellan pun mulai menjalankan mobilnya menuju tempat wisata yang ada dikampung Zea yaitu sebuah pantai nan indah menyejukkan mata.
Pantai yang bersih, airnya yang jernih dan dengan pemandangan yang indah.
Sesampainya disana Zea langsung turun dan berlari menuju pantai, tempat yang sangat ia rindukan.
Kellan pun menyusul Zea dan memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Apa kau suka hemm?" Tanya Kellan dengan berbisik ditelinga Zea.
Zea pun sangat menikmati momen yang sangat langka itu, dipeluk mesra oleh orang yang teramat ia cintai walaupun telah banyak menggoreskan luka.
"Tentu Mas, aku minta kemari tentu aku suka." Jawab Zea dengan tersenyum menikmati pelukan Kellan, karena terlalu menikmati hingga Zea lupa kalau dia pergi tak hanya berdua saja.
"Lihat lah Yah, kita dilupakan." Kata Bunda Yasmin dengan menyebikkan bibirnya.
"Hahaha, biarlah Bun, kalo begitu kita mengenang masa pacaran gimana." Goda Ayah Bara pada Istrinya itu.
Bunda pun reflek menyubit perut buncit suaminya karena gemas digoda oleh suaminya itu.
"Aduh sakit Bun!" Ayah Bara pura-pura mengadu kesakitan.
Ayah Bara dan Bunda Yasmin pun kini beriringan berjalan diatas pasir dipinggiran bibir pantai, menikmati suasana pantai yang sangat lah indah.
Zea kini bermain-main air dengan Kellan bak anak kecil, suatu momen langka bagi Zea, sebab Kellan hanya romantis saat berada diatas ranjang saja selebihnya biasa saja.
"Ternyata kau belum berubah dari sejak dulu." Ucap seseorang dengan tersenyum yang ternyata mengamati Zea dari kejauhan.
Ada rasa bahagia bisa melihat Zea bahagia namun juga ada luka sebab bukan dialah sumber kebahagiaan nya itu.
Seseorang itu pun mencoba mengikhlaskan jika memang ini jalan terbaik, ia tidak menyalahkan takdir namun, dia menyalahkan dirinya sendiri sebab telah datang terlalu terlambat.
Dia Adalah seorang laki-laki yang pernah dekat dengan Zea, saat Zea masih duduk di bangku SMA mereka dulu sangat dekat bak sepasang kekasih.
Bahkan dulu mereka dijuluki the best couple walaupun terpaut usia 5tahun namun, mereka tak pernah memiliki ikatan pacaran hanya saja mereka berdua saling berjanji untuk menjaga hubungan mereka sampai kejenjang pernikahan.
Namun, ternyata Tuhan berkata lain. Laki-laki itu pergi terlalu jauh dari Zea, dengan tak ada kabar berita apapun bak hilang ditelan bumi.
Dari situ Zea berusaha move on karena menganggap bahwa laki-laki itu telah pergi jauh meninggal dia bersama janji-janji manisnya tanpa Zea tau kenapa laki-laki itu melakukan itu.
Zea terlalu cepat mengambil keputusan, sehingga sampai saat ini Zea membuat benteng cukup kokoh untuk laki-laki itu.
Hanya rasa bersalah dan kekecewaan yang mendalam yang laki-laki itu rasakan kini, andai dulu ia tetap memberi kabar pada Zea mungkin ceritanya akan lain.
Tapi menyesal pun tiada guna, kini Zea telah menikah dengan laki-laki yang sangat ia cintai itu kenyataan nya.
Ikhlas tetapi masih sakit, masih rindu, masih ingat, masih sesak didada. Dan itu wajar manusiawi.
Tidak ada yang sanggup ikhlas lalu berlapang dada.
Tidak ada yang bisa mengistirahatkan seseorang dari hatinya secara mendadak.
__ADS_1
Entah itu karena kepergian, kematian, kegagalan, atau kehilangan.
"Mengikhlaskan dan melepaskan kamu, ternyata tak semudah yang aku bayangkan. Sehat selalu orang baik, semoga bahagia selalu. Bahagiaku sedang aku perjuangkan." Monolog laki-laki itu dalam hati.